Paulus di mata para ulama Islam
IKUTI YESUS PAHAMI [YOHANNES 17:13 ]SURGA NYATA
IKUT PAULUS [ROMA. 3 : 7] SURGA DUSTA (NERAKA)
Para ulama Islam menganggap Paulus “Pendusta” sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam mengubah agama Nasrani yang asalnya berasakan Tauhid Murni kepada paham trinitas dan dalam mengubah hukum-hukum Taurat.
Al Khozin dalam tafsirnya menyatakan :
“Dikatakan bahwa orang yang menampakkan hal ini (ketuhanan Yesus) adalah seorang lelaki Yahudi bernama “Paulus”, dia memasuki agama nasrani dan menyusuokan faham ini dalam agama nasrani untuk menyesatkan mereka “ (13)
Al Imam Ibnu Hazm Adh Dhahiri mengatakan :
“Para Rahib Yahudi bersepakat untuk menyuap Paulus keturunan bunyamin-semoga Allah melaknatnya-, mereka memerintahnya agar menampakkan agama Yesus (Nasrani), dan menyesatkan pengikutnya dengan menyusupkan faham mengenai ketuhanan Yesus. Mereka berkata pada Paulus, “Kami akan menanggung dosamu dalam masalah ini”. Maka Paulus melakukannya …” (14)
Al Imam Abul Baqo Sholeh bin Husain berkata :
“Aku tidak mengetahui dalam agama Nasrani yang lebih celaka dari lelaki ini (Paulus) karena ia membebaskan bagi mereka (kaum nasrani) hal-hal agama dengan tipu dayanya yang lembut, maka ia membebaskan sunnah untuk bersunat ketika melihat akal mereka telah menerima semua yang ia sampaikan” (15)
As Syaikh Abu Fadh Al Maliki berkata :
“Paulus ini benar-benar telah menngambil (menghalalkan) agama dengan tipu dayanya yang lembut, ketika ia melihat akal mereka menerima semua yang ia sampaikan, dan ia mulai menghapus hukum-hukum taurat” (16)
Antara Ajaran Yesus dan ajaran Paulus
Tuduhan yang mereka lontarkan bukanlah tuduhan yang tak beralasan, karena memang pada kenyataanya Ajaran Paulus banyak sekali bertentangan dengan Ajaran Yesus dan ajaran Taurat. Berikut kenyataanya :
Yesus datang tidak untuk meniadakan hukum Taurat
Dalam perjanjian lama Nabi Musa as berkata :
Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!” (Ulangan 27 : 26)
Dalam Perjanjian Baru, Yesus menegaskan apa yang telah dikatakan oleh Nabi Musa as :
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. “(Matius 5: 17-18).
Perhatikan, Yesus menyatakan bahwa selama langit dan bumi masih ada tidak ada satupun hukum taurat terhapus.
Kemudian mari kita perhatikan perkataan Paulus :
Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. (Roma 7 :6)
Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (efesus : 2 :15)
Paulus menganggap kematian Yesus sebagai akhir dari hukum Taurat.
Bukan hanya itu, dia bahkan beranggapan bahwa Taurat adalah sebab terjadinya dosa dan mereka yang mengharap kebenaran dari taurat telah lepas dari Kristus, Ia berkata :
Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Galatia 5 :4)
Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup (Roma 7 : 9)
Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. (Roma 3 :20)
Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,(Roma 5 : 20)
Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ??
Keesaan Tuhan
Dalam perjanjian lama termaktub :
(60) supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain, (61) dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini.” (Raja-raja 1 : 60-61)
Yesus menegaskan pernyataan tersebut, beliau bersabda :
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17 :3)
Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa (Markus 12 : 28)
Tetapi apa yang dikatakan Paulus ?
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. (1 korintus 1: 9)
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan“, selain oleh Roh Kudus (1 korintus 12 :3)
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 korintus 8 : 6)
Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?
Yesus hanya diutus bagi kaum Bani Isra`il (Yahudi)
Ajaran Yesus hanya diperuntukkan bagi Bani Isra`il.
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15 :24)
Dan perhatikan pesan yesus pada muridnya :
(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10 : 5-6)
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Matius 19 : 28)
Lalu apa kata Paulus :
Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, (Roma 11 : 13)
Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?
Mengenai hukum sunat
Dalam Hukum Taurat dijelaskan ancaman yang berat bagi yang tidak bersunat :
“ Dan orang yang tidak disunat , yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” (Kejadian 17:14)
Bahkan Yesus pun disunat :
“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebutkan oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21)
Lalu apa kata Paulus :
(2) Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu: Jikalau kamu men-yunatkan dirimu , Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. (6) Sebab bagi orang-orang yang ada didalam kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai suatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:2 dan 6)
Ingat perkataan Yesus di atas :
Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Matius 5:18)
Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?
Mengenai makanan
Dalam perjanjian lama disebutkan :
Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.( Imamat 11:7-8)
Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya. (Ulangan 14:8)
Lalu apa kata Paulus :
Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.( 1. Korintus 6:12)
“Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang , melainkan yang keluar dari mulut yag menajiskan orang.” (Matius 15:11)
Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?
Dosa Waris dan penebusan
Dalam perjanjian lama disebutkan :
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkial 18:20)
“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberikan balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah lakunya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”( Yeremia 17 : 10)
#Utusan_Nya_Yesus_berkata_kepada_ummatnya_bani_Israel :
Karena Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya dengan disertai para malaikat-Nya. Pada saat itu Ia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amalnya (Matius 16:27)
#Lalu_apa_kata_Paulus_Romawi:
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang itu telah berbuat dosa.” (Roma 5 : 12).
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan Cuma-Cuma karena penebusan dalam kristus Yesus.” (roma 23-24).
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3 :13)
Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?
Masih banyak ajaran Paulus yang bertentangan dengan ajaran Yesus, maka tidak heran Jika Ia sering berselisih bahkan dengan para murid Yesus sekelas Simon (kefas), dan Barnabas :
(Galatia 2 : 11-13)(11) Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. (12) Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. (13) Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
Perhatikan bagaimana Paulus dengan berani menyebut Barnabas (murid Yesus) sebagai seorang yang terseret dalam kemunafikan. Padahal Paulus lah yang lebih pantas untuk dikatakan seorang munafik, karena ia bangga menceritakan kemunafikannya :
(20) Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan (*)#karena_pembunuhan_rencana_awal_dari_Yahudi_ummatnya ) orang-orang Yahudi.
Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, (#kelicikan_paulus)sekalipun #aku_sendiri_tidak_hidup_di_bawah_hukum_Taurat, supaya aku dapat memenangkan (#berhasil_rencana_mereka) mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
(21) Bagi orang-orang #yang_tidak_hidup_di_bawah_hukum_Taurat (#Kenapa_ia_melawan_hukum_Allah) aku menjadi seperti orang yang #tidak_hidup_di_bawah_hukum_Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
(22) Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. (1 korintis 9 : 20 – 22)
Dinamakan apakah perbuatan Paulus ini kalau bukan kemunafikkan. Ia juga tak malu mengaku bahwa ia berdusta untuk mengagungkan tuhannya :
Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Rom 3 : 7)
Jika kebenaran boleh disebarkan dengan kedustaan, dari mana kita dapat membedakan antara benar dan dusta dari mulutnya? Sumber: http://adijullio.blogspot.com/2015/05/tafsir-surah-yasin-13-14.html?m=1
