Hakikat Hidup Mengadakan Perjalanan Kembali Ke Awal Ma'rifatullah (QS. 1: 172 ) Bersama Ahli Qolbu. " Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?(QS. Al-Insan 76: 1). Diri yang kebanyakan lupa ketika ruh itu memasuki jasad " Maka apabila telah Ku sempurnakan kejadiannya dan Ku tiupkan kepadanya ruh-Ku."(QS: Saad 38:72). Allah Meniupkan Ruh Pada Manusia Diharapkan Jadi Mahluk Spiritual yg senantiasa ingat KepadaNya.
Jumat, Juli 23
CAHAYO CAHAYA DIATAS CAHAYA BERLAPIS-LAPIS
CAHAYO IGINJANG CAHAYO MARLAPIS-LAPIS
" Nurun Ala Nurun"
نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ
CAHAYA DIATAS CAHAYA (BERLAPIS-LAPIS)
(QS. Cahaya (Allah )35)
Perumpamaan Allah Subhanahu Wata'ala!
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَۚ
" Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam *PERUMPAMAAN* supaya mereka dapat pelajaran (QS.39:27)
" Di Dalam setiap rongga anak Adam, aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada,dalam dada ada Qolbu, didalam qolbu ada fuad, didalam fuad ada syagofa, didalam syagofa ada siir, didalam siir ada Aku " (Hadist Qudsi)
Surah An Nur (Cahaya) 24:35 Cahaya Allah Cahaya Diatas Cahaya Berlapis-lapis (Al Misbah) Pelita Besar Tidak Di Timur Tidak Di Barat.
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
" Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. An-Nur Cahaya Allah 35)
" Dan BERPEGANG TEGUHLAH kamu semuanya pada tali (agama) Allah, { LAA ILAHA ILLALLAH } dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat PETUNJUK.[QS.Ali Imran 103] .
" Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." [ QS.AZ Zumar 22].
Hanya Allah Yang Mau Di Tuju. Allah Do Tujuan https://backtocreator.blogspot.com/2021/07/allah-do-na-ita-tuju-ya-mashuud-dalam.html
Taq : #Abah #ANOM #TQNNEWS #PP_Suryalaya #Hamba Allah #CatatanUntukDiriku ##tasawuf #cinta #165 #RukunIhsan #Cahayaqolbu #ihsan #catatanjarakjauh #tqn #Al_Ikhlas
Kamis, Juli 22
ALLAH DO NA ITA TUJU "YA MA''SHUUD" DALAM MENJAWAB KALIMAT TAHLIL-AN
Allah Do Na Ita Tuju Di Bagasan Ngoluon /Yang Kita Tuju "Ya Ma'Shuud" Dalam Jawab Tahlil-an
" JANGAN MENGIKUTI KEBANYAKAN ORANG Mereka Akan Menyesatkanmu" JADILAH GOLONGAN YANG SEDIKIT (QS. AL-ANAM 116).
DAKWAH TAUHID
" Katakan: Inilah jalanku yang aku dan orang-orang yang mengikuti daku kepada Allah dengan pandangan yang jelas (basirah mata bathin)”. (Surah Yusuf, ayat 108).
"... siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang menyembunyikan *kesaksian* 😭dari Allah yang ada padanya?" Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan ( QS.Al-Baqarah 140).
DIRI ASAL, JATI DIRI MANUSIA ( ITA SUDE)
" Dan Ingatlah " Dulu Ketika Allah mengeluarkan kamu, Allah mengambil KESAKSIAN terhadap jiwamu (Seraya berfirman) : " "Bukankah Aku ini Tuhanmu? "kamu menjawab: " BETUL (Engkau Tuhan kami), Aku Menjadi SAKSI". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari KIAMAT kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya aku (bani Adam) adalah orang-orang yang LENGAH, (lupa), terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS.7 Al-A'raf :172).
Belum Bertarekat Belum Mengamalkan Tasawuf Belum Menjalankan Rukun Agama Yang Je Tiga Rukun Ihsan, Secara Hakikatnya, Tarekat tidak Seperti Doktrin Orang-Orang Awam Menjelaskan Tarekat.
Memahami Perbedaan Tasawuf Dan Tarekat
" Fiqih bagi Tarekat itu Harus Wajib Sedangkan Tarekat itu adalah lanjutan daripada Syari'at, Ilmu Tauhid Fiqih Tasawuf selagi dia berada di ranah ILMU maka di sebutnya SYARI'AT. Tauhid Fiqih Tasawuf jika sudah diamalkan maka menjadi TORIKOT bila diamalkan menghasilkan MA'RIFAT ( KH Zezen Zaenal Abidin Wakil Talqin TQN PP Suralaya Daerah Sukabumi Jawa Barat) Akun Akun Hijrah Santuy YouTube
KH. Toras Zainuddin Nasution, Lc.MA. CARA CEPAT NYAMBUNG QOLBU KE ALLAH DENGAN TALQIN.
" Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu (mengambil persaksianmu dalam Surah Al-A'raf 172) JIKA kamu adalah ORANG-ORANG YANG BERIMAN. (Hadid Besi QS.57:8)
Allah Menyerukan Kepada Manusia Kembali Beserta Para Nabi Dan Waliyullah Sampai Ke Akhir Zaman.
“Dan KEMBALILAH kamu kepada Rabbmu, dan berserah diri-lah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). ” (QS. Az-Zumar Rombongan 39 :54).
" Dan jika kamu mengikuti KEBANYAKAN orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka ... (QS. Al-An'am : 116).
Tiada Berubah Kamu, Kita Harus Kembali Ke-asal Diri Yang Ma'rifatullah Fitrah Dan Jadikanlah dirimu diantara golongan sedikit ini inilah jalan hidayah datang kepadamu.
" Maka hadapkanlah wajahmu (ruh qudsi/diri sejati-mu | baca diatas QS.Al A'raf 7: 172 | dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut FITRAH itu. TIDAK ADA PERUBAHAN dalam ciptaan Allah, (itulah) agama yang LURUS, tetapi KEBANYAKAN manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Rum 30: 30)
Ilmu Itu Ada Dua : Ilmu Dzahir Dan Ilmu Bhatin. Guru Juga Ada Dua : Guru Ilmu Lahir Guru Syari'at, Banyak Dan Guru Ilmu Bhatin, Tharekat Untuk Mencapai Hakikat Hidup, Sedikit Dari Yang Sedikit.
Penuhilah Seruan Allah
" Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah sesungguhnya *Allah membatasi antara manusia dan hatinya* dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.[ QS. Al Anfal 8:24]
Pencari Dunia Dan Pencari Akhirat Serta Pencari Allah.
" Pencari Dunia jumlahnya banyak, Pencari akhirat jumlahnya sedikit, dan pencari Allah lebih SEDIKIT dari yang SEDIKIT ". [ Syeh Abdul Qadir Jaelani ].
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, cara terbaik untuk meraih muqarabah Merasa dilihat Allah ( dzikir) itu semua ialah dengan mencari guru Rohani yang akan membawa HATI HIDUP. Inilah yang akan menyelamatkan seseorang di akhirat.
Al Imam Al Alim Al Alamat Al aruf Billah Muhaddits Al Musnid Al Mufasir Qutb Al Haramain Syeh Muhammad Al Maliki al Hasani al Husaini as Syadzili dari Mekkah 40 Hari menjelang wafatnya pada tahun 1425 H (2004 M) mengungkapkan bahwa Syekh Sohibul Wafa Tajul Arifin adalah Sulthanul Awliya film hadza zaman (Rajanya Para Waliyullah Zaman Ini)
Tak Seorangpunrr Yang Menolak Syekh Abdul Qadir Jaelani Wali Qutub, Syekh Abdul Qadir Al Jaelani Adalah Cucu Daripada Nabi Muhammad SAW dari Hasan Dan Husein Jalur Kedua Orang Tuanya, Lahir Dalam Keadaan Berpuasa.
Guru Anda Belum Tentu tahu ini anda tak pantas meragukan atau hanya mengikuti hawanafsu ketika hidayah ini menemuimu.
Pada Saat Jibril Mengenalkan Agama ini Kepada Para Sahabat Melalui Rasulullah SAW. Sesudah Menjelaskan Tentang Islam dan Iman
Kemudian ia (Jibril) berkata: Beritahukan kepadaku APAKAH IHSAN ITU itu? Nabi bersabda:
ٱعبدالله كا نك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك
( Ihsan ialah) " Engkau beribadah kepada Allah SEAKAN AKAN ENGKAU MELIHATNYA ( Inilah Ma'rifatullah). Jika engkau tidak bisa melihatnya, sesungguhnya Ia Melihatmu. (HR Muslim).
Sebagaimana firman Allah :
ان الله كان عليكم رقىبا
" Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ". (QS. An-Nisa 1).
Allah menjaga karena kamu ingat Allah.
Allah mengawasi karena kamu ingat Allah
Penjelasan : Ihsan itu adalah Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, Qolbu bukan hati daging fisik, Qolbu Yang Benar (Qolbu Yang Abstarak) Bashirah Mata Bhatin (Qolbu) Pusat inti Ruh Manusia.
Muraqabah (Merasa dilihat Allah)
Tingkatkan Muraqabah (Merasa Dilihat Allah) Jembatan untuk mencintai Allah https://youtu.be/RiCaMViZg0w
Qolbu Abstrak Furqon Mata bhatin inti ruh diri, ruh qudsi Yang bersih qalbun salim dimaknai sebagai hati yang bersih dari unsur-unsur kemusyrikan, baik yang nyata ( syrik jaliy) maupun yang samar (syrik khafi).
Sehingga ia tidak pernah lupa 'ikatan primordialnya' untuk selalu menuhankan Allah dan menyembah, beribadah, berma'rifat hanya kepada-Nya. Di samping itu, ia selalu condong (hanif, lurus ) kepada kebenaran, kebaikan, dan keluhuran budi pekerti (akhlaq al-karimah)
Orang Arif ( bijaksana) berkata :
" Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila, orang gila tidak tahu dirinya gila jika mengaku diri sehat itu bukan orang gila".
(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )
Tidak akan baik sebuah kalbu kecuali apabila menetap padanya ma’rifatullah ma'rifat Dzat (mengenal Dzat Allah ‘azza wa jalla ), Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, mengetahui keagungan-Nya, cinta dan takut kepada-Nya, berharap dan tawakal kepada-Nya.
Inilah hakikat Tauhid yang merupakan makna La ilaha illallah. Tidak ada kebaikan bagi kalbu kecuali saat menjadikan Allah Yang Maha Esa sebagai sesembahan yang diibadahi, yang dicintai, dan ditakuti, tidak ada sekutu bagi-Nya.
TALQIN KALIMAT DZIKIR LAA ILAHA ILLALLAH.
Pemahaman TALQIN
Talkin-kan : artinya : Ajarkan-lah, Tuntun-lah, Ingatkanlah, bimbing-lah, Ijazahkan-lah(Tarekat)
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ
Laqinu mautaakum Laa Ilaha Illallah
Artinya : " Talqinkan-lah
Orang yang akan meninggal
dengan "Laa Ilaha Illallah" ".
ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ فالم انه ﻻَ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ
Dzikir yang paling utama adalah La ilaha ilallah ". (HR Tirmidzi).
حيو باقي
yang hidup kekal abadi
حيو مو جود
yang hidup tetap ada
حيو مقصود
yang hidup kekal yang Dituju
Siapa yang mentalkin, menuntun Mrngijazah-ksn Laa Ilaha Illallah agar Hati Hidup ? Guru Yang Sudah Sampai Yang Hatinya juga Suci, pilihan Allah
Siapa orang yang akan meninggal? Semua Manusia.
Siapa yang di tuntun?
Orang yang hatiny, lengah banyak lupa kepada Allah, lupa janji setianya kepada Allah di Alam Lahut >Baca Ulang Diatas> Surah QS.Al-A'raf 7.172 ].
Kenapa? Karena Talqin Dzikir Laa Ilaha Illalah Bukan Hanya Untuk Orang Yang Akan Sakaratul Maut
Talqin Dzikir Juga Untuk Orang Yang Akan Menghadapi Sakitnya Sakaratul Maut Membiasakan Diri Yang Akan Menghadapi Dahsyatnya Sakaratul Maut, Talqin yang di Ijazahkan Oleh Guru Mursyid Yang Bertujuan Membiasakan Lisan dan hati Yang Akan Menghadapi Sakaratul Maut Dan Di bawah nanti kita dapatkan Talqin Rasulullah SAW Kepada Para Sahabatnya Kalimat Laa Ilaha Illallah dan Talqin Dzikir Kofi Idzmu Dzat ( Allah)kepada Saidina Ali R'a.
Orang yang sakaratul maut itu telinganya sulit mendengar rasa dahaganya: andai semua air diminumkan kepada orang yang sakaratul maut itu tidak cukup untuk menyegarkannya, gemuruhnya : bagaikan seribu petir, rasa perihnya,: bagaikan seribu sayatan pedang dan yang mentalqinkannya bukan mursyid hanya orang biasa apa adanya, jangan cukup dengan begitu saja
Pengertian Talqin Dzikir Laa Ilaha illalah | KH Zezen Zaenal Abidin https://youtu.be/FZOtW00gowc
Terbukanya Mata Bhatin Dalam Thoriqoh KH Zezen Zaenal Abidin https://youtu.be/n0fN-YFFujc
Kenapa Ruh Qudsi Macet? https://youtu.be/Ac8ujPGXHMc
Membuka Ruh Qudsi Yang Macet https://youtu.be/IPSPZvoxwsk
" Sungguh, telah ada pada " (diri) Rasulullah itu SURI TAULADAN YANG BAIK BAGIMU (yaitu) bagi orang yang MENGHARAP (RAHMAT) ALLAH dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia BANYAK MENGINGAT ALLAH.( QS. Al-Ahzab 21).
" Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah y( ber-ibadahlah kepada) Aku dan laksanakanlah Sholat untuk MENGINGAT-AKU ( hati berdzikir menyebut Allah) Aku .[ QS.Taha 14.]
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ
" Maka APABILA kamu telah menyelesaikan shalatmu, INGATLAH( hati berdzikir menyebut Allah /kepada) Allah
di WAKTU BERDIRI, di WAKTU DUDUK dan di BERBARING...(QS.An-Nisa’ 103)
" Maka KECELAKAAN yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk MENGINGAT ALLAH. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS.39 Rombongan² Az Zumar :22).
Arti Tarekat Adalah Jalan, Metode Cara Jalan menuju Allah, Ma'rifat Kepada Allah Jalan Yang Dituntun, DiBimbing Oleh Seorang Kekasih Allah, Penerus Rasulullah / Waliyullah Tiap Hari Minta Petunjuk ' Ihdinas Shirotol Mustaqim Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus ( Jalannya Para Waliyullah)
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik [yaitu] Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan *hati mereka di waktu MENGINGAT ALLAH*. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Q.S. Az-Zumar 39: 23).
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram *dengan MENGINGATI Allah*. *Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram*.” (Q.S. Ar-Ra’d [13] ayat 28).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. AKU BERSAMANYA KETIKA IIA MENGINGAT-KU Jika IA MENGINGAT-KU SAAT SENDIRIAN AKU akan MENGINGATNYA DALAM DIRI-KU . .. (Hadist Qudsi)
“ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, [ orang-orang yang menempuh jalan mengamalkan ilmu tasawuf yang bertarekatlah pengikut-pengikut jalan kerohanian sekelompok kecil dari manusia mereka jamaah rombongan atau orang-orang yang selalu mecari ridho Allah dan mereka adalah jamaah ahli dzikir baik dzikir zahar bersuara, atau kofi tersembunyi siir dalam hati yang mengamalkan rukun agama ke tiga hakikat Rukun Ihsan] dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami *LALAIKAN* dari *MENGINGATIi* Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Q.S. Al-Kahfi 18 ayat 28).
KH Wahfiiudin Penjelasan Wakil Allah Khalifah https://youtu.be/_N8sjQ8lnVg
HANYA HATI YANG BERSIH MEMASUKI SURGA-NYA
Allah berfirman :
يَوْمَ لَا الٌ لَا لَّا اللَّهَ لْبٍ لِيمٍ
“(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang MENGHADAP ALLAH DENGAN HATI (Qolbu) YANG BERSIH.💦 ( QS. Asy-Syu'ara Penyair 26: 88-89).
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih 💦 (dari syirik). ” (QS. az Zumar:3).
Jadi, hati yang bersih adalah hati yang pemiliknya mampu menjaga kesucian fitrahnya (QS. Ar-Rum 30: 30💦)
Orang Arif ( bijaksana) berkata : " Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila, orang gila tidak tahu dirinya gila jika mengaku berarti dirinya sehat itu bukan orang gila dan dua tau membersihkan dirinya, orang-orang yang bertarekat yang bisa di sebut gila karena kotor diri " { Bijak memahami hikmah kata-kata orang Arifbillah }.
(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )
" yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka *itulah orang-orang yang telah diberi Allah PETUNJUK* dan *mereka itulah orang-orang yang mempunyai AKAL*. (QS.Az Zumar 39:18)
Oleh : IkhwanMandily, Ikhwan 37 PP TQN Suryalaya.
Sabtu, Juli 17
Generasi Muslim Akhir Zaman Yang Terasing
“Jika kamu menaati kebanyakan manusia di bumi
niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”
Menjelang Sayyidul Ayyam (Hari Jum’at) pekan ini, penulis mengajak untuk bermuhasabah terhadap amaliyah yang telah kita kerjakan paling tidak sepekan yang lalu sebagai bahan evaluasi agar hari esok, lusa dan kemuadian menjadi lebih baik, sesuai dengan penegasan Allah SWT. dalam al-Qur’an surat al-Hasyr ayat 18 :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Sebagai bahan muhasabah kali ini, penulis mengajak marilah sejenak kita fahami dan kita renungkan salahsatu sabda Rasulullah SAW. berikut ini :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ. رواه مسلم
“Dari Abi Hurairah dia berkata, "Rasulullah S.A.W. bersabda : "Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing." (H.R. Muslim)
Ketika Islam datang ke dunia pertama kali dianggap asing, bahkan masyarakat arab ketika itu menganggapnya Islam sebagai agama yang tidak masuk akal, karena Islam membawa ajaran yang sangat berbeda bahkan bertentangan dengan apa yang telah masyarakat arab lakukan pada waktu itu. Islam membawa kebenaran dan akan memberantas penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan. Benar-benar saat itu Islam dianggap asing karena membawa kebenaran dan yang ada pada diri mereka adalah kebathilan. Apabila kita analogikan; kita pergi ke suatu desa atau pemukiman yang primitif/terbelakang dan kita membawa sesuatu yang baru dan mereka tidak mengenal itu sebelumnya, maka bagi mereka apa yang kita bawa itu amatlah asing, dan akan ada penolakan dari mereka.
Begitu pula Islam pada saat pertamakali datang pada masyarakat arab. Islam membawa kebenaran (al-haq) dari rabb semesta alam, mengajak mereka kepada Tauhid (pengesaan) yakni menyembah Allah SWT sebagai tuhan yang ESA, dan memberantas semua penyimpangan, penyelewengan dan keburukan-keburukan yang telah mendarah daging pada diri mereka.
Selanjutnya kata Nabi, وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ “Dan Islam akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana mulanya ia datang”.
Di abad modern ini lebih parah daripada zaman jahiliyah dulu. Kalau dulu Islam dianggap asing oleh orang-orang kafir quraisy, sekarang ini Ajaran Islam yang sesungguhnya justru dianggap asing oleh pemeluknya sendiri, oleh orang-orang yang telah mengaku sebagai muslim, bahkan telah berlabel muslim sejak lahir karena orang tuanya, nenek moyangnya telah terlebih dahulu memeluk Islam. Sekarang ini pemeluk Islam (Muslim) kadang merasa asing akan kebenaran ajarannya, asing dalam mengamalkan ajaran dan tuntunannya. Ajaran Islam dianggap sebagai penghalang untuk meraih apa yang diinginkan, sehingga tidak segan-segan aturan atau ajaran Islam yang sudah jelas dan tegas mengajak dan akan membawa kepada keselamatan-pun dilanggar, ditinggalkan dan bahkan dibuang jauh-jauh. Kalaupun ada orang yang teguh pendiriannya untuk menegakkan tuntunan Islam, menentang perbuatan atau kebijakan yang tidak sesuai prinsip-prinsip dan ajaran Islam dianggap sebagai orang aneh atau orang asing. Hal tersebut sudah ditegaskan oleh Rasulullah S.A.W. فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “maka beruntunglah orang-orang yang terasing”.
Sumber : Mahkamah Agung .go.id
Dakwah Tauhid dakwah Jalan bertauhid Dakwah Jalan menuju Allah Jalan berarti Tarekat, Karena Tarekat itu berarti Jalan, atau cara, dalam bahasa Inggrisnya metode, Orang Yang Bertarekat Adalah orang yang punya metode menuju Allah untuk apa untuk berma'rifat, apa perlu ma'rifat?
Apa syaratnya dakwah Tarekoh?
Tidak ada karena Tarekoh adalah pengamalan kumpulan orang-orang yang belajar tak seorangpun yang belajar Tarekoh mengaku bahkan merasa lebih pintar mengetahui ilmu semua merasa kelas Play Grup TK, PAUD karena mereka merasa tak memiliki dan punya apa-apa. banyak orang salah menilai Tarekoh karena hasil doktrin peninggalan para penjajah kolonial. jangan berpikir bertapa seperti jaka Tingkir dll itu kan baru cerita dan di TV 🙂 sesuai kemampuan
Apa perlunya ma'rifat?
perlu dalam setiap ibadah perlu ma'rifat untuk mensucikannya,
Ma'rifat adalah Ilmu dasar dari Agama Dasar Tauhid Agama, Semua Orang punya Ilmu ma'rifat karena Ilmu ma'rifat adalah Ilmu fitrah manusia, manusia mengetahui antara Tuhan dengan mahluk, atau antara pencipta yang tak bermula dengan ciptaan yang di awali dengan di di ciptakan di mulai punya permulaan, setiap yang bermula pasti berakhir (fana, binasa)
Dengan melakukan Torekoh itu apakah harus mengtahui fikih ?
Harus Itu Wajib
Apakah yang dimaksud dengan Tarekoh?
Sebenarnya yang dikatakan torekoh itu adalah lanjutan dari pada Syariat.
" Ilmu Tauhid fikih tasawuf selagi ia belajar di ranah ilmu maka di sebutnya syariat
Tauhid fikih tasawuf kalau sudah diamalkan menjadi Torekot, bila diamalkan bila diamalkan akan menghasilkan ma'rifat "
melihat Allah sedekat dekatnya
Apa hubungannya tirikoh dengan tasawuf ?
Torekot adalah pengamalan tasawuf lanjutan daripada tasawuf
orang disebut ahli tasawuf padahal dia baru mengkaji mendengar ceramah ilmu tasawuf hati-hati nggak apa baca ihya Ulumuddin
Tarekoh nya apa?
belum sih nggak pake torikot!
a ini namanya ahli Ilmu tasawuf
bagus?
bagus!
hormati
hormati
tapi jangan disebut ahli tasawuf dalam arti pengamall tasawuf.
sombong dengki serakah dendam itu Ilmu tasawuf itu.
apakah punya Ilmu tasawuf?
Apakah sudah berupa untuk dibesihkan?
apa alatnya dzikir
dzikirnya jalur mana ?
punya pembimbingnya?
lengkapreferensinya?
di akui pembimbingnya?
10 tahun belajar Tarekoh kok masih belum terbang
juga ?
aa ini terpengaruh film juga 🙂
Disini Admin mengajak kepada Tauhid
Masuk kedalam Islam secara Kaffah sesuai perintah Allah denganbmenjalankan Rukun Agama secara utuh Islam Iman Ihsan tiga pokok pilar tiang agama.
Firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya, “Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Surat Al-Baqarah ayat 208).
Islam, Iman, dan Ihsan tak Bisa Dipisahkan.
https://www.republika.co.id/berita/qcjm5u366/islam-iman-dan-ihsan-tak-bisa-dipisahkan
Mari Kita Mengenal Kesempurnaan Ajaran Islam Lebih Jelas lagi antara ke 3 rukun agama Islam
Pada Saat Malaikat Jibril mengenalkan agama ini kepada para sahabat yang terkenal dengan Hadis ini adalah Hadis Jibril
Islam Terdiri Dari 3 Rukun
Rukun Islam, Rukun Iman, dan Rukun Ihsan
Malaikat Jibril Datang Untuk Mengajarkan Agama Ini Kepada Sahabat dan kita ummat Islam ".
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه أَيضاً قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَم، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البيْتَ إِنِ اِسْتَطَعتَ إِليْهِ سَبِيْلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآَخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسئُوُلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ: أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي البُنْيَانِ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيَّاً ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرُ أتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟ قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
" Dari Umar radhiyallahu ‘anhu pula dia berkata; pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya, kemudian ia duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendekatkan lututnya lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, seraya berkata:
‘Wahai Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
1⃣ ” Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah Al Haram jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.” Laki-laki tersebut berkata: ‘Engkau benar.’ Maka kami pun terheran-heran padanya, dia yang bertanya dan dia sendiri yang membenarkan jawabannya.
Dia berkata lagi: “Jelaskan kepadaku tentang iman?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
2⃣ “(Iman itu adalah) Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.” Ia berkata: ‘Engkau benar.’ Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi:
‘Jelaskan kepadaku tentang ihsan?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
3⃣ “(Ihsan adalah) Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu.”
Yang kita garis bawahi di sini adalah Rukun Ihsan yang berarti ( baik)
Dia berkata: “Beritahu kepadaku kapan terjadinya kiamat?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.” Ia berkata: “Jelaskan kepadaku tanda-tandanya!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Jika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak pakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan.”
Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Kemudian laki-laki itu pergi, aku pun terdiam sejenak.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku:
“Wahai ‘Umar, tahukah engkau siapa orang tadi?” Aku pun menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Dia adalah Jibril yang datang untuk 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗶𝗻𝗶 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 .” (HR Muslim)
Itulah yang di sebut Islam 3 rukun agama Islam Iman Dan Ihsan
Inti Daripada Ajaran Agama Adalah Untuk Bertaqwa dengan berjalan Menuju Allah Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah agar timbul ketaqwaan lahir maupun bhatin
Bagaimana Cara Bertaqwa Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah Tidak Ada Cara Lain Kecuali Di Bimbing Oleh Guru Waliyullah Sebagai penerus Rasulullah SAW.
" Warosatul Anbiya" tentu mereka Orang Yang Yang Sudah Dekat dan sampai Kepada Allah
Yaitu orang yang banyak mengingat Allah Dengan apa ❓
Dengan banyak ingat kepada Allah karena inilah inti daripada semua amal perbuatan di dunia ini sesuai dengan tujuan Allah menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah dalam surah (Ad-Dzariyat 56 )
Tujuan Beribadah adalah semurni-murninya Ibadah pengabdian kepada Allah mengenalnya ma'rifat dzat -Nya karena Allah ingin di ketahui dikenal (Ma'rifat) maka dari itu Allah menciptakan ciptaanNya selain dirin-Nya dan adanya agama karena mengenal Allah disebut juga Awaludin Ma'rifatullah.
Maka dalam Rukun Ihsan yang berbunyi beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya
Inilah yang disebut ma'rifat tapi bukan ma'rifat Sekedar Sifat-sitlfatnya yang di bahas dalam sifat 20 maupun nama-nama-nya tapi ma'rifat Dzat-Nya itulah Rukun Ihsan. Dengan berma'rifat merasa seolah-olah melihat (Ma'rifat) dan di lihat Allah (Muroqobah) merasakan terus di awasi karena hatinya ingat (dzikir) kepada Allah dengan mengikat diri ke Allah tentu juga untuk membersihkan dan menghindari segala bujukan hawa nafsu dan dosa-dosa, dengan cara yang di ajarkan oleh Guru yang sudah punya resep metodenya untuk membersihkan dosa-dosa kita sendiri dengan dzikir
Allah berfirman :
(يَوْمَ لَا الٌ لَا (88) لَّا اللَّهَ لْبٍ لِيمٍ (89
“(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵.💦 ( QS. Asy-Syu'ara 88-89).
Orang Arif bijaksana berkata :
" Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila ".
(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih 💦 (dari syirik). ” (QS. az Zumar:3).
TALQIN kan : artinya : Ajarkan-lah/ tuntun-lah
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ
Laqinu mautaakum Laa Ilaha Illalloh
Artinya : " TALQINKANLAH
𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗡𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟
dengan "𝗟𝗔𝗔 𝗜𝗟𝗔𝗛𝗔 𝗜𝗟𝗟𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛 " ".
Orang Arif Memahami Mengajarkan Laa Ilaha Illallah Adalah kepada Hati Yang Mati
𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 [ 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽] yang 𝗵𝗮𝘁𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵
" Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, 𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗟𝗔𝗛 Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. (QS.An-Nisa’ 103)
Tidak akan baik sebuah kalbu kecuali apabila menetap padanya ma’rifatullah ma'rifat Dzat (mengenal Dzat Allah ‘azza wa jalla ), Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, mengetahui keagungan-Nya, cinta dan takut kepada-Nya, berharap dan tawakal kepada-Nya.
Inilah hakikat tauhid yang merupakan makna La ilaha illallah. Tidak ada kebaikan bagi kalbu kecuali saat menjadikan Allah Yang Maha Esa sebagai sesembahan yang diibadahi, yang dicintai, dan ditakuti, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Yaitu dengan menerima Talqin Dzikir "Laa Ilaha Illallah" yang ditanamkan di dalam hati orang yang berjalan menuju keridhaan Allah oleh guru rohani bukan guru dzahir tapi guru batin, dan untuk membersihkannya hati kita, " Hendaklah engkau bersama Allah, jika tidak mampu, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat kepada Allah, karena sesungguhnya orang itulah yang akan menyampaikanmu kepada Allah (HR. Abu Daud).
Dan yang paling utama untuk menyambungkan ruh kita kepada Rasulullah SAW.
Yaitu Bertarekat, tujuannya untuk Menjalankan Rukun Agama Yang Ke tiga Yaitu Rukun Ihsan Diatas
Rasulullah SAW. telah Bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).
Pendidikan Ahlak hanya bisa didapatkan dari Rukun ini Ihsan, Ihsan yang berarti Baik.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu 𝘀𝘂𝗿𝗶 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗱𝗮𝗻 yang 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗯𝗮𝗴𝗶𝗺𝘂 (yaitu) bagi orang yang 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗮𝗽 (𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝘁) 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 dan (kedatangan) hari kiamat dan dia 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵”. (QS Al-Ahzab: 21).
Banyak menyebut Allah
Banyak menyebut Allah, artinya dengan Rukun Ihsan yaitu agar selalu merasa dilihat Allah dengan apa❓ tentunya Ingat senantiasa selalu terhubung dengan Allah, atau ingat itu qolbu dzikrullah, Dzikrullah Ibadah Yang Tak pernah putus, dan Sesungguhnya Tujuan Jin dan Manusia di ciptakan Allah tidak lain untuk Ini, Ibadah Wama Holaqotul Jinna Wal Insa Illa liya'budun (QS. Ad Dzariyat 56.)
Dan dzikir adalah benteng diri manusia dari hawa nafsunya. dimana syetan selalu berusaha untuk mendatangi manusia lewat muka belakang kiri dan kanannya, kalau bukan karena Nabi Yusuf Ingat Allah Dzikrullah dia mungkin sudah tergoda oleh Zulaikha.
Dan dengan dzikirlah pencuci hati yang kotor,
Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya bagi tiap-tiap sesuatu ada pengilapnya (pembersihnya). Sesungguhnya pengilap hati adalah dzikrullah.'' (HR Ibnu Abidunya dan Baihaqi dari riwayat Said bin Sinan. Lihat at-Targhib wa at-Tarhib juz 11 hal 243).
Dzikir adalah isi daripada Rukun Ihsan, tentu dengan bimbingan oleh guru yang juga hatinya sudah bersih bukan guru sembarang saja, banyak pintu masuk ke Baitullah Kabbah, tetapi kita hanya butuh satu pintu, banyak guru mengajarkan hati agar bersih karena Qalbu mukmin Baitullah, tapi kita hanya butuh satu orang Guru, bukan guru zhahir, tapi Guru Rohani, Karena Rukun Ihsan Ini adalah amalnya Ruhani jati diri manusia, sedangkan Rukun Islam amal dzahir dan Rukun Iman amal Hati iqtiqad keyakinan Tauhid saja.
“Ketahuilah, sungguh di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah kalbu .” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan : Ihsan itu adalah Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, Qolbu bukan hati daging fisik, Qolbu Yang Benar (Qolbu Yang Abstarak) Bashirah Mata Bhatin (Qolbu) Pusat inti Ruh Manusia.
Klik link jika video tidak muncul https://youtu.be/lxIMcbz8RZU
Dengan hati yang bersih, kita akan mudah mengakses hidayah Allah SWT.
"Barang siapa bertasawuf tanpa fiqih maka akan menjadi zindiq, barang siapa berfiqih tanpa tasawuf maka akan menjadi fasiq, dan barang siapa mengamalkan keduanya maka akan mencapai hakikat." (Imam Malik)
"Intinya Islam, iman dan ihsan adalah satu kesatuan yang dinamakan agama Islam,
Islam, Iman, dan Ihsan tak Bisa Dipisahkan
Islam, iman, dan ihsan adalah satu kesatuan yang disebut agama Islam. Semuanya berjalan bersama beriringan, barang siapa memisahkannya maka telah berkurang sebagian dari agama,"
Baca Tentang Jalan Menuju Ma'rifat Disini
Namun Kenyataan Kebanyakan Ummat Islam Meninggalkan Rukun Ihsan.
Tasawuf Tanpa Thariqah sama dengan Nol
Link 🔗 https://www.nu.or.id/post/read/38418/tasawuf-tanpa-thariqah-sama-dengan-nol
Rabu, Juli 14
Islam Kaffah Itu Bagaimana ?
HADIS RUKUN AGAMA ISLAM [ ISLAM IMAN IHSAN ].
Ihsan berisi inti seolah-olah melihat Allah ( (Ma'rifat) dzat Allah Jalan untuk mencapai makrifat adalah tarekat yang arti tarekat adalah jalan, yaitu jalan untuk Mengenal Allah Ma'rifatullah
Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
" Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah Waisilah,(Seorang Guru) Yang menyampaikanmu kepada Allah) jalan yang mendekatkan diri kepada Allah, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.( QS.Al Maidah 35.)
Mengolah Qolbu Ruh Qudsi https://youtu.be/1vcbZ7jvFZw
Islam Kaffah: Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Ma'rifat
“Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Surat Al-Baqarah ayat 208).
Secara umum ada tiga prinsip dalam beragama Islam yang pokok yaitu Islam, Iman dan Ihsan berdasarkan pada hadis sahih riwayat Muslim dari Umar bin Khattab --yang dikenal dengan hadits Jibril --dimana menurut KH Zezen Zaenal Abidin, Bahwasanya Ini Adalah Ummul Hadist selain yang umum diketahui masyarakat Ummul Qur'an adalah Al-Fatihah
Inilah Tripod Agama Rukun Agama Tripod Agama Islam Tanpa Ke 3 Pilar Ini Tripod Tidak Akan berdiri (Jomplang) dan menurutnya Ihsan bukan sekedar di ketahui tapi tidak di masuki secara utuh di rasakan seperti bunyinya di rasa muqarabah Ma'rifat kepada Allah
" Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ". (QS. An-Nisa 1).
Allah selalu menjaga karena hatimu selalu dzikir
Allah mengawasi karena kita sadari karena ingat Allah (dzikrullah)
Itulah perlunya guru pembimbing ruhani hati Qolbu ruhani yang goflah tertidur mengingat dzikir kepada Allah oleh seorang guru rohani yang sudah paripurna kamil Mukamil sempurna dan penyempurnakan manusia pilihan Allah.
Hal itu dikaitkan dengan percakapan antara malaikat Jibril dan Rasulullah yang ringkasannya sebagai berikut:
Hai Muhammad. Beritahukan kepadaku apa itu Islam! Rasulullah Saw berkata : “Islam adalah Anda bersaksi tiada tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, tegakkan shalat, bayarkan zakat, puasa di bulan Ramadhan, laksanakan haji jika Anda mampu berjalan ke sana. Ia berkata : Anda benar. Kami heran, ia bertanya kemudian ia membenarkan. Ia berkata lagi : Beritahukan kepadaku apa itu Iman! Rasul menjawab : Anda percaya kepada Allah, MalaikatNya, kitan-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari Akhir, dan anda beriman kepada qadar baik dan buruk. Ia menjawab : Anda benar. Ia berkata lagi : Beritahu aku apa itu Ihsan! Rasul berkata : "Anda sembah Allah seolah-olah melihatnya, dan jika Anda tidak dapat melihatnya, maka Ia pasti melihatmu." (Fath al-Bari li Ibn Hajr, (125/1)
ISLAM - Islam yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah syariat,
IMAN - man adalah hakikat
IHSAN - Ihsan itu serupa ma'rifat,
Ketiga jenjang ini pada dasarnya adalah pengejewantahan dari makna takwa.
Maka untuk mengamalkannya butuh tarikat dari seorang pembimbing (mursyid). Agar tidak terjadi ketimpangan, maka ketiganya harus diterapkan secara keseluruhan, yakni syariat, tarekat, dan hakikat untuk mencapai puncak makrifat (pengetahuan).
Syariat tanpa hakikat adalah kosong dan hakikat tanpa syariat adalah batal serta tak berdasar.
Jika dianalogikan, maka syariat itu ibarat perahu, tarekat adalah nahkodanya, hakikat adalah pulau yang hendak dituju dari perjalanan itu, sementara ma'rifat adalah tujuan akhir, yaitu bertemu dengan Sang Pemilik Pulau. Dengan demikian, hakikat dan ma'rifat tak akan mampu dituju oleh salik, tanpa menggunakan perahu dan melalui nahkoda. Karena itu menurut Sayyid Bakri, umat Islam tidak boleh terkecoh untuk mudah meninggalkan syariat atas nama hakikat atau ma'rifat( Sayyid Bakri)
Syariat dan Hakikat.
Syariat adalah wujud ketaatan salik kepada agama Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Syariah adalah sisi praktis dari ibadah dan muamalah dan perkara-perkara ubudiyah. Tempatnya adalah anggota luar dari tubuh. Yang mengkaji khusus ilmu syariah disebut fuqaha (ahli fiqih).
Menurut Syekh Tajudin as-Subki, syariat adalah segala sesuatu yang ditanggungkan kepada seorang hamba. Sedangkan hakikat adalah inti dan makna dari perkara tertentu. Syariat berbasis fiqih, sementara hakikat berbasis iman. Dengan kata lain, syariat adalah pengejawantahan dari perbuatan-perbuatan fiqih, yang digali dari dalil-dalil secara terperinci” (Tajudin as-Subki, kitab jam’u al-jawami’ 1/42)
Relasi keduanya tak terpisahkan. Karena syariat harus diperkuat dengan hakikat dan hakikat dibatasi oleh ketentuan hukum syariat. Sehingga, keberadaan syariat seharusnya mampu mendorong komunikasi langsung "syuhud" antara seorang hamba dan khalik tanpa perantara apa pun.
Ma'rifat dan Tarekat
Makrifat adalah anugerah Allah pada kalangan Al-Arif (orang yang mencapai makrifat) berupa ilmu, rahasia (asrar) dan lataif (kelembutan). Untuk mendapatkan anugerah arifbillah ini, seorang salik tidak dapat begitu saja, tetapi, ia harus menempuh jalan panjang yang berisi tingkatan-tingkatan. Jumlah maqam yang harus dilalui oleh seorang sufi ternyata bersifat relatif. Artinya, antara satu sufi dengan yang lain mempunyai jumlah maqam yang berbeda karena maqāmāt itu terkait erat dengan pengalaman spiritual itu sendiri.
Tarekat
Tarekat adalah kesungguhan hati (mujahadah al-nafs) dan meningkatkan kualitas karakter hati yang kurang menuju kesempurnaan dan naik dalam posisi kesempurnaan dengan sebab ditemani oleh para mursyid. Tarikat adalah jembatan yang menjadi perantara dari syariah menuju hakikat (As-Sayyid, Takrifat, hal. 94).
Urgensinya Mursyid dalam Tarekat
Tujuan tarekat adalah untuk mengenal Allah, sedangkan mursyid bertujuan untuk membimbing atau mengarahkan orang untuk mengenalkan ilmu hakikat dan ma'rifat. Mereka tidak saja akan menjelaskan pentingnya ilmu ini dengan pemisalan yang tinggi, tapi sekaligus sebagai teladan. Sandaran dalam bertarikat harus berguru atau belajar secara langsung kepada orang yang telah ma'rifat, sebagaimana Hadits Nabi Saw:
عن دود عن ابن مسعود قال رسول الله ص م : كُنْ مَعَ اللهِ وَاِنْ لَمْ تَكُنْ مَعَ اللهِ فَكُنْ مَعَ مَنْ كَانَ مَعَ اللهِ فَإِنَّهُ يُوْصِلُكَ اِلَى اللهِ
“Sertakan dirimu kepada Allah, jika kamu belum dapat menyertakan dirimu kepada Allah, maka sertakanlah dirimu kepada orang yang telah beserta Allah, maka ia akan menyampaikan kepada kamu pengenalan kepada Allah.” (H.R. Abu Dawud)
Berdasarkan keterangan Hadits di atas bahwa kita harus menyertakan diri kepada orang yang beserta Allah, artinya kita harus belajar secara langsung kepada orang yang telah dapat serta Allah yang lazim disebut mursyid atau guru atau Syekh. Maka tidaklah berlebihan jika Abu Yazid al-Busthami berpendapat bahwa: ”Barang siapa yang menuntut ilmu tanpa berguru, maka syetan gurunya”, pendapat tersebut didasarkan pada Hadits Nabi Saw:
مَنْ لاَشَيْخٌ مُرْشِدٌ لَهُ فَمُرْشِدُهُ الشَّيْطَانُ
Artinya: “Barangsiapa yang tiada Syekh Mursyid (guru) yang memimpinnya ke jalan Allah, maka syetanlah yang menjadi gurunya "
Karena pentingnya Mursyid ini, seorang ulama tabi’in, Muhammad bin Sirin rahimahullah mnengatakan:
إِنَّ هَذَا العِلْمَ دِيْنٌ فَانْظُرُوْا عَمَّنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Karena itu, perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” (Riwayat Muslim).
Maka wajar jika seluruh syekh tarekat tasawuf sepakat bahwa tak seorang pun boleh mengajarkan dan memberikan bimbingan tentang hakikat, kecuali telah menguasai syariat secara benar dan mendalam seperti lainnya. Seperti Syekh Abu al-Hasan as-Syadzlili, pendiri tarekat as-Syadziliyah. Barangsiapa yang kehilangan akar tak akan berhasil mencapai puncak, kata imam as-Sya’rani sebagaimana dinukil Sayid Bakari. (As-Sayid, Takrifat, hal. 95).
Seperti Syeh Wali Kutub Tuan Syekh Abdul Qadir Jaelani qs.
Wallahu'lam bishawab.
Baca Setiap Orang Wajib Dan Sudah Tahu Ma'rifat https://backtocreator.blogspot.com/2021/07/setiap-manusia-memiliki-ilmu-marifat.html
*Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon
Dikutip sebahagian dari Tribun news Rabu, 17 Maret 2021
https://m.tribunnews.com/tribunners/2021/03/17/islam-kaffah-syariat-tarekat-hakikat-dan-marifat?page=all
Satiop Alak/Setiap Manusia Memiliki Ilmu Ma'rifat, Ilmu Jati Diri Siapa Kita
Satiap Alak Mamboto Ma'rifat.
"Setiap manusia fitrah memiliki ilmu ma'rifat mengenal mengetahui Allah karena segala sesuatu diciptakan dan bersumber dari Allah".
Setiap Manusia Memiliki Ilmu Ma'rifat, Ilmu Jati Diri Siapa Kita?
Adongna agama arani manandai Tuhan. Adanya agama karena mengenal Ma'rifat Akan Tuhan
" Awaludin Maqrifatullah "
Kami Mohon Pembaca Mengupas dan Mentadabburi Semua Artikel Ini Dengan Arif Demi Meraih Ilmu Yang Bermanfaat Dunia Dan Akhirat Semata Karena Mengharapkan Ridho Allah Dengan Niat Lilahi Ta'ala.
QS Ad Dzariyat 51:56
ا لَقْتُ الْجِنَّ الْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Terjemah
Artinya :' Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Ayat ini menegaskan bahwa Allah menjadikan jin dan manusia melainkan untuk mengenal-Nya dan agar memuji-Nya.
Tujuan utama Allah itu menciptakan manusia adalah Ma'rifat Kepada-Nya
Bukan Seperti umum maqrifat asma nama-nama Allah saja.
Ma'rifat dzat itulah yang di inginkan Allah
Zat yang tidak memiliki wujud,
lalu bagaimana ia akan dapat memberikan wujud? Nyatanya Dialah Yang Wujud.
Rasulullah saw berkata kepada Abu Dzar, "Satu jam duduk di majelis ilmu adalah lebih baik di sisi Allah daripada seribu malam beribadah, yang setiap malamnya dilalui dengan shalat seribu rakaat."
Manusia yang paling pandai adalah
yang paling pandai belajar dari
pengetahuan orang lain dan
menambah ilmu pengetahuannya.
Dan, manusia yang paling bernilai
adalah orang-orang yang ilmunya
lebih luas, sementara manusia yang
paling tidak bernilai ialah mereka
yang tidak memiliki
pengetahuan sedikit pun
VIDEO PERBEDAAN TASAWUF DENGAN TAREKAT/JALAN
Ali bin Abi Thalib as berkata, "Tiada harta karun yang lebih baik daripada ilmu pengetahuan."
...niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang mukmin di antaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. (QS. al-Mujadilah: 11).
Bermuhasabah Kenapa kita beragama?
Apa tujuan kita beragama?
Kenapa kita di hidupkan di dunia?
Kenapa kita banyak dosa-dosa, karena hawa nafsu?
Bagaimana cara paling afdolnya melawan hawa nafsu? butuh Tuntunan atau tidak?
" Semua Ibadah-Ibadah Terbaik Di Bumi Ini Terbungkus Dengan Ibadah Kecil baik fiqih (Ingat Kepada Allah) Ma'rifat, Dzikrullah, Dzikir Kofi Tersembunyi, Rukun Agama Ihsan "
Bagaimana kita melawan hawa nafsu /godaan iblis yang di berikan izin oleh Allah yang bertugas menguasai jiwa diri kita?
Siapa diri sebenarnya diri kita ini sebenar benarnya?
Manusia. Sebenar-benarnya Diri Manusia Adalah Ruh Qudsi, Ruh Yang Suci, Bersih, Fitrah
Allah Subhanahu Wata'ala Itu Menciptakan Manusia-Manusia Yang Fitrah, Suci Sebagaimana Fitrah Allah Sendiri.
Mari Kembali Kepada Allah Dialah yang Kita Tuju
“Dan 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶𝗹𝗮𝗵 kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). ” (QS. az-Zumar:54).
Rasulullah SAW bersabda :
Tahlil
ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ فالم انه ﻻَ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ
Dzikir yang paling utama adalah La ilaha ilallah ". (HR Tirmidzi).
حيو باقي
yang hidup kekal abadi
حيو مو جود
yang hidup tetap ada
حيو مقصود
yang hidup 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘁𝘂𝗷𝘂
Sudahkah kita mengadakan perjalanan menuju Allah? Tanya hati kita.
" Sebaik-baik guru adalah yang mengajarkan kita kenal kepada Allah, dan menuntun kita sampai di hadiratNya "
Inilah diri kamu sebenarnya (Ruh Qudsi) Fitrah diri jangan lengah terhadap dirimu sendiri.
Bai'at (janj'i setia) manusia kepada Allah
Di Alam Lahut. (Ruh Qudsi)
Ruh Qudsi Yang Bersaksi Ma'rifat :
وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ
قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا
" Dan Ingatlah " Dulu Ketika Allah mengeluarkan kamu, 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗺𝗯𝗶𝗹 𝗸𝗲𝘀𝗮𝗸𝘀𝗶𝗮𝗻 terhadap jiwamu (Seraya berfirman) : " "Bukankah Aku ini Tuhanmu? "kamu menjawab: "𝗕𝗲𝘁𝘂𝗹 (Engkau Tuhan kami), 𝗮𝗸𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝘀𝗮𝗸𝘀𝗶". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗶𝗮𝗺𝗮𝘁 kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya aku (bani Adam) adalah orang-orang yang LENGAH👂,lalai 𝗹𝘂𝗽𝗮, terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS.7 Al-A'raf :172).
" Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyerumu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, (bai'atmu janji setiamu) jika kamu adalah orang yang beriman, (QS. Al Hadid [57]:8).
Video Pembahasan Ruh Qudsi Oleh KH Zezen Zaenal Abidin Bahzul Asyab.
Bila tidak muncul video tekan Link ini https://youtu.be/349j0I0w3iY
Kenapa Ruh Qudsi Macet Klik ini
Diri sebenar benarnya diri kita itu adalah mengenal ( makrifat) akan Allah.
🔊 Dan kebanyakan dari manusia TIDAK MENGETAHUI/lupa akan janji kepada Allah, dan banyak juga tidak perduli, hanya SEDIKIT dari yang SEDIKIT
Padahal tidak ada PERUBAHAN dari Ciptaan Allah.
" Maka hadapkanlah wajahmu (ruh qudsi/diri sejati-mu ) dengan lurus kepada agama (Allah), (𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽𝗹𝗮𝗵 atas) 𝗳𝗶𝘁𝗿𝗮𝗵 Allah yang telah menciptakan manusia menurut 𝗳𝗶𝘁𝗿𝗮𝗵 itu. 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗔𝗗𝗔 𝗣𝗘𝗥𝗨𝗕𝗔𝗛𝗔𝗡 dalam ciptaan Allah,(itulah) 𝗮𝗴𝗮𝗺𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗨𝗥𝗨𝗦 ,tetapi 💬 𝗞𝗘𝗕𝗔𝗡𝗬𝗔𝗞𝗔𝗡 manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Rum: 30)
" Pencari Dunia jumlahnya banyak, Pencari akhirat jumlahnya sedikit, dan 💬 𝗽𝗲𝗻𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 lebih SEDIKIT DARI YANG SEDIKIT ". [ Syeh Abdul Qadir Jaelani ].
Sekarang anda sudah mengetahui dan di mana posisi kita apakah di kebanyakan atau di sedikit, atau di sedikit dari yang sedikit?
Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗹𝗮𝗻𝗴-𝗵𝗮𝗹𝗮𝗻𝗴𝗶) mereka 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻-𝗠𝘂 yang 𝗹𝘂𝗿𝘂𝘀, kemudian saya akan mendatangi mereka dari 𝗺𝘂𝗸𝗮 dan dari 𝗯𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻𝗴 mereka, dari 𝗸𝗮𝗻𝗮𝗻 dan dari 𝗸𝗶𝗿𝗶 mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’râf/7:16-17]
" Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran besar. Lantas sahabat bertanya, “Apakah pertempuran akbar (yang lebih besar) itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “jihad (memerangi) hawa nafsu.” (Hadis)
💦 " Jihad batin lebih berat dari jihad dzahir, karena jihad batin adalah satu jihad yang terus menerus yang bertujuan memutus semua kehendak dan dorongan hawa nafsu, untuk melakukan perkara-perkara yang terlarang serta mengekang keinginan terhadapnya ". [ Syekh Abdul Qadir Jaelani ].
Kitab Sirul Asrar ( Rahasia Dari Segala Rahasia ) Kitab Syekh Abdul Qadir Jaelani qs. Kitab Sirrul Asror Adalah Kitab Rahasia Dari Rahasia Ilmu Tauhid ( Dr. Ahmad Sukris Samadi Dalam Dakwah Aswaja Majlis Taklim Nurullah, Banjarmasin.
Pastikan Simak Penjelasan kitab ini Awal Penciptaan Manusia Apa Kandungnya bagi Tauhid kita di akun YouTube : Cak Kondoor https://youtu.be/CO7j4phH1Gs
Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". ( QS.12 Yusuf 108)
Bagaimana Membuka Ruh Qudsi Penjelasan https://youtu.be/IPSPZvoxwsk
Jika Allah Maha Suci (Subhanallah)
Bagai caranya kita yang banyak dosa-dosa ini agar di terima Allah nanti sesudah kiamat ?
Allah berfirman :
(يَوْمَ لَا الٌ لَا (88) لَّا اللَّهَ لْبٍ لِيمٍ (89
“ (Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵.💦 ( QS. Asy-Syu'ara 88-89).
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih 💦 (dari syirik). ” (QS. az Zumar:3).
Tidak akan baik sebuah kalbu kecuali apabila menetap padanya ma’rifatullah ma'rifat Dzat (mengenal Dzat Allah ‘azza wa jalla ), mengetahui keagungan-Nya, cinta dan takut kepada-Nya, berharap dan tawakal kepada-Nya.
Inilah Hakikat Tauhid yang merupakan makna La ilaha illallah. Tidak ada kebaikan bagi kalbu kecuali saat menjadikan Allah Yang Maha Esa sebagai sesembahan yang diibadahi, yang dicintai, dan ditakuti, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Ingatlah bahwasanya syrik kecil menurut hadis adalah Bagaikan semut hitam merayap tengah malam pekat di atas batu hitam.
RUKUN AGAMA ISLAM TERDIRI DARI TIGA (Tripod)
ISLAM, IMAN, IHSAN
𝗦𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗦𝗮𝘁𝘂 𝗥𝘂𝗸𝘂𝗻 𝗔𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗹𝘂𝗽𝗮𝗸𝗮𝗻 hakikatnya Yaitu 𝗥𝘂𝗸𝘂𝗻 𝗜𝗵𝘀𝗮𝗻 (Baik).
Pada Saat Jibril Mengenalkan Agama ini Kepada Para Sahabat Melalui Rasulullah SAW. Sesudah Menjelaskan Tentang Islam dan Iman
Kemudian ia (Jibril) berkata: Beritahukan kepadaku 𝗮𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗜𝗵𝘀𝗮𝗻 itu? Nabi bersabda:
ٱعبدالله كا نك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك
( Ihsan ialah) " Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya. Jika engkau tidak bisa melihatnya, 𝘀𝗲𝘀𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗜𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁𝗺𝘂. (HR Muslim).
Penjelasan : Ihsan seakan-akan melihatnya itu adalah Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, Qolbu bukan hati fisik, Qolbu Yang Benar adalah (Qolbu Yang Abstarak) Bashirah Mata Bhatin (Qolbu) Pusatnya Ruh Manusia.
🔑 Itulah rukun Ihsan (baik)
Muraqabah, merasa di awasi ingat Kepada-Nya dzikir (Pengawasan Allah)
Dikatakan demikian manakala jiwa itu bagaikan teman yang berkhianat, karena itu (ihsan) tiada jalan untuk membiarkannya barang sekejappun, agar jiwa tidak berhianat karena ia dapat menghancurkan modal (amal-amal baik) bahkan meraih keuntungan, untuk itu diperlukan adanya pengawasan secara terus menerus di setiap gerakan baik dalam diamnya sekalipun dan setiap detiknya.
Sebagaimana firman Allah :
ان الله كان عليكم رقىبا
" Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ". (QS. An-Nisa 1).
Selalu Menjaga siapa? Bagi orang yang ingat ( berdzikir)
Mengawasi siapa ? bagi orang yang merasakan dilihat Allah (ingat Allah, dzikir hati perasaan berucap menyebut Allah)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. 𝗔𝗸𝘂 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗶𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁-𝗞𝘂. Jika 𝗶𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁-𝗞𝘂 🏷𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗮𝗻, 𝗔𝗸𝘂 akan mengingatnya 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗶𝗿𝗶-𝗞𝘂. .. (Hadist Qudsi)
💎Sesungguhnya merasa dilihat Allah adalah Ingat kepada Allah (Muraqabah) di sebut dzikir, inj adalah merupakan Inti dari segala Ibadah sesuai tujuan di ciptakan-Nya jin dan Manusia untuk beribadah, berma'rifat kepada Allah dalam surah Ad Dzariyat 56, dengar kata lain Dzikir itu mengikat diri ke Allah senantiasa tak putus-putus.
MURAQABAH (Merasa selalu dilihat Allah)
Tingkatkan Muraqabah Jembatan untuk mencintai Allah https://youtu.be/RiCaMViZg0w
Pembuka Alam Ruh https://youtu.be/tZksTm1mZjA
Cara Terbaik Untuk Meraih Dzikir ( Ingat Kepada Allah) Dengan Mencari Guru Rohani Yang Akan Membawa Hati Hidup Inilah Yang Akan Menyelamatkan Seseorang Di Akhirat ( Syekh Abdul Qodir Jaelani. qs)
Guru itulah sebagai penerus Para Nabi Warosatul Anbiya Waliyullah, Daripada Rukun Agama Yang Ke 3 (Ihsan) Adalah, Mengaktifkan Kesadaran Diri Yang Sering Lengah, Lupa Kepada Allah, Mengikatkan Diri (rasa) ke Allah Dengan Semurni-murninya Tauhid, Dari Segala Musryk, Halus Samar (Kofi) Tersembunyi, Dan Untuk Selalu Berharap Kepada Ridho Allah
Lisan Mendawamkan Laa Ilaha Illallah
Hati Senantiasa selalu menyebut-nyebut "Allah" Tanpa Ruang Dan Waktu sampai nyawa hilang
🏷“Wahai manusia jagalah dirimu dari syirik, karena ia lebih tersembunyi daripada rayapan semut. seseorang yang bertanya kepada Allah: bagaimanakah kami menjaganya ya Rasulullah padahal ia lebih tersembunyi dari rayapan semut. Beliau menjawab: Permintaanlah ' Ya Allah sesungguhnya kami mohon kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan mohon maaf kepada-Mu dari sesuatu yang tidak kami ketahui' (HR. Ahmad).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. 𝗔𝗸𝘂 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗶𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁-𝗞𝘂. Jika 𝗶𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁-𝗞𝘂 🏷𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗮𝗻, 𝗔𝗸𝘂 akan mengingatnya 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗶𝗿𝗶-𝗞𝘂. .. (Hadist Qudsi)
" Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah 𝘀𝗮𝗹𝗮𝘁 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧 🏷𝗔𝗸𝘂 .[ QS.Taha 14.]
" Maka 𝗮𝗽𝗮𝗯𝗶𝗹𝗮 kamu telah menyelesaikan shalatmu, 𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗟𝗔𝗛 🏷Allah di 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗶𝗿𝗶, di 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗱𝘂𝗱𝘂𝗸 dan di 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗮𝗿𝗶𝗻𝗴. (QS.An-Nisa’ 103)
Allah berfirman :
" Sungguh, telah ada pada " (𝗱𝗶𝗿𝗶) 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 itu 𝘀𝘂𝗿𝗶 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗱𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗯𝗮𝗴𝗶𝗺𝘂 (yaitu) bagi orang yang 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗮𝗽 (𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝘁) 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁 🏷𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 .( QS. Al-Ahzab 21)
" Maka 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻 yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁 🏷𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS.39 Rombongan² Az Zumar :22).
"Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah bersabda perbaharuilah keimanan kalian!" Ditanyakan," "Ya Rasulullah, bagaimanakah kami 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗵𝗮𝗿𝘂𝗶 Iman kami? Beliau bersabda, "𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸𝗹𝗮𝗵 mengucapkan " La ilaha illallah." (H.r. Ahmad dan Thabrani).
Tujuan mendapatkan ijasah dzikir dari guru ruhani adalah membersihkan hati dengan di tuntun caranya bukan di dapat dari majlis umum yang menyuruh membersihkan hati tapi tidak mengetahui caranya dan guru tersebut juga bukan orang yang sudah bersih hatinya bukan pula punya cara untuk membersihkannya.
TALQIN KALIMAT DZIKIR LAA ILAHA ILLALLAH.
TALQIN kan : artinya : AJARKAN-lah, Tuntun-lah, Ingatkanlah
Talqin Dzikir Bukan Hanya Untuk Orang Yang Akan Sakaratul Maut, Talqin Dzikir Juga Untuk Orang Yang Akan Menghadapi Sakitnya Sakaratul Maut Membiasakan Diri Yang Akan Menghadapi Dahsyatnya Sakaratul Maut, Talqin yang di Ijazahkan Oleh Guru Mursyid Yang Bertujuan Membiasakan Lisan dan hati Yang Akan Menghadapi Sakaratul Maut Dan Di bawah nanti kita dapatkan Talqin Rasulullah SAW Kepada Para Sahabatnya Kalimat Laa Ilaha Illallah dan Talqin Dzikir Kofi Idzmu Dzat ( Allah)kepada Saidina Ali R'a.
Orang yang sakaratul maut itu telinganya sulit mendengar rasa dahaganya: andai semua air diminumkan kepada orang yang sakaratul maut itu tidak cukup untuk menyegarkannya, gemuruhnya : bagaikan seribu petir, rasa perihnya,: bagaikan seribu sayatan pedang dan yang mentalqinkannya bukan mursyid hanya orang biasa apa adanya, jangan cukup dengan begitu saja,
Bahas Tentang Talqin Klik DISINI 📍
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ
Laqinu mautaakum Laa Ilaha Illallah
Artinya : " TALQINKANLAH
𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗡𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟
dengan "𝗟𝗔𝗔 𝗜𝗟𝗔𝗛𝗔 𝗜𝗟𝗟𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛 " ".
📒Siapa yang menuntun ? Guru Ruhani Yang Sudah Sampai Yang Hatinya juga Suci, Manusia Pilihan Allah
📗Siapa 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 ? Semua Manusia.
📘Siapa yang di tuntun? 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽] yang 𝗵𝗮𝘁𝗶𝗻𝘆𝗮, lengah, 𝗹𝘂𝗽𝗮 janji setianya 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 di Alam Lahut >QS.7.172 ].
Terbukanya Bhatin Dalam Thoriqoh KH Zezen Zaenal Abidin https://youtu.be/n0fN-YFFujc
𝗦𝘆𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 Ihsan Merasa di awasi Allah, Muqarabah (𝘇𝗶𝗸𝗶𝗿) 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝘁 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹 𝗤𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗝𝗮𝗲𝗹𝗮𝗻𝗶.
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, cara terbaik untuk meraih muqarabah Merasa dilihat Allah ( dzikir) itu semua ialah dengan 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗴𝘂𝗿𝘂 𝗥𝗼𝗵𝗮𝗻𝗶 yang akan membawa 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽. Inilah yang akan menyelamatkan seseorang di akhirat.( Dzikir Itu Di Ijazahkan)
Bacalah disini Selengkapnya: disini
Nabi Muhammad SAW mengambil Bai'at (janji setia) pada waktu membai’atkan sahabat-sahabatnya.
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Tabrani bahwa Rasulullah SAW pernah mentalqinkan sahabat-sahabatnya secara berombongan atau perseorangan.
Talqin berombongan pemah diceritakan oleh Syaddad bin Aus : Pada suatu ketika kami berada dekat Nabi SAW.Beliau bersabda :”Apakah diantara kamu ada orang asing?” Maka jawab saya : “Tidak ada.”Lalu Rasulullah SAW menyuruh menutup pintu dan berkata ,’Angkat tanganmu dan ucapkanlah LAA LLAHA ILLALLAAH: Seterusnya beliau berkata, “segala puji bagi Allah wahai Tuhanku,. Engkau telah mengutus aku dengan kalimat ini dan Engkau menjadikan dengan ucapannya karunia surga kepadaku dan Engkau tidak sekali-kali menyalahi janji. ”
Kemudian beliau berkata pula, “Belumkah aku memberikan,kabar gembira kepadamu bahwa Allah telah mengampuni bagimu semua ?
Maka bersabdalah Rasulullah SAW , “Tidak ada golongan manusiapun yang berkumpul dan melakukan dzikrullah dengan tidak ada niat lain melainkan untuk Tuhan semata-mata, kecuali nanti akan datang suara dari langit. Bangkitlah kamu semua, kamu sudah diampuni dosamu dan sudah ditukar kejahatanmu yang lampau dengan kebajikan;
Oleh karena itu Allah SWT berfirman “Maka bergembiralah kamu dengan bai’atmu, yang kamu telah lakukan itu adalah kejayaan yang agung,”(QS: At-Taubah; ayat: 111):
Jual beli, janji atau Bai'at arti yang sama
KISAH ALI BIN ABI THALIB RA
Tentang bai’at perseorangan pernah diceritakan oleh Yusuf Al-Kurani dan teman-temannya dengan sanad yang sah bahwa Sayyidina ‘Ali ra bertanya kepada Nabi SAW,” Ya Rasulullah, tunjukilah aku jalan yang sependek-pendeknya kepada Allah SWT dan yang semudah-mudahnya dan yang paling utama dapat ditempuh oleh hambanya pada sisi Allah SWT.”
Maka bersabdalah Rasulullah SAW “hendaknya kamu lakukan dzikrullah yang kekal (dzikir dawam) dan ucapan yang paling utama yang pemah kulakukan dan dilakukan oleh Nabi-Nabi sebelum aku, yaitu LAA ILAAHA ILLALLAAH. Jika ditimbang tujuh petala langit dan bumi dalam satu daun timbangan, dan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH dalam satu timbangan yang lain, maka akan lebih berat kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH dalam daun timbangan yang lain.
Kemudian Beliau SAW berkata, “Wahai Ali, tidak akan datang kiamat jika di atas muka bumi ini masih ada orang yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH.”
Sayyidina Ali ra berkata : “Bagaimana caranya aku berdzikir itu, ya Rasulullah ?”
Nabi SAW menjawab, “pejamkan kedua matamu dan dengarkan aku mengucapkan tiga kali. Kemudian engkau mengucapkan tiga kali pula. ”
Sayyidina Ali ra pun mendengarkannya. Maka berkatalah Rasulullah saw,” LAA ILAAHA ILLALAAH. ” Kalimat tersebut diucapkan tiga kali sambil kedua matanya dipejamkan dan suara dikeraskan. Sedangkan Ali ra medengarkannya. Kemudian Ali ra mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH sebanyak tiga kali. Sedangkan Nabi SAW mendengarkannya.
Demikian cara talqin (Tuntun) dzikir yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib ra yang kemudian diterangkan, bahwa talqin dzikir hati yang bersifat bathiniyah, yang demikian itu dilakukan dengan isbat, tidak dengan nafi, lafadisim zat seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Katakanlah, Allah kemudian tinggalkan sifat mereka bermain-main di dalam kesesatan.” (QS: Al An’am: ayat 91)
Nabi SAW memeringatkan Sayyidina Ali ra, “Wahai Ali, pejamkan kedua matamu, katupkan kedua bibirmu dan lipatkan lidahmu, lalu sebutkan’ “ALLAH…ALLAH”..
Firman Allah dalam Al Qur’an DZIKIR KOFI (Qolbu) dzikir tersembunyi
Firman Allah dalam Al Qur’an
وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً
وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ
بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ
وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ
" Dan sebutlah (Allah) dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang LALAI. (QS.7:205)
Inilah yang dilakukan setelah selesai dzikir jahar( keras) oleh tarekat TQN Suryalaya Tasikmalaya yang disebut Tawajjuh dzikir kofi (hati) https://youtu.be/0rb4XgGJQCo
www.tqnnews.com Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah www.tqnnews.com
https://kelakarpena.wordpress.com/2010/04/29/asbabun-nuzul-talqin-dan-baiat-dzikrullah/
Haruskah salik menjalani bai'at janji setia, menerima ijazah dzikir?
Selanjutnya https://www.republika.co.id/berita/m055b8/haruskah-salik-menjalani-baiat-2
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, cara terbaik untuk meraih dzikir itu semua ialah dengan mencari guru rohani yang akan membawa hati hidup. Inilah yang akan menyelamatkan seseorang di akhirat.
Nabi Musa AS berkata kepada Rabbnya, " Ya Allah, ajarkanlah kepadaku tentang sesuatu untuk berzikir kepada-Mu?" Allah Ta’ala pun menjawab, " Ucapkanlah Laa ilaha illallah."
Dalam riwayat yang disampaikan oleh Imam an-Nasa'i ini, Nabi Musa AS memohon kepada Allah Ta’ala selepas mendapatkan ajaran tentang kalimat zikir yang mulia itu. Pinta Nabi Musa As, " Ya Allah, setiap kali mengucapkan zikir ini, berikanlah aku pahala yang istimewa."
Sebagaimana disebutkan dalam hadist Qudsi dari Abu Sa’id al-Khudri, Allah Ta’ala mengatakan dalam firman-Nya “ Wahai Musa, 📝seandainya tujuh lapis bumi beserta isinya digabungkan dengan tujuh lapis langit dengan seluruh semestanya dan diletakkan di sebelah timbangan kalimat🔒 Laa ilaha illallah, niscaya kalimat itu lebih berat, melebihi semua itu.”
Begitu besarnya keutamaan kalimat dzikir ini, sehingga beratnya melebihi tujuh lapis langit dan bumi. Padahal menurut kita selama ini, bumi beserta isinya saja sudah sedemikian berat. Namun nyatanya, kalimat yang mudah diucapkan ini memiliki keutamaan dibanding hal itu.
Ikhlas Mengucapkan tanpa mengharapkan pamrih atau seperti surga misalnya.
Tapi memang faktanya, kalimat tidak semua mampu mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah ini. Hanya manusia pilihan Allah saja yang dengan ikhlas mengucapkan kalimat ini.
من قال لا إله إلا الله صادقا من قلبه دخل الجنة
“Barangsiapa mengucapkan kalimat 🔒la ilaha illallah dengan jujur dari dalam hatinya maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya).
Dalam hadits qudsi Allah berfirman: " La Ilaha Illallah adalah 𝗯𝗲𝗻𝘁𝗲𝗻𝗴𝗸𝘂, dan orang yang mengucapakan 🔒La Ilaha Illallah berarti masuk pada benteng-Ku, dan orang yang masuk 𝗯𝗲𝗻𝘁𝗲𝗻𝗴-𝗞𝘂 akan 𝗮𝗺𝗮𝗻 dari siksa-Ku (artinya akan selamat dunia akhirat orang yang selalu memperbanyak La Ilaha Illallah)".
عَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَا۠ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ
" Qul hadzihi sabiilii ad’uu ilallahi ‘ala bashiiratin anaa wamaniittaba’anii wasubhaanallahi wamaa anaa minal musyrikiin(a);
Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah (pandangan basirah) yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS.12:108)
Mata bathin (Bashirah)
" Iblis berkata, “Aku akan menjadikan mereka (manusia) memandang indah perbuatan maksiat di muka bumi. Dan pasti aku akan menyesatkan mereka semua kecuali hamba-hamba Engkau yang MUKHLIS ”.(Al Hijr ayat 39).
"Iblis menjawab, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, KECUALI hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." [Shâd/38:82-83].
"Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang 🔒IKHLAS tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat".(QS. Al-Hijr 15 :42)
"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan 𝗯𝗲𝗿𝘁𝗮𝘄𝗮𝗸𝗸𝗮𝗹 kepada Rabb-nya. (QS.An Nahl 99:100).
Mukhlis Ikhlas, Tawakkal semua itu di qolbu kita maka Nur diri (Qolbu) harus di hidupkan oleh guru yang sudah hidup qolbunya kalimat Tayyibah " Laa Ilaha Illallah " dan Idzmu Dzat " Allah " tertanam di Qolbu oleh guru rohani
Dzikir 3 fungsi Hati
Wadah/Tempat, Raja/ Harap, Energy. akun The Power of Dzikir LOA Law of Attraction https://youtu.be/b0vhnHwcoao
Kita Hidup Di Dunia Ini Hanyalah Pendatang Yang Mengembara Sesa'at Saja Kita Telah Di Peringatkan Allah Agar Kembali Ma'rifat Sesuai Janji (Bai'at) Kita Dalam Surah Tempat Yang Tertinggi [QS.Al-A'raf Ayat 172] Agar Jangan Lalai Dengan Bai'at Itu. Di Pelajari Dalam Rukun Agama Yang Ke Tiga Rukun Ihsan (Baik).
Sirrul Asrar ( Rahasia Dari Segala Rahasia ) Kitab Syekh Abdul Qadir Jaelani qs.Tauhid
Sirul Asror Adalah Kitab Rahasia Dari Rahasia Ilmu Tauhid ( Dr. Ahmad Sukris Samadi Dalam Dakwah Aswaja Majlis Taklim Nurullah, Banjarmasin.
Sirul Asror Bagian ke 2 Kembali Ke negeri Asal
BACA ISLAM KAFFAH ITU BAGAIMANA❓
https://backtocreator.blogspot.com/2021/07/islam-kaffah-itu-bagaimana.html
Wallohua'lam Semoga Bermanfaat, Wassalam












