Laman

Rabu, Agustus 18

Ilmu Syariat Dan Ilmu Ma'rifat Satu Kesatuan Yang Tidak Terpisah

Ilmu Syariat & Ilmu Ma'rifat Ada Pada Satu Tempat Tak Bisa Terpisah.

" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (Az Zaariyat 51: 49).

Sebagaimana Tubuh dengan Ruh dan sebagaimana Rukun Islam Iman Adalah Syari'at & Rukun Ihsan adalah Ma'rifat Ilmu tentang Akhlak/Adab/Tasawuf pengamalannya adalah menempuh jalan ( ber-Tharekat /jalan, metode, cara) dengan bimbingan guru ruhani hasilnya adalah Ma'rifat ( Seolah-olah Melihat Allah ) dan merasa selalu diawasi Allah ( Muraqabah ) bersama Allah.

Tujuan manusia dihidupkan adalah Ibadah,(Ma'rifat) QS.5156 ibadah yang di sertai ma'rifat ibadah tanpa ma'rifat adalah gerak gerik ritual kosong tak bermakna.

Rukun Ihsan : “ Ihsan itu adalah kalian beribadah/menyembah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya. Kalaupun kalian tidak bisa melihat-Nya, maka ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Melihat kalian (apa yang kalian kerjakan).” ( HR Muslim).

Sebagaimana pula tentang talqin, talqin bagi ilmu syari'at dan talqin dalam ilmu tasawuf, ayat yang sama mengenai talqin yaitu : Laqinu mautakum Laa Ilaha Illallah artinya : Talqinlanlah/bimbinglah orang yang akan mati dengan Laa Ilaha Illallah yang men talqin/membimbing orang sembarangan itu talqin bagi ilmu syari'at untuk orang sakaratulmaut, sedangkan talqin dalam ilmu rukun Ihsan/ ilmu tasawuf adalah talqinlanlah/ bimbinglah orang yang akan mati ( calon mati semua orang yang akan mati namun berfokus pada hati yang lalai banyak lupa mengingat Allah hati yang mati mengingati Allah agar hati itu hidup mengingat Allah yang membimbingkan talqin pun bukan sembarangan orang tetapi adalah oleh guru ruhani pula yang bersih hatinya pilihan Allah Waliyullah Wali Mursyid sebagaimana pada ( QS.18: 17) & ( QS. 5: 35 ) & (QS. 10:62) dengan tujuan utamanya agar menghadap Allah sudah terbiasa lisan dan hatinya menyebut Allah dan menghadap Allah dalam dalam keadaan bersih ( QS.26: 88-89)

Syariat merupakan penyembahan mahluk kepada Sang Khalik. Sedangkan Hakikat adalah kesaksian mahluk terhadap kehadiran-Nya. ( Imam Al-Qusyairi ).

" Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, (Syari'at & Hakikat) antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing ( QS.19:20).

Allah membatasi manusia dengan hati-nya artinya ilmu pengetahuan lahir-nya tubuh jasmani-nya dengan Ilmu pengetahuan batin-nya tubuh ruhani-nya

" ... sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hati (qolbu-nya )dan sesungguhnya kepadanyalah kamu akan dikumpulkan. (QS Al Anfal 8: 24).

" barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hati (qolbu-nya). QS. 64:11).

Tonton video berikut  ini https://youtu.be/gBQoOgIkCbs

Baca juga Kewajiban Seorang muslim dituntut berjihad melawan hawa nafsunya  


Minggu, Agustus 8

Perlunya Guru Rohani Jika Menjalankan Rukun Pokok Agama Islam

RUKUN AGAMA ISLAM ( ARKANUDDIN) TERDIRI DARI 3 RUKUN ( Hadist Jibril ) Adalah Keyakinan Pokok Ummat Islam.


Pentingnya Keberadaan Mursyid dalam Tarekat (1)

Hadist Jibril Keyakinan Pokok Utama Agama Islam. Islam Iman Ihsan

Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata :

Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan berambut sangat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan ia letakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya. Selanjutnya ia berkata : “Ya Muhammad,

1. beritahulah aku tentang Islam.”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Islam adalah engkau bersaksi tidak ada yang berhak disembah dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; engkau menegakkan shalat; engkau menunaikan zakat; engkau berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,”. Lelaki itu berkata, “Engkau benar”, maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.

2. Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab, “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malikat Nya, kitab-kitab Nya, para Rasul Nya, hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk”. Ia berkata, “Engkau benar”. Dia bertanya lagi: 

3. “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, yakinlah bahwa sesungguhnya Dia melihatmu.”. 

Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”. Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”. Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”. Nabi menjawab, “Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju, miskin papa, serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”. Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun memendam hal tersebut beberapa lama, hingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai Umar, tahukah engkau, siapa yang beberapa waktu lalu bertanya itu ?”. Aku menjawab, “Allah dan RasulNya lebih mengetahui,”. Beliau bersabda, “Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”. [HR Muslim]

Dalam hal Ilmu Fiqih/Syariah terdapat dalam --- Rukun Islam ---

Dalam hal ilmu Aqidah keyakinan terdapat dalam --- Rukun Iman ---

Dalam hal Ilmu ahlak/adab/tasawuf terdapat dalam --- Rukun Ihsan ---- 
Untuk menerapkan ilmu tasawuf jalan pengamalannya adalah Tharekat dengan bimbingan guru ruhani.

Ketiganya Keyakinan Pokok Ummat Islam.

Dalam Rukun Islam Kita belajar Imu Fiqih
Dalam Rukun Iman Kita belajar Ilmu Aqidah 
Sedangkan dalam Rukun Ihsan kita belajar Imu Ahlak atau adab, bagian batin ruhani belajar Ilmu Ahlak adalah belajar Ilmu Tasawuf, Dalam Tasawuf Kita Belajar Mensucikan diri praktek di dalam mensucikan diri kita butuh pembimbing guru yang berkaitan dengan Ilmu ruhani jalan yang mengetahui caranya.

Defenisi Tasawuf - ada 3
1. Imu untuk mengetahui keadaan qobu baik dan buruknya
2. berupaya membersihkannya
3. Mengadakan perjalanan menuju Allah ( Tanwirul Qulub).

Siapa orang yang tak memerlukan seorang penunjuk jalan kalau kita tidak kenal jalan dalam mengarungi perjalanan yang belum kita kenal?

Ali al Khawas berkata dalam syairnya,

Jangan menempuh jalan yang tidak engkau kenal tanpa penunjuk jalan,

Sehingga engkau terjerumus dalam jurang-jurangnya.


Inilahcom Jakarta |
Allah Swt. berfirman: "Barangsiapa mendapatkan kesesatan, maka ia tidak akan menemukan (dalah hidupnya) seorang wali yang mursyid" (Al-Quran Kahfi Surah Al-Kahfi 17 ).

Dalam tradisi tasawuf, peran seorang Mursyid (pembimbing atau guru ruhani) merupakan syarat mutlak untuk mencapai tahapan-tahapan puncak spiritual. Eksistensi dan fungsi Mursyid atau wilayah kemursyidan ini ditolak oleh sebagaian ulama yang anti tasawuf atau mereka yang memahami tasawuf dengan cara-cara individual.

Mereka merasa mampu menembus jalan ruhani yang penuh dengan rahasia menurut metode dan cara mereka sendiri, bahkan dengan mengandalkan pengetahuan yang selama ini mereka dapatkan dari ajaran Al-Quran dan Sunnah. Namun karena pemahaman terhadap kedua sumber ajaran tersebut terbatas, mereka mengklaim bahwa dunia tasawuf bisa ditempuh tanpa bimbingan seorang Mursyid.

Pandangan demikian hanya layak secara teoritis belaka. Tetapi dalam praktek sufisme, hampir bisa dipastikan, bahwa mereka hanya meraih kegagalan spiritual. Bukti-bukti historis akan kegagalan spiritual tersebut telah dibuktikan oleh para ulama sendiri yang mencoba menempuh jalan sufi tanpa menggunakan bimbingan Mursyid. Para ulama besar sufi, yang semula menolak tasawuf, seperti Ibnu Athaillah as-Sakandari, Sulthanul Ulama Izzuddin Ibnu Abdis Salam, Syeikh Abdul Wahab asy-Syarani, dan Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali akhirnya harus menyerah pada pengembaraannya sendiri, bahwa dalam proses menuju kepada Allah tetap membutuhkan seorang Mursyid.

Masing-masing ulama besar tersebut memberikan kesaksian, bahwa seorang dengan kehebatan ilmu agamanya, tidak akan mampu menempuh jalan sufi, kecuali atas bimbingan seorang Syekh atau Mursyid. Sebab dunia pengetahuan agama, seluas apa pun, hanyalah "dunia ilmu", yang hakikatnya lahir dari amaliah. Sementara, yang diserap dari ilmu adalah produk dari amaliah ulama yang telah dibukakan jalan marifat itu sendiri.

Jalan marifat itu tidak bisa begitu saja ditempuh begitu saja dengan mengandalkan pengetahuan akal rasional, kecuali hanya akan meraih Ilmul Yaqin belaka, belum sampai pada tahap Haqqul Yaqin. Alhasil mereka yang merasa sudah sampai kepada Allah (wushul) tanpa bimbingan seorang Mursyid, wushul-nya bisa dikategorikan sebagai wushul yang penuh dengan tipudaya. Sebab, dalam alam metafisika sufisme, mereka yang menempuh jalan sufi tanpa bimbingan ruhani seorang Mursyid, tidak akan mampu membedakan mana hawathif-hawathif (bisikan-bisikan lembut) yang datang dari Allah, dari malaikat atau dari syetan dan bahkan dari jin. Di sinilah jebakan-jebakan dan tipudaya penempuh jalan sufi muncul. Oleh sebab itu ada kalam sufi yang sangat terkenal: "Barangsiapa menempuh jalan Allah tanpa disertai seorang guru, maka gurunya adalah syetan".

Oleh sebab itu, seorang ulama sendiri, tetap membutuhkan seorang pembimbing ruhani, walaupun secara lahiriah pengetahuan yang dimiliki oleh sang ulama tadi lebih tinggi dibanding sang Mursyid. Tetapi, tentu saja, dalam soal-soal Ketuhanan, soal-soal bathiniyah, sang ulama tentu tidak menguasainya.

Sebagaimana ayat al-Quran di atas, seorang Syekh atau Mursyid Sufi, mesti memiliki prasyarat yang tidak ringan. Dari konteks ayat di atas menunjukkan bahwa kebutuhan akan bimbingan ruhani bagi mereka yang menempuh jalan sufi, seorang pembimbing ruhani mesti memiliki predikat seorang yang wali, dan seorang yang Mursyid. Dengan kata lain, seorang Mursyid yang bisa diandalkan adalah seorang Mursyid yang Kamil Mukammil, yaitu seorang yang telah mencapai keparipurnaan marifatullah sebagai Insan yang Kamil, sekaligus bisa memberikan bimbingan jalan keparipurnaan bagi para pengikut thariqatnya.

Tentu saja, untuk mencari model manusia paripurna setelah wafatnya Rasulullah saw. terutama hari ini, sangatlah sulit. Sebab ukuran-ukuran atau standarnya bukan lagi dengan menggunakan standar rasional-intelektual, atau standar-standar empirisme, seperti kemasyhuran, kehebatan-kehebatan atau pengetahuan-pengetahuan ensiklopedis misalnya. Bukan demikian. Tetapi, adalah penguasaan wilayah spiritual yang sangat luhur, dimana, logika-logikanya, hanya bisa dicapai dengan mukasyafah kalbu atau akal hati.

Karenanya, pada zaman ini, tidak jarang Mursyid Tarekat yang bermunculan, dengan mudah untuk menarik simpati massa, tetapi hakikatnya tidak memiliki standar sebagai seorang Mursyid yang wali sebagaimana di atas. Sehingga saat ini banyak Mursyid yang tidak memiliki derajat kewalian, lalu menyebarkan ajaran tarekatnya. Dalam banyak hal, akhirnya, proses tarekatnya banyak mengalami kendala yang luar biasa, dan akhirnya banyak yang berhenti di tengah jalan persimpangan.

Lalu siapakah Wali itu? Wali adalah kekasih Allah Swt. Mereka adalah para kekasih Allah yang senanatiasa total dalam thaat ubudiyahnya, dan tidak berkubang dalam kemaksiatan. Dalam al-Quran disebutkan: "Ingatlah, bahwa wali-wali Allah itu tidak pernah takut, juga tidak pernah susah."

Sebagian tanda dari kewalian adalah tidak adanya rasa takut sedikit pun yang terpancar dalam dirinya, tetapi juga tidak sedikit pun merasa gelisah atau susah. Para Wali ini pun memiliki hirarki spiritual yang cukup banyak, sesuai dengan tahap atau maqam dimana, mereka ditempatkan dalam Wilayah Ilahi di sana. Paduan antara kewalian dan kemursyidan inilah yang menjadi prasyarat bagi munculnya seorang Mursyid yang Kamil dan Mukammil di atas. 

Jumat, Juli 30

Rukun Ihsan Sebagai Penjaga Rukun Lainnya

 

Ihsan Sebagai Penjaga Rukun Islam Dan Rukun Iman Sebelumya.


Oleh: Hannan Putra --Hebatnya gejolak syahwat yang meliputi setiap jiwa anak muda juga dirasakan oleh para nabi. Seperti Nabi Yusuf AS, pada usianya yang muda belia lagi lajang, Yusuf muda juga memiliki gelora syahwat layaknya manusia normal. Lantas, bagaimanakah jadinya jika seorang anak muda dalam kondisi ini dirayu seorang wanita cantik untuk berbuat maksiat?

Inilah yang dikisahkan Allah SWT dalam Alquran. "Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya." (QS Yusuf [12]: 24).

Anak muda mana yang tidak tergiur berbuat maksiat dalam kondisi tersebut. Apa yang kurang dari Zulaikha? Seorang wanita cantik, kaya raya, dan bangsawan. Seluruh yang diinginkan laki-laki ada pada dirinya. Yusuf dan Zulaikha hanya berdua saja dalam rumahnya. Pemuda manakah yang bisa selamat jika menjadi Yusuf dalam kisah tersebut?

Dalam satu riwayat disebutkan, tatkala Zulaikha dan Yusuf hendak memulai melakukan maksiat, Zulaikha meminta izin. Ia menutup sebuah patung yang ada di rumahnya dengan kain. Bertanyalah Yusuf, mengapa patung itu harus ditutupi kain.

"(Patung) itu tuhan saya. Saya malu jika ia melihat saya (melakukan maksiat)," jawab Zulaikha. Inilah tafsir dari tanda yang dimaksudkan dalam ayat tersebut. Sebuah kiasan dari Allah SWT bahwa Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Yusuf pun menangis. "Apakah engkau merasa malu dengan patung yang tidak dapat melihat atau mendengar itu? Patung itu juga tidak dapat memberi manfaat atau mudharat (jika ia murka melihat engkau bermaksiat). Patung itu tidak pula hidup dan tidak dibangkitkan. Sedangkan aku takut kepada Allah yang Maha Mengatur seluruh urusan makhluk-Nya," ujar Yusuf dengan terbata-bata.

Yusuf pun sadar, Tuhannya Maha Melihat dan Maha Menyaksikan apa yang dilakukan hamba-Nya. Tuhan yang disembah Yusuf tidak pernah tidur maupun lalai. Seharusnya, ia yang lebih malu untuk bermaksiat. Yusuflah yang semestinya takut dengan murka Tuhannya jika ia bermaksiat, sedangkan Tuhannya menyaksikan. Kesadaran inilah yang membuncah dalam dada seorang Yusuf muda yang masih belia itu. Inilah yang membuatnya lari dan membatalkan niat awalnya untuk bermaksiat.

Jika setiap Muslim memperhatikan "tanda" yang diberikan Allah kepadanya, serta menyadari kehadiran Allah dalam setiap gerak dan langkahnya, mustahil ia bisa bermaksiat kepada Allah. Bagaimana mungkin seorang Muslim yang sadar bahwa ia hidup di bumi Allah, menghirup udara milik Allah, dan memakan rezeki dari Allah, kemudian ia bermaksiat di hadapan mata Allah? Tidakkah ia malu kepada Tuhannya untuk melakukan maksiat. Ke manapun ia pergi, tidak akan bisa bersembunyi dari mata Allah yang Maha Melihat.

Kesadaran akan hadirnya Allah dalam setiap helaan nafasnya inilah yang menyelamatkan Nabi Yusuf. Kesadaran itu pula yang bisa menyelamatkan para hamba dari bermaksiat kepada Sang Khaliq. Betapa banyak "tanda" yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Semua tanda tersebut sangatlah terang dan terlihat. Seorang yang bermaksiat pasti berontak hatinya melihat "tanda" yang terlihat nyata oleh matanya, terdengar oleh telinga, dan sangat terasa di hatinya. Namun, "tanda" tersebut ia sembunyikan dan dibuang jauh-jauh. Ia berpura-pura seakan Allah tidak menyaksikan perbuatan maksiatnya.

Merasakan kehadiran Allah inilah yang disebut dengan ihsan. Rasulullah SAW mendefinisikan ihsan dalam hadisnya, "Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya maka yakinlah Dia Maha Melihat kepadamu." (HR Muslim).

Setiap mukmin, harus memiliki tiga unsur sebagai pembangun agama dalam dirinya. Tiga unsur itulah, iman, Islam, dan ihsan. Banyak orang yang sanggup menunaikan kelima rukun Islam, memercayai keenam rukun iman, namun tidak sanggup berihsan secara sempurna. Seorang Muslim dapat menunaikan zakat dengan jumlah yang banyak, menunaikan haji ke Tanah Suci, namun masih saja melakukan apa yang dilarang Allah. Hal ini membuktikan, tingkat ihsan yang ada pada dirinya masih kurang. Sehingga tidak ada yang bisa mencegahnya jika ia ingin bermaksiat. Ia tidak merasakan kehadiran Allah yang Maha Menyaksikan segala perbuatannya.

Dalam berihsan, Nabi Yusuf telah memperlihatkan sebuah teladan yang nyata. Pada masa pergolakan jiwa mudanya yang masih lajang dan mencari jati diri, ia sudah dihadapkan pada ujian maha berat. Tak banyak orang yang bisa selamat dari godaan maut tersebut. Namun, ia tidak membohongi dirinya. Secara jujur ia membaca "tanda" sebagai pesan Allah bagi dirinya. Ia menghadirkan Allah sebagai Tuhan yang Maha Melihat dan Menyaksikan segala perbuatannya. Sikap ihsan inilah yang bisa menyelamatkan manusia, sebagaimana ia telah menyelamatkan Yusuf dari godaan maha dahsyat itu.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA 



Ruh Agama Islam Terdapat Pada Rukun ?

Rukun Agama Islam Ada Tiga 

Rukun Islam, 5 Rukun Iman 6 Rukun Ihsan 1 Defenisi.

Islam => Fiqih, bahas hukum syariat

Iman =>Aqidah

Ihsan = Ahlak/Tasawuf

Ahlak atau Adab Lebih Tinggi Daripada Ilmu, dalam hadis Rasulullah SAW. Sebagai mana Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Tasawuf adalah orang-orang Yang Mengamalkan Ilmu Tasawuf Dinamakan Tarekat dalam Rukun Ihsan sedangkan yang tidak Mengamalkan bukan tergolong pengamal Tasawuf tapi pengkaji Ilmu Tasawuf di namakan orang Syariatbyang mengkaji Olmu Tasawuf tapi tidak pernah praktek 

Ihsan atau Tasawuf Adalah Ruhnya Agama Islam.

Dalam Rukun Islam Adalah Tubuh, 

Rukun Iman Adalah Akal Untuk Beriqtikad

Rukun Ihsan Adalah Ruh Diri Asal manusia Yang Fitrah, Qolbu atau Mata Nurani dalam bahasa umum adalah hati, namun bukan hati atau jantung yang materi tapi immateri abstrak ghaib qolbu sanubari terdalam inti dari Ruh manusia untuk merasa melihat seolah-olah melihat Allah dan merasakan diawasi Allah untuk (Qolbu berdzikir)

Dengan berdzikir merasa bersama Allah dan Allah bersama orang-orang yang mengingatnya ( berdzikir kepadanya ( ingatan dalam hati menyebut nama--Nya)

Puncak dari Ilmu adalah Adab dan rendah hati 

Puncak dari ibadah adalah banyak mengingat Allah dzikir yang terdapat dalam Rukun Ihsan.

Cara membersihkan hati adalah dengan bedzikir sebanyak-banyaknya baik dalam keadaan berdiri duduk dan berbaring seperti firman Allah tidak memandang waktu dan tempat.

Simak Vide Penjelasan Ahlak dalam Rukun Ihsan Oleh KH Zezen Zaenal Abidin & Ustadz  Abdul Somad https://youtu.be/ulG0P52jOME 


Jika Mengikuti Kebanyakan Orang.

Agama Islam Terdiri Dari 3 Pilar : Islam, Iman Ihsan Tasawuf Tanpa Tarekat https://youtu.be/ulG0P52jOME 

1. Islam : Fiqih => Jasad => Hukum.

2. Iman : Aqidah => Akal = Iqtikad.

3. Ihsan : Akhlak/Tasawuf => Ruh = Dzikrullah

*Sesungguhnya Rasulullah Diutus untuk menyempurnakan Akhlak manusia*

Sesungguhnya Adab lebih tinggi daripada Ilmu. (Hadist)

Pelajaran Ahlak atau Tasawuf dalam rukun agama yang ketiga Ihsan yang berarti ( baik), Hakikat rukun Ihsan adalah Tarekat yang berarti jalan, jalan menempuh melakukan mengamalkan Ilmu Tasawuf, perjalanan menuju Allah, mempelajari Tasawuf tanpa memasuki tarekat adalah tetap berada para maqom Ilmu Syari'at mengetahui Ilmu Tasawuf tapi tidak mengamalkan Ilmu Tasawuf, bukan berarti pengamal Tasawuf.

" Fiqih Tauhid Tasawuf selagi dia di tanah Ilmu dinamakan Syari'at

Fiqih Tauhid Tasawuf jika Di amalkan dinamakan Tarekat dan menghasilkan Ma'rifat.

Defensi Tasawuf

" Ilmu untuk mengetahui keadaan qalbu baik dan buruk, serta upaya membersihkannya dan perjalanan menuju Allah " (Kitab Tanwirul Qulub).

Tau sifat-sifat dalam qolbu sifat-sifat baiknya (mahmudnya) atau sifat-sifat buruknya (mazmumnya)

Tau Cara membersihkannya ( Wakagiyatud tadhiriha) seperti Tidak boleh sombong, iri, dengki, dendam, pemaaf dll.

Mengadakan Perjalanan. (Suluk) melakukan perjalanan ruh menuju Allah, (WasairuIllah).

Masdharu asarillah. ( KH. Zezen Zaenal Abidin, Mantan Ro'is Aam MUI Jabar).

Kesimpulan : Tasawuf Adalah Tarekat (Sufi)

Ilmu rukun Ihsan ahlak adalah Ilmu Tasawuf yang menenempuh jalan Tarekat yang di tuntun seorang guru ruhani sebagai wasilah kepada Allah, atau menyambungkan ruh kita kepada Rasulullah SAW.

" Dan jika kamu mengikuti KEBANYAKAN orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya PERSANGKAAN BELAKA... (QS. Al-An'am : 116).

Ahlusunnah Aswaja Adalah :Fiqih, Aqidah & Sufi.

1. Fiqih = > Imam Syafi'i 2. Aqidah => Abu Hasan Al Asy'ari, 3. Tasawuf => Imam Ghazali - 

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, cara terbaik untuk meraih muqarabah Merasa dilihat Allah ( dzikir) itu semua ialah dengan MENCARI GURU ROHANI yang akan membawa HATI HIDUP. Inilah yang akan menyelamatkan seseorang di AKHIRAT. ( Kitab Sirrul Asror) Rahasia Tauhid.

Ceramah : KH Zezen Zaenal Abidin https://youtu.be/oFheBzfJ7GQ

Ustadz Abdul Somad Lc Ma. https://youtu.be/t0DdNaxAkEs

Lanjutan Penjelasan KH Buya Yahya Rois Aam PBNU https://youtu.be/-kR9nPllnUU 

Wajibnya Mencari Guru Mursyid https://youtu.be/C7SIRLvDeF0 ...





Jumat, Juli 23

KAMU DAN AKU SEORANG YANG KOTOR

 


CAHAYO CAHAYA DIATAS CAHAYA BERLAPIS-LAPIS

CAHAYO IGINJANG CAHAYO MARLAPIS-LAPIS

" Nurun Ala Nurun"
نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ
CAHAYA DIATAS CAHAYA (BERLAPIS-LAPIS)
(QS. Cahaya (Allah )35)


Perumpamaan Allah Subhanahu Wata'ala!


وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَۚ

" Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam *PERUMPAMAAN* supaya mereka dapat pelajaran (QS.39:27)

" Di Dalam setiap rongga anak Adam, aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada,dalam dada ada Qolbu, didalam qolbu ada fuad, didalam fuad ada syagofa, didalam syagofa ada siir, didalam siir ada Aku " (Hadist Qudsi)

Surah An Nur (Cahaya) 24:35 Cahaya Allah Cahaya Diatas Cahaya Berlapis-lapis (Al Misbah) Pelita Besar Tidak Di Timur Tidak Di Barat.

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

" Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. An-Nur Cahaya Allah 35)

" Dan BERPEGANG TEGUHLAH kamu semuanya pada tali (agama) Allah, { LAA ILAHA ILLALLAH } dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat PETUNJUK.[QS.Ali Imran 103] .

" Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." [ QS.AZ Zumar 22].

Hanya Allah Yang Mau Di Tuju. Allah Do Tujuan https://backtocreator.blogspot.com/2021/07/allah-do-na-ita-tuju-ya-mashuud-dalam.html

Taq : #Abah #ANOM #TQNNEWS #PP_Suryalaya #Hamba Allah #CatatanUntukDiriku ##tasawuf #cinta #165 #RukunIhsan #Cahayaqolbu #ihsan #catatanjarakjauh #tqn #Al_Ikhlas



Kamis, Juli 22

ALLAH DO NA ITA TUJU "YA MA''SHUUD" DALAM MENJAWAB KALIMAT TAHLIL-AN

Allah Do Na Ita Tuju Di Bagasan Ngoluon /Yang Kita Tuju "Ya Ma'Shuud" Dalam Jawab Tahlil-an 


" JANGAN MENGIKUTI KEBANYAKAN ORANG Mereka Akan Menyesatkanmu"  JADILAH GOLONGAN YANG SEDIKIT (QS. AL-ANAM 116).

DAKWAH TAUHID

 " Katakan: Inilah jalanku yang aku dan orang-orang yang mengikuti daku kepada Allah dengan pandangan yang jelas (basirah mata bathin)”. (Surah Yusuf, ayat 108).

"... siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang menyembunyikan *kesaksian* 😭dari Allah yang ada padanya?" Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan ( QS.Al-Baqarah 140).

DIRI ASAL, JATI DIRI MANUSIA ( ITA SUDE) 

" Dan Ingatlah " Dulu Ketika Allah mengeluarkan kamu, Allah mengambil KESAKSIAN terhadap jiwamu (Seraya berfirman) : " "Bukankah Aku ini Tuhanmu? "kamu menjawab: " BETUL (Engkau Tuhan kami), Aku Menjadi SAKSI". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari KIAMAT kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya aku (bani Adam) adalah orang-orang yang LENGAH, (lupa), terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS.7 Al-A'raf :172).

Belum Bertarekat Belum Mengamalkan Tasawuf Belum Menjalankan Rukun Agama Yang Je  Tiga  Rukun Ihsan, Secara Hakikatnya, Tarekat tidak Seperti Doktrin Orang-Orang Awam Menjelaskan Tarekat.

Memahami Perbedaan Tasawuf Dan Tarekat

" Fiqih bagi Tarekat itu Harus Wajib Sedangkan Tarekat itu adalah lanjutan daripada Syari'at, Ilmu Tauhid  Fiqih Tasawuf  selagi dia berada di ranah ILMU  maka di sebutnya SYARI'AT. Tauhid  Fiqih Tasawuf jika sudah diamalkan maka menjadi TORIKOT bila diamalkan menghasilkan MA'RIFAT ( KH Zezen Zaenal Abidin Wakil Talqin TQN PP Suralaya Daerah Sukabumi Jawa Barat) Akun Akun Hijrah Santuy YouTube

KH. Toras Zainuddin Nasution, Lc.MA. CARA CEPAT NYAMBUNG QOLBU KE ALLAH DENGAN TALQIN.

https://youtu.be/qexHcr5u4gE  


" Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu (mengambil persaksianmu dalam Surah Al-A'raf 172) JIKA kamu adalah ORANG-ORANG YANG BERIMAN. (Hadid Besi QS.57:8)

Allah Menyerukan Kepada Manusia Kembali Beserta Para Nabi Dan Waliyullah Sampai Ke Akhir Zaman.

“Dan KEMBALILAH kamu kepada Rabbmu, dan berserah diri-lah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). ” (QS. Az-Zumar Rombongan 39 :54).

" Dan jika kamu mengikuti KEBANYAKAN orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka ... (QS. Al-An'am : 116).

Tiada Berubah Kamu, Kita Harus Kembali Ke-asal Diri Yang Ma'rifatullah Fitrah Dan Jadikanlah dirimu diantara golongan sedikit ini inilah jalan hidayah datang kepadamu.

" Maka hadapkanlah wajahmu (ruh qudsi/diri sejati-mu | baca diatas QS.Al A'raf 7: 172 | dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut FITRAH itu. TIDAK ADA PERUBAHAN dalam ciptaan Allah, (itulah) agama yang LURUS, tetapi  KEBANYAKAN manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Rum 30: 30)

Ilmu Itu Ada Dua : Ilmu Dzahir Dan Ilmu Bhatin. Guru Juga Ada Dua : Guru Ilmu Lahir Guru Syari'at, Banyak Dan Guru Ilmu Bhatin, Tharekat Untuk Mencapai Hakikat Hidup, Sedikit Dari Yang Sedikit.

Penuhilah Seruan Allah

" Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah sesungguhnya *Allah membatasi antara manusia dan hatinya* dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.[ QS. Al Anfal 8:24]

Pencari  Dunia Dan Pencari Akhirat Serta Pencari Allah.

" Pencari Dunia jumlahnya banyak, Pencari akhirat jumlahnya sedikit, dan pencari Allah lebih SEDIKIT dari yang SEDIKIT ". [ Syeh Abdul Qadir Jaelani ].

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, cara terbaik untuk meraih muqarabah Merasa dilihat Allah ( dzikir) itu semua ialah dengan  mencari guru Rohani yang akan membawa HATI HIDUP. Inilah yang akan menyelamatkan seseorang di akhirat.

Syekh Abdul Qadir Jaelani QS.

ABAH ANOM ( SYEH SOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN QS. TQN PP SURYALAYA TASIKMALAYA

Al Imam Al Alim Al Alamat Al aruf Billah Muhaddits Al Musnid Al Mufasir Qutb Al Haramain Syeh Muhammad Al Maliki al Hasani al Husaini as Syadzili dari Mekkah 40 Hari menjelang wafatnya pada tahun 1425 H (2004 M) mengungkapkan bahwa Syekh Sohibul Wafa Tajul Arifin adalah Sulthanul Awliya film hadza zaman (Rajanya Para Waliyullah Zaman Ini)

Tak Seorangpunrr Yang Menolak Syekh Abdul Qadir Jaelani Wali Qutub, Syekh Abdul Qadir Al Jaelani Adalah Cucu Daripada Nabi Muhammad SAW dari Hasan Dan Husein Jalur Kedua Orang Tuanya, Lahir Dalam Keadaan Berpuasa.

Guru Anda Belum Tentu tahu ini anda tak pantas meragukan atau hanya mengikuti hawanafsu ketika hidayah ini menemuimu.

Pada Saat Jibril Mengenalkan Agama ini Kepada Para Sahabat Melalui Rasulullah SAW. Sesudah Menjelaskan Tentang Islam dan Iman
Kemudian ia (Jibril) berkata: Beritahukan kepadaku APAKAH IHSAN ITU itu? Nabi bersabda:
ٱعبدالله كا نك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك
( Ihsan ialah) " Engkau beribadah kepada Allah SEAKAN AKAN ENGKAU MELIHATNYA ( Inilah Ma'rifatullah). Jika engkau tidak bisa melihatnya, sesungguhnya Ia Melihatmu. (HR Muslim).

Sebagaimana firman Allah :
ان الله كان عليكم رقىبا
" Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ". (QS. An-Nisa 1).
Allah menjaga karena kamu ingat Allah.
Allah mengawasi karena kamu ingat Allah

Penjelasan : Ihsan itu adalah Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, Qolbu bukan hati daging fisik, Qolbu Yang Benar (Qolbu Yang Abstarak) Bashirah Mata Bhatin (Qolbu) Pusat inti Ruh Manusia.
Muraqabah (Merasa dilihat Allah)


Tingkatkan Muraqabah (Merasa Dilihat Allah) Jembatan untuk mencintai Allah https://youtu.be/RiCaMViZg0w 


Qolbu Abstrak Furqon Mata bhatin inti ruh diri, ruh qudsi Yang bersih qalbun salim dimaknai sebagai hati yang bersih dari unsur-unsur kemusyrikan, baik yang nyata ( syrik jaliy) maupun yang samar (syrik khafi).

Sehingga ia tidak pernah lupa 'ikatan primordialnya' untuk selalu menuhankan Allah dan menyembah, beribadah, berma'rifat hanya kepada-Nya. Di samping itu, ia selalu condong (hanif, lurus ) kepada kebenaran, kebaikan, dan keluhuran budi pekerti (akhlaq al-karimah)

Orang Arif ( bijaksana) berkata :
" Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila, orang gila tidak tahu dirinya gila jika mengaku diri sehat itu bukan orang gila".
(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )

Tidak akan baik sebuah kalbu kecuali apabila menetap padanya ma’rifatullah ma'rifat Dzat (mengenal Dzat Allah ‘azza wa jalla ), Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, mengetahui keagungan-Nya, cinta dan takut kepada-Nya, berharap dan tawakal kepada-Nya.

Inilah hakikat Tauhid yang merupakan makna La ilaha illallah. Tidak ada kebaikan bagi kalbu kecuali saat menjadikan Allah Yang Maha Esa sebagai sesembahan yang diibadahi, yang dicintai, dan ditakuti, tidak ada sekutu bagi-Nya.

TALQIN KALIMAT DZIKIR LAA ILAHA ILLALLAH.

Pemahaman TALQIN

Talkin-kan : artinya : Ajarkan-lah, Tuntun-lah, Ingatkanlah, bimbing-lah, Ijazahkan-lah(Tarekat)

لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ
Laqinu mautaakum Laa Ilaha Illallah
Artinya : " Talqinkan-lah
Orang yang akan meninggal
dengan "Laa Ilaha Illallah" ".

ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ فالم انه ﻻَ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ 

Dzikir yang paling utama adalah La ilaha ilallah ". (HR Tirmidzi).

حيو باقي

 yang hidup kekal abadi 

حيو مو جود

 yang hidup tetap ada

حيو مقصود

 yang hidup kekal yang Dituju

Siapa yang mentalkin, menuntun Mrngijazah-ksn Laa Ilaha Illallah agar Hati Hidup ? Guru Yang Sudah Sampai Yang Hatinya juga Suci, pilihan Allah
Siapa orang yang akan meninggal? Semua Manusia.
Siapa yang di tuntun?
Orang yang hatiny, lengah banyak lupa kepada Allah, lupa  janji setianya kepada Allah di Alam Lahut >Baca Ulang Diatas> Surah QS.Al-A'raf 7.172 ].

Kenapa? Karena Talqin Dzikir Laa Ilaha Illalah Bukan Hanya Untuk Orang Yang Akan Sakaratul Maut

Talqin Dzikir Juga Untuk Orang Yang Akan Menghadapi Sakitnya Sakaratul Maut Membiasakan Diri Yang Akan Menghadapi Dahsyatnya Sakaratul Maut, Talqin yang di Ijazahkan Oleh Guru Mursyid Yang Bertujuan Membiasakan Lisan dan hati Yang Akan Menghadapi Sakaratul Maut Dan Di bawah nanti kita dapatkan Talqin Rasulullah SAW Kepada Para Sahabatnya Kalimat Laa Ilaha  Illallah dan Talqin Dzikir Kofi Idzmu Dzat ( Allah)kepada Saidina Ali R'a.

Orang yang sakaratul maut itu telinganya sulit mendengar rasa dahaganya: andai semua air diminumkan kepada orang yang sakaratul maut itu tidak cukup untuk menyegarkannya, gemuruhnya : bagaikan seribu petir, rasa perihnya,: bagaikan seribu sayatan pedang dan yang mentalqinkannya bukan mursyid hanya orang biasa apa adanya, jangan cukup dengan begitu saja

Pengertian Talqin Dzikir Laa Ilaha illalah | KH Zezen Zaenal Abidin https://youtu.be/FZOtW00gowc



Terbukanya Mata Bhatin Dalam Thoriqoh KH Zezen Zaenal Abidin  https://youtu.be/n0fN-YFFujc

Kenapa Ruh Qudsi Macet? https://youtu.be/Ac8ujPGXHMc

Membuka Ruh Qudsi Yang Macet https://youtu.be/IPSPZvoxwsk

" Sungguh, telah ada pada " (diri) Rasulullah itu SURI TAULADAN YANG BAIK BAGIMU  (yaitu) bagi orang yang MENGHARAP  (RAHMAT) ALLAH dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia BANYAK MENGINGAT ALLAH.( QS. Al-Ahzab 21).

" Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah y( ber-ibadahlah kepada) Aku dan laksanakanlah Sholat untuk MENGINGAT-AKU ( hati berdzikir menyebut Allah) Aku .[ QS.Taha  14.]


فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ
" Maka APABILA kamu telah menyelesaikan shalatmu, INGATLAH( hati berdzikir menyebut Allah /kepada) Allah
di WAKTU BERDIRI, di WAKTU DUDUK dan di BERBARING...(QS.An-Nisa’ 103)

" Maka KECELAKAAN yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk MENGINGAT ALLAH. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS.39 Rombongan² Az Zumar :22).

Arti Tarekat Adalah Jalan, Metode Cara Jalan menuju Allah, Ma'rifat Kepada Allah Jalan Yang Dituntun, DiBimbing Oleh Seorang Kekasih Allah, Penerus Rasulullah / Waliyullah Tiap Hari Minta Petunjuk ' Ihdinas Shirotol Mustaqim Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus ( Jalannya Para Waliyullah)

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik [yaitu] Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan *hati mereka di waktu MENGINGAT ALLAH*. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Q.S. Az-Zumar 39: 23).

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram *dengan MENGINGATI Allah*. *Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram*.” (Q.S. Ar-Ra’d [13] ayat 28).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. AKU BERSAMANYA KETIKA IIA MENGINGAT-KU Jika IA MENGINGAT-KU SAAT SENDIRIAN AKU akan MENGINGATNYA DALAM DIRI-KU . .. (Hadist Qudsi)

“ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, [ orang-orang yang menempuh jalan mengamalkan ilmu tasawuf yang bertarekatlah pengikut-pengikut jalan kerohanian sekelompok kecil dari manusia mereka jamaah rombongan atau orang-orang yang selalu mecari ridho Allah dan mereka adalah jamaah ahli dzikir baik dzikir zahar bersuara, atau kofi tersembunyi siir dalam hati yang mengamalkan rukun agama ke tiga hakikat Rukun  Ihsan] dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami *LALAIKAN* dari *MENGINGATIi* Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Q.S. Al-Kahfi 18 ayat 28).


KH Wahfiiudin Penjelasan Wakil Allah Khalifah https://youtu.be/_N8sjQ8lnVg 


Dan Di Sni Penjelasan Zaman Nabi Tidak Ada Wali Dan Sekarang Akhir Zaman Wali Ada Nabi Sudah Tidak Ada https://youtu.be/b6FPwrpI1ps 

HANYA HATI YANG BERSIH MEMASUKI SURGA-NYA 

Allah berfirman :
يَوْمَ لَا الٌ لَا  لَّا اللَّهَ لْبٍ لِيمٍ
“(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang MENGHADAP ALLAH DENGAN HATI  (Qolbu) YANG BERSIH.💦 ( QS. Asy-Syu'ara Penyair 26: 88-89).

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih 💦 (dari syirik). ” (QS. az Zumar:3).

Jadi, hati yang bersih adalah hati yang pemiliknya mampu menjaga kesucian fitrahnya (QS. Ar-Rum 30: 30💦)

Orang Arif ( bijaksana) berkata : " Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila, orang gila tidak tahu dirinya gila jika mengaku berarti dirinya sehat itu bukan orang gila dan dua tau membersihkan dirinya, orang-orang yang bertarekat yang bisa di sebut gila karena kotor diri " { Bijak memahami hikmah kata-kata orang Arifbillah }.

(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )

" yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka *itulah orang-orang yang telah diberi Allah PETUNJUK* dan *mereka itulah orang-orang yang mempunyai AKAL*. (QS.Az Zumar 39:18)

Oleh : IkhwanMandily, Ikhwan 37 PP TQN Suryalaya.