RUKUN AGAMA ISLAM ( ARKANUDDIN) TERDIRI DARI 3 RUKUN ( Hadist Jibril ) Adalah Keyakinan Pokok Ummat Islam.
Hakikat Hidup Mengadakan Perjalanan Kembali Ke Awal Ma'rifatullah (QS. 1: 172 ) Bersama Ahli Qolbu. " Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?(QS. Al-Insan 76: 1). Diri yang kebanyakan lupa ketika ruh itu memasuki jasad " Maka apabila telah Ku sempurnakan kejadiannya dan Ku tiupkan kepadanya ruh-Ku."(QS: Saad 38:72). Allah Meniupkan Ruh Pada Manusia Diharapkan Jadi Mahluk Spiritual yg senantiasa ingat KepadaNya.
Minggu, Agustus 8
Perlunya Guru Rohani Jika Menjalankan Rukun Pokok Agama Islam
Jumat, Juli 30
Rukun Ihsan Sebagai Penjaga Rukun Lainnya
Ihsan Sebagai Penjaga Rukun Islam Dan Rukun Iman Sebelumya.
Ruh Agama Islam Terdapat Pada Rukun ?
Rukun Agama Islam Ada Tiga
Rukun Islam, 5 Rukun Iman 6 Rukun Ihsan 1 Defenisi.
Islam => Fiqih, bahas hukum syariat
Iman =>Aqidah
Ihsan = Ahlak/Tasawuf
Ahlak atau Adab Lebih Tinggi Daripada Ilmu, dalam hadis Rasulullah SAW. Sebagai mana Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak.
Tasawuf adalah orang-orang Yang Mengamalkan Ilmu Tasawuf Dinamakan Tarekat dalam Rukun Ihsan sedangkan yang tidak Mengamalkan bukan tergolong pengamal Tasawuf tapi pengkaji Ilmu Tasawuf di namakan orang Syariatbyang mengkaji Olmu Tasawuf tapi tidak pernah praktek
Ihsan atau Tasawuf Adalah Ruhnya Agama Islam.
Dalam Rukun Islam Adalah Tubuh,
Rukun Iman Adalah Akal Untuk Beriqtikad
Rukun Ihsan Adalah Ruh Diri Asal manusia Yang Fitrah, Qolbu atau Mata Nurani dalam bahasa umum adalah hati, namun bukan hati atau jantung yang materi tapi immateri abstrak ghaib qolbu sanubari terdalam inti dari Ruh manusia untuk merasa melihat seolah-olah melihat Allah dan merasakan diawasi Allah untuk (Qolbu berdzikir)
Dengan berdzikir merasa bersama Allah dan Allah bersama orang-orang yang mengingatnya ( berdzikir kepadanya ( ingatan dalam hati menyebut nama--Nya)
Puncak dari Ilmu adalah Adab dan rendah hati
Puncak dari ibadah adalah banyak mengingat Allah dzikir yang terdapat dalam Rukun Ihsan.
Cara membersihkan hati adalah dengan bedzikir sebanyak-banyaknya baik dalam keadaan berdiri duduk dan berbaring seperti firman Allah tidak memandang waktu dan tempat.
Simak Vide Penjelasan Ahlak dalam Rukun Ihsan Oleh KH Zezen Zaenal Abidin & Ustadz Abdul Somad https://youtu.be/ulG0P52jOME
Jika Mengikuti Kebanyakan Orang.
Agama Islam Terdiri Dari 3 Pilar : Islam, Iman Ihsan Tasawuf Tanpa Tarekat https://youtu.be/ulG0P52jOME
1. Islam : Fiqih => Jasad => Hukum.
2. Iman : Aqidah => Akal = Iqtikad.
3. Ihsan : Akhlak/Tasawuf => Ruh = Dzikrullah
*Sesungguhnya Rasulullah Diutus untuk menyempurnakan Akhlak manusia*
Sesungguhnya Adab lebih tinggi daripada Ilmu. (Hadist)
Pelajaran Ahlak atau Tasawuf dalam rukun agama yang ketiga Ihsan yang berarti ( baik), Hakikat rukun Ihsan adalah Tarekat yang berarti jalan, jalan menempuh melakukan mengamalkan Ilmu Tasawuf, perjalanan menuju Allah, mempelajari Tasawuf tanpa memasuki tarekat adalah tetap berada para maqom Ilmu Syari'at mengetahui Ilmu Tasawuf tapi tidak mengamalkan Ilmu Tasawuf, bukan berarti pengamal Tasawuf.
" Fiqih Tauhid Tasawuf selagi dia di tanah Ilmu dinamakan Syari'at
Fiqih Tauhid Tasawuf jika Di amalkan dinamakan Tarekat dan menghasilkan Ma'rifat.
Defensi Tasawuf :
" Ilmu untuk mengetahui keadaan qalbu baik dan buruk, serta upaya membersihkannya dan perjalanan menuju Allah " (Kitab Tanwirul Qulub).
Tau sifat-sifat dalam qolbu sifat-sifat baiknya (mahmudnya) atau sifat-sifat buruknya (mazmumnya)
Tau Cara membersihkannya ( Wakagiyatud tadhiriha) seperti Tidak boleh sombong, iri, dengki, dendam, pemaaf dll.
Mengadakan Perjalanan. (Suluk) melakukan perjalanan ruh menuju Allah, (WasairuIllah).
Masdharu asarillah. ( KH. Zezen Zaenal Abidin, Mantan Ro'is Aam MUI Jabar).
Kesimpulan : Tasawuf Adalah Tarekat (Sufi)
Ilmu rukun Ihsan ahlak adalah Ilmu Tasawuf yang menenempuh jalan Tarekat yang di tuntun seorang guru ruhani sebagai wasilah kepada Allah, atau menyambungkan ruh kita kepada Rasulullah SAW.
" Dan jika kamu mengikuti KEBANYAKAN orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya PERSANGKAAN BELAKA... (QS. Al-An'am : 116).
Ahlusunnah Aswaja Adalah :Fiqih, Aqidah & Sufi.
1. Fiqih = > Imam Syafi'i 2. Aqidah => Abu Hasan Al Asy'ari, 3. Tasawuf => Imam Ghazali -
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, cara terbaik untuk meraih muqarabah Merasa dilihat Allah ( dzikir) itu semua ialah dengan MENCARI GURU ROHANI yang akan membawa HATI HIDUP. Inilah yang akan menyelamatkan seseorang di AKHIRAT. ( Kitab Sirrul Asror) Rahasia Tauhid.
Ceramah : KH Zezen Zaenal Abidin https://youtu.be/oFheBzfJ7GQ
Ustadz Abdul Somad Lc Ma. https://youtu.be/t0DdNaxAkEs
Lanjutan Penjelasan KH Buya Yahya Rois Aam PBNU https://youtu.be/-kR9nPllnUU
Wajibnya Mencari Guru Mursyid https://youtu.be/C7SIRLvDeF0 ...
Jumat, Juli 23
CAHAYO CAHAYA DIATAS CAHAYA BERLAPIS-LAPIS
CAHAYO IGINJANG CAHAYO MARLAPIS-LAPIS
" Nurun Ala Nurun"
نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ
CAHAYA DIATAS CAHAYA (BERLAPIS-LAPIS)
(QS. Cahaya (Allah )35)
Perumpamaan Allah Subhanahu Wata'ala!
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَۚ
" Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam *PERUMPAMAAN* supaya mereka dapat pelajaran (QS.39:27)
" Di Dalam setiap rongga anak Adam, aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada,dalam dada ada Qolbu, didalam qolbu ada fuad, didalam fuad ada syagofa, didalam syagofa ada siir, didalam siir ada Aku " (Hadist Qudsi)
Surah An Nur (Cahaya) 24:35 Cahaya Allah Cahaya Diatas Cahaya Berlapis-lapis (Al Misbah) Pelita Besar Tidak Di Timur Tidak Di Barat.
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
" Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. An-Nur Cahaya Allah 35)
" Dan BERPEGANG TEGUHLAH kamu semuanya pada tali (agama) Allah, { LAA ILAHA ILLALLAH } dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat PETUNJUK.[QS.Ali Imran 103] .
" Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." [ QS.AZ Zumar 22].
Hanya Allah Yang Mau Di Tuju. Allah Do Tujuan https://backtocreator.blogspot.com/2021/07/allah-do-na-ita-tuju-ya-mashuud-dalam.html
Taq : #Abah #ANOM #TQNNEWS #PP_Suryalaya #Hamba Allah #CatatanUntukDiriku ##tasawuf #cinta #165 #RukunIhsan #Cahayaqolbu #ihsan #catatanjarakjauh #tqn #Al_Ikhlas
Kamis, Juli 22
ALLAH DO NA ITA TUJU "YA MA''SHUUD" DALAM MENJAWAB KALIMAT TAHLIL-AN
Allah Do Na Ita Tuju Di Bagasan Ngoluon /Yang Kita Tuju "Ya Ma'Shuud" Dalam Jawab Tahlil-an
" JANGAN MENGIKUTI KEBANYAKAN ORANG Mereka Akan Menyesatkanmu" JADILAH GOLONGAN YANG SEDIKIT (QS. AL-ANAM 116).
DAKWAH TAUHID
" Katakan: Inilah jalanku yang aku dan orang-orang yang mengikuti daku kepada Allah dengan pandangan yang jelas (basirah mata bathin)”. (Surah Yusuf, ayat 108).
"... siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang menyembunyikan *kesaksian* 😭dari Allah yang ada padanya?" Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan ( QS.Al-Baqarah 140).
DIRI ASAL, JATI DIRI MANUSIA ( ITA SUDE)
" Dan Ingatlah " Dulu Ketika Allah mengeluarkan kamu, Allah mengambil KESAKSIAN terhadap jiwamu (Seraya berfirman) : " "Bukankah Aku ini Tuhanmu? "kamu menjawab: " BETUL (Engkau Tuhan kami), Aku Menjadi SAKSI". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari KIAMAT kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya aku (bani Adam) adalah orang-orang yang LENGAH, (lupa), terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS.7 Al-A'raf :172).
Belum Bertarekat Belum Mengamalkan Tasawuf Belum Menjalankan Rukun Agama Yang Je Tiga Rukun Ihsan, Secara Hakikatnya, Tarekat tidak Seperti Doktrin Orang-Orang Awam Menjelaskan Tarekat.
Memahami Perbedaan Tasawuf Dan Tarekat
" Fiqih bagi Tarekat itu Harus Wajib Sedangkan Tarekat itu adalah lanjutan daripada Syari'at, Ilmu Tauhid Fiqih Tasawuf selagi dia berada di ranah ILMU maka di sebutnya SYARI'AT. Tauhid Fiqih Tasawuf jika sudah diamalkan maka menjadi TORIKOT bila diamalkan menghasilkan MA'RIFAT ( KH Zezen Zaenal Abidin Wakil Talqin TQN PP Suralaya Daerah Sukabumi Jawa Barat) Akun Akun Hijrah Santuy YouTube
KH. Toras Zainuddin Nasution, Lc.MA. CARA CEPAT NYAMBUNG QOLBU KE ALLAH DENGAN TALQIN.
" Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu (mengambil persaksianmu dalam Surah Al-A'raf 172) JIKA kamu adalah ORANG-ORANG YANG BERIMAN. (Hadid Besi QS.57:8)
Allah Menyerukan Kepada Manusia Kembali Beserta Para Nabi Dan Waliyullah Sampai Ke Akhir Zaman.
“Dan KEMBALILAH kamu kepada Rabbmu, dan berserah diri-lah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). ” (QS. Az-Zumar Rombongan 39 :54).
" Dan jika kamu mengikuti KEBANYAKAN orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka ... (QS. Al-An'am : 116).
Tiada Berubah Kamu, Kita Harus Kembali Ke-asal Diri Yang Ma'rifatullah Fitrah Dan Jadikanlah dirimu diantara golongan sedikit ini inilah jalan hidayah datang kepadamu.
" Maka hadapkanlah wajahmu (ruh qudsi/diri sejati-mu | baca diatas QS.Al A'raf 7: 172 | dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut FITRAH itu. TIDAK ADA PERUBAHAN dalam ciptaan Allah, (itulah) agama yang LURUS, tetapi KEBANYAKAN manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Rum 30: 30)
Ilmu Itu Ada Dua : Ilmu Dzahir Dan Ilmu Bhatin. Guru Juga Ada Dua : Guru Ilmu Lahir Guru Syari'at, Banyak Dan Guru Ilmu Bhatin, Tharekat Untuk Mencapai Hakikat Hidup, Sedikit Dari Yang Sedikit.
Penuhilah Seruan Allah
" Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah sesungguhnya *Allah membatasi antara manusia dan hatinya* dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.[ QS. Al Anfal 8:24]
Pencari Dunia Dan Pencari Akhirat Serta Pencari Allah.
" Pencari Dunia jumlahnya banyak, Pencari akhirat jumlahnya sedikit, dan pencari Allah lebih SEDIKIT dari yang SEDIKIT ". [ Syeh Abdul Qadir Jaelani ].
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, cara terbaik untuk meraih muqarabah Merasa dilihat Allah ( dzikir) itu semua ialah dengan mencari guru Rohani yang akan membawa HATI HIDUP. Inilah yang akan menyelamatkan seseorang di akhirat.
Al Imam Al Alim Al Alamat Al aruf Billah Muhaddits Al Musnid Al Mufasir Qutb Al Haramain Syeh Muhammad Al Maliki al Hasani al Husaini as Syadzili dari Mekkah 40 Hari menjelang wafatnya pada tahun 1425 H (2004 M) mengungkapkan bahwa Syekh Sohibul Wafa Tajul Arifin adalah Sulthanul Awliya film hadza zaman (Rajanya Para Waliyullah Zaman Ini)
Tak Seorangpunrr Yang Menolak Syekh Abdul Qadir Jaelani Wali Qutub, Syekh Abdul Qadir Al Jaelani Adalah Cucu Daripada Nabi Muhammad SAW dari Hasan Dan Husein Jalur Kedua Orang Tuanya, Lahir Dalam Keadaan Berpuasa.
Guru Anda Belum Tentu tahu ini anda tak pantas meragukan atau hanya mengikuti hawanafsu ketika hidayah ini menemuimu.
Pada Saat Jibril Mengenalkan Agama ini Kepada Para Sahabat Melalui Rasulullah SAW. Sesudah Menjelaskan Tentang Islam dan Iman
Kemudian ia (Jibril) berkata: Beritahukan kepadaku APAKAH IHSAN ITU itu? Nabi bersabda:
ٱعبدالله كا نك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك
( Ihsan ialah) " Engkau beribadah kepada Allah SEAKAN AKAN ENGKAU MELIHATNYA ( Inilah Ma'rifatullah). Jika engkau tidak bisa melihatnya, sesungguhnya Ia Melihatmu. (HR Muslim).
Sebagaimana firman Allah :
ان الله كان عليكم رقىبا
" Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ". (QS. An-Nisa 1).
Allah menjaga karena kamu ingat Allah.
Allah mengawasi karena kamu ingat Allah
Penjelasan : Ihsan itu adalah Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, Qolbu bukan hati daging fisik, Qolbu Yang Benar (Qolbu Yang Abstarak) Bashirah Mata Bhatin (Qolbu) Pusat inti Ruh Manusia.
Muraqabah (Merasa dilihat Allah)
Tingkatkan Muraqabah (Merasa Dilihat Allah) Jembatan untuk mencintai Allah https://youtu.be/RiCaMViZg0w
Qolbu Abstrak Furqon Mata bhatin inti ruh diri, ruh qudsi Yang bersih qalbun salim dimaknai sebagai hati yang bersih dari unsur-unsur kemusyrikan, baik yang nyata ( syrik jaliy) maupun yang samar (syrik khafi).
Sehingga ia tidak pernah lupa 'ikatan primordialnya' untuk selalu menuhankan Allah dan menyembah, beribadah, berma'rifat hanya kepada-Nya. Di samping itu, ia selalu condong (hanif, lurus ) kepada kebenaran, kebaikan, dan keluhuran budi pekerti (akhlaq al-karimah)
Orang Arif ( bijaksana) berkata :
" Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila, orang gila tidak tahu dirinya gila jika mengaku diri sehat itu bukan orang gila".
(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )
Tidak akan baik sebuah kalbu kecuali apabila menetap padanya ma’rifatullah ma'rifat Dzat (mengenal Dzat Allah ‘azza wa jalla ), Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, mengetahui keagungan-Nya, cinta dan takut kepada-Nya, berharap dan tawakal kepada-Nya.
Inilah hakikat Tauhid yang merupakan makna La ilaha illallah. Tidak ada kebaikan bagi kalbu kecuali saat menjadikan Allah Yang Maha Esa sebagai sesembahan yang diibadahi, yang dicintai, dan ditakuti, tidak ada sekutu bagi-Nya.
TALQIN KALIMAT DZIKIR LAA ILAHA ILLALLAH.
Pemahaman TALQIN
Talkin-kan : artinya : Ajarkan-lah, Tuntun-lah, Ingatkanlah, bimbing-lah, Ijazahkan-lah(Tarekat)
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ
Laqinu mautaakum Laa Ilaha Illallah
Artinya : " Talqinkan-lah
Orang yang akan meninggal
dengan "Laa Ilaha Illallah" ".
ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ فالم انه ﻻَ ﺇﻟٰﻪَ ﺇﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ
Dzikir yang paling utama adalah La ilaha ilallah ". (HR Tirmidzi).
حيو باقي
yang hidup kekal abadi
حيو مو جود
yang hidup tetap ada
حيو مقصود
yang hidup kekal yang Dituju
Siapa yang mentalkin, menuntun Mrngijazah-ksn Laa Ilaha Illallah agar Hati Hidup ? Guru Yang Sudah Sampai Yang Hatinya juga Suci, pilihan Allah
Siapa orang yang akan meninggal? Semua Manusia.
Siapa yang di tuntun?
Orang yang hatiny, lengah banyak lupa kepada Allah, lupa janji setianya kepada Allah di Alam Lahut >Baca Ulang Diatas> Surah QS.Al-A'raf 7.172 ].
Kenapa? Karena Talqin Dzikir Laa Ilaha Illalah Bukan Hanya Untuk Orang Yang Akan Sakaratul Maut
Talqin Dzikir Juga Untuk Orang Yang Akan Menghadapi Sakitnya Sakaratul Maut Membiasakan Diri Yang Akan Menghadapi Dahsyatnya Sakaratul Maut, Talqin yang di Ijazahkan Oleh Guru Mursyid Yang Bertujuan Membiasakan Lisan dan hati Yang Akan Menghadapi Sakaratul Maut Dan Di bawah nanti kita dapatkan Talqin Rasulullah SAW Kepada Para Sahabatnya Kalimat Laa Ilaha Illallah dan Talqin Dzikir Kofi Idzmu Dzat ( Allah)kepada Saidina Ali R'a.
Orang yang sakaratul maut itu telinganya sulit mendengar rasa dahaganya: andai semua air diminumkan kepada orang yang sakaratul maut itu tidak cukup untuk menyegarkannya, gemuruhnya : bagaikan seribu petir, rasa perihnya,: bagaikan seribu sayatan pedang dan yang mentalqinkannya bukan mursyid hanya orang biasa apa adanya, jangan cukup dengan begitu saja
Pengertian Talqin Dzikir Laa Ilaha illalah | KH Zezen Zaenal Abidin https://youtu.be/FZOtW00gowc
Terbukanya Mata Bhatin Dalam Thoriqoh KH Zezen Zaenal Abidin https://youtu.be/n0fN-YFFujc
Kenapa Ruh Qudsi Macet? https://youtu.be/Ac8ujPGXHMc
Membuka Ruh Qudsi Yang Macet https://youtu.be/IPSPZvoxwsk
" Sungguh, telah ada pada " (diri) Rasulullah itu SURI TAULADAN YANG BAIK BAGIMU (yaitu) bagi orang yang MENGHARAP (RAHMAT) ALLAH dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia BANYAK MENGINGAT ALLAH.( QS. Al-Ahzab 21).
" Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah y( ber-ibadahlah kepada) Aku dan laksanakanlah Sholat untuk MENGINGAT-AKU ( hati berdzikir menyebut Allah) Aku .[ QS.Taha 14.]
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ
" Maka APABILA kamu telah menyelesaikan shalatmu, INGATLAH( hati berdzikir menyebut Allah /kepada) Allah
di WAKTU BERDIRI, di WAKTU DUDUK dan di BERBARING...(QS.An-Nisa’ 103)
" Maka KECELAKAAN yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk MENGINGAT ALLAH. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS.39 Rombongan² Az Zumar :22).
Arti Tarekat Adalah Jalan, Metode Cara Jalan menuju Allah, Ma'rifat Kepada Allah Jalan Yang Dituntun, DiBimbing Oleh Seorang Kekasih Allah, Penerus Rasulullah / Waliyullah Tiap Hari Minta Petunjuk ' Ihdinas Shirotol Mustaqim Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus ( Jalannya Para Waliyullah)
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik [yaitu] Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan *hati mereka di waktu MENGINGAT ALLAH*. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Q.S. Az-Zumar 39: 23).
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram *dengan MENGINGATI Allah*. *Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram*.” (Q.S. Ar-Ra’d [13] ayat 28).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. AKU BERSAMANYA KETIKA IIA MENGINGAT-KU Jika IA MENGINGAT-KU SAAT SENDIRIAN AKU akan MENGINGATNYA DALAM DIRI-KU . .. (Hadist Qudsi)
“ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, [ orang-orang yang menempuh jalan mengamalkan ilmu tasawuf yang bertarekatlah pengikut-pengikut jalan kerohanian sekelompok kecil dari manusia mereka jamaah rombongan atau orang-orang yang selalu mecari ridho Allah dan mereka adalah jamaah ahli dzikir baik dzikir zahar bersuara, atau kofi tersembunyi siir dalam hati yang mengamalkan rukun agama ke tiga hakikat Rukun Ihsan] dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami *LALAIKAN* dari *MENGINGATIi* Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Q.S. Al-Kahfi 18 ayat 28).
KH Wahfiiudin Penjelasan Wakil Allah Khalifah https://youtu.be/_N8sjQ8lnVg
HANYA HATI YANG BERSIH MEMASUKI SURGA-NYA
Allah berfirman :
يَوْمَ لَا الٌ لَا لَّا اللَّهَ لْبٍ لِيمٍ
“(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang MENGHADAP ALLAH DENGAN HATI (Qolbu) YANG BERSIH.💦 ( QS. Asy-Syu'ara Penyair 26: 88-89).
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih 💦 (dari syirik). ” (QS. az Zumar:3).
Jadi, hati yang bersih adalah hati yang pemiliknya mampu menjaga kesucian fitrahnya (QS. Ar-Rum 30: 30💦)
Orang Arif ( bijaksana) berkata : " Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila, orang gila tidak tahu dirinya gila jika mengaku berarti dirinya sehat itu bukan orang gila dan dua tau membersihkan dirinya, orang-orang yang bertarekat yang bisa di sebut gila karena kotor diri " { Bijak memahami hikmah kata-kata orang Arifbillah }.
(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )
" yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka *itulah orang-orang yang telah diberi Allah PETUNJUK* dan *mereka itulah orang-orang yang mempunyai AKAL*. (QS.Az Zumar 39:18)
Oleh : IkhwanMandily, Ikhwan 37 PP TQN Suryalaya.
Sabtu, Juli 17
Generasi Muslim Akhir Zaman Yang Terasing
“Jika kamu menaati kebanyakan manusia di bumi
niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”
Menjelang Sayyidul Ayyam (Hari Jum’at) pekan ini, penulis mengajak untuk bermuhasabah terhadap amaliyah yang telah kita kerjakan paling tidak sepekan yang lalu sebagai bahan evaluasi agar hari esok, lusa dan kemuadian menjadi lebih baik, sesuai dengan penegasan Allah SWT. dalam al-Qur’an surat al-Hasyr ayat 18 :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Sebagai bahan muhasabah kali ini, penulis mengajak marilah sejenak kita fahami dan kita renungkan salahsatu sabda Rasulullah SAW. berikut ini :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ. رواه مسلم
“Dari Abi Hurairah dia berkata, "Rasulullah S.A.W. bersabda : "Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing." (H.R. Muslim)
Ketika Islam datang ke dunia pertama kali dianggap asing, bahkan masyarakat arab ketika itu menganggapnya Islam sebagai agama yang tidak masuk akal, karena Islam membawa ajaran yang sangat berbeda bahkan bertentangan dengan apa yang telah masyarakat arab lakukan pada waktu itu. Islam membawa kebenaran dan akan memberantas penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan. Benar-benar saat itu Islam dianggap asing karena membawa kebenaran dan yang ada pada diri mereka adalah kebathilan. Apabila kita analogikan; kita pergi ke suatu desa atau pemukiman yang primitif/terbelakang dan kita membawa sesuatu yang baru dan mereka tidak mengenal itu sebelumnya, maka bagi mereka apa yang kita bawa itu amatlah asing, dan akan ada penolakan dari mereka.
Begitu pula Islam pada saat pertamakali datang pada masyarakat arab. Islam membawa kebenaran (al-haq) dari rabb semesta alam, mengajak mereka kepada Tauhid (pengesaan) yakni menyembah Allah SWT sebagai tuhan yang ESA, dan memberantas semua penyimpangan, penyelewengan dan keburukan-keburukan yang telah mendarah daging pada diri mereka.
Selanjutnya kata Nabi, وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ “Dan Islam akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana mulanya ia datang”.
Di abad modern ini lebih parah daripada zaman jahiliyah dulu. Kalau dulu Islam dianggap asing oleh orang-orang kafir quraisy, sekarang ini Ajaran Islam yang sesungguhnya justru dianggap asing oleh pemeluknya sendiri, oleh orang-orang yang telah mengaku sebagai muslim, bahkan telah berlabel muslim sejak lahir karena orang tuanya, nenek moyangnya telah terlebih dahulu memeluk Islam. Sekarang ini pemeluk Islam (Muslim) kadang merasa asing akan kebenaran ajarannya, asing dalam mengamalkan ajaran dan tuntunannya. Ajaran Islam dianggap sebagai penghalang untuk meraih apa yang diinginkan, sehingga tidak segan-segan aturan atau ajaran Islam yang sudah jelas dan tegas mengajak dan akan membawa kepada keselamatan-pun dilanggar, ditinggalkan dan bahkan dibuang jauh-jauh. Kalaupun ada orang yang teguh pendiriannya untuk menegakkan tuntunan Islam, menentang perbuatan atau kebijakan yang tidak sesuai prinsip-prinsip dan ajaran Islam dianggap sebagai orang aneh atau orang asing. Hal tersebut sudah ditegaskan oleh Rasulullah S.A.W. فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “maka beruntunglah orang-orang yang terasing”.
Sumber : Mahkamah Agung .go.id
Dakwah Tauhid dakwah Jalan bertauhid Dakwah Jalan menuju Allah Jalan berarti Tarekat, Karena Tarekat itu berarti Jalan, atau cara, dalam bahasa Inggrisnya metode, Orang Yang Bertarekat Adalah orang yang punya metode menuju Allah untuk apa untuk berma'rifat, apa perlu ma'rifat?
Apa syaratnya dakwah Tarekoh?
Tidak ada karena Tarekoh adalah pengamalan kumpulan orang-orang yang belajar tak seorangpun yang belajar Tarekoh mengaku bahkan merasa lebih pintar mengetahui ilmu semua merasa kelas Play Grup TK, PAUD karena mereka merasa tak memiliki dan punya apa-apa. banyak orang salah menilai Tarekoh karena hasil doktrin peninggalan para penjajah kolonial. jangan berpikir bertapa seperti jaka Tingkir dll itu kan baru cerita dan di TV 🙂 sesuai kemampuan
Apa perlunya ma'rifat?
perlu dalam setiap ibadah perlu ma'rifat untuk mensucikannya,
Ma'rifat adalah Ilmu dasar dari Agama Dasar Tauhid Agama, Semua Orang punya Ilmu ma'rifat karena Ilmu ma'rifat adalah Ilmu fitrah manusia, manusia mengetahui antara Tuhan dengan mahluk, atau antara pencipta yang tak bermula dengan ciptaan yang di awali dengan di di ciptakan di mulai punya permulaan, setiap yang bermula pasti berakhir (fana, binasa)
Dengan melakukan Torekoh itu apakah harus mengtahui fikih ?
Harus Itu Wajib
Apakah yang dimaksud dengan Tarekoh?
Sebenarnya yang dikatakan torekoh itu adalah lanjutan dari pada Syariat.
" Ilmu Tauhid fikih tasawuf selagi ia belajar di ranah ilmu maka di sebutnya syariat
Tauhid fikih tasawuf kalau sudah diamalkan menjadi Torekot, bila diamalkan bila diamalkan akan menghasilkan ma'rifat "
melihat Allah sedekat dekatnya
Apa hubungannya tirikoh dengan tasawuf ?
Torekot adalah pengamalan tasawuf lanjutan daripada tasawuf
orang disebut ahli tasawuf padahal dia baru mengkaji mendengar ceramah ilmu tasawuf hati-hati nggak apa baca ihya Ulumuddin
Tarekoh nya apa?
belum sih nggak pake torikot!
a ini namanya ahli Ilmu tasawuf
bagus?
bagus!
hormati
hormati
tapi jangan disebut ahli tasawuf dalam arti pengamall tasawuf.
sombong dengki serakah dendam itu Ilmu tasawuf itu.
apakah punya Ilmu tasawuf?
Apakah sudah berupa untuk dibesihkan?
apa alatnya dzikir
dzikirnya jalur mana ?
punya pembimbingnya?
lengkapreferensinya?
di akui pembimbingnya?
10 tahun belajar Tarekoh kok masih belum terbang
juga ?
aa ini terpengaruh film juga 🙂
Disini Admin mengajak kepada Tauhid
Masuk kedalam Islam secara Kaffah sesuai perintah Allah denganbmenjalankan Rukun Agama secara utuh Islam Iman Ihsan tiga pokok pilar tiang agama.
Firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya, “Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Surat Al-Baqarah ayat 208).
Islam, Iman, dan Ihsan tak Bisa Dipisahkan.
https://www.republika.co.id/berita/qcjm5u366/islam-iman-dan-ihsan-tak-bisa-dipisahkan
Mari Kita Mengenal Kesempurnaan Ajaran Islam Lebih Jelas lagi antara ke 3 rukun agama Islam
Pada Saat Malaikat Jibril mengenalkan agama ini kepada para sahabat yang terkenal dengan Hadis ini adalah Hadis Jibril
Islam Terdiri Dari 3 Rukun
Rukun Islam, Rukun Iman, dan Rukun Ihsan
Malaikat Jibril Datang Untuk Mengajarkan Agama Ini Kepada Sahabat dan kita ummat Islam ".
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه أَيضاً قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَم، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البيْتَ إِنِ اِسْتَطَعتَ إِليْهِ سَبِيْلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآَخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسئُوُلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ: أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي البُنْيَانِ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيَّاً ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرُ أتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟ قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
" Dari Umar radhiyallahu ‘anhu pula dia berkata; pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya, kemudian ia duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendekatkan lututnya lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, seraya berkata:
‘Wahai Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
1⃣ ” Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah Al Haram jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.” Laki-laki tersebut berkata: ‘Engkau benar.’ Maka kami pun terheran-heran padanya, dia yang bertanya dan dia sendiri yang membenarkan jawabannya.
Dia berkata lagi: “Jelaskan kepadaku tentang iman?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
2⃣ “(Iman itu adalah) Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.” Ia berkata: ‘Engkau benar.’ Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi:
‘Jelaskan kepadaku tentang ihsan?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
3⃣ “(Ihsan adalah) Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu.”
Yang kita garis bawahi di sini adalah Rukun Ihsan yang berarti ( baik)
Dia berkata: “Beritahu kepadaku kapan terjadinya kiamat?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.” Ia berkata: “Jelaskan kepadaku tanda-tandanya!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Jika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak pakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan.”
Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Kemudian laki-laki itu pergi, aku pun terdiam sejenak.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku:
“Wahai ‘Umar, tahukah engkau siapa orang tadi?” Aku pun menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Dia adalah Jibril yang datang untuk 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗶𝗻𝗶 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 .” (HR Muslim)
Itulah yang di sebut Islam 3 rukun agama Islam Iman Dan Ihsan
Inti Daripada Ajaran Agama Adalah Untuk Bertaqwa dengan berjalan Menuju Allah Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah agar timbul ketaqwaan lahir maupun bhatin
Bagaimana Cara Bertaqwa Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah Tidak Ada Cara Lain Kecuali Di Bimbing Oleh Guru Waliyullah Sebagai penerus Rasulullah SAW.
" Warosatul Anbiya" tentu mereka Orang Yang Yang Sudah Dekat dan sampai Kepada Allah
Yaitu orang yang banyak mengingat Allah Dengan apa ❓
Dengan banyak ingat kepada Allah karena inilah inti daripada semua amal perbuatan di dunia ini sesuai dengan tujuan Allah menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah dalam surah (Ad-Dzariyat 56 )
Tujuan Beribadah adalah semurni-murninya Ibadah pengabdian kepada Allah mengenalnya ma'rifat dzat -Nya karena Allah ingin di ketahui dikenal (Ma'rifat) maka dari itu Allah menciptakan ciptaanNya selain dirin-Nya dan adanya agama karena mengenal Allah disebut juga Awaludin Ma'rifatullah.
Maka dalam Rukun Ihsan yang berbunyi beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya
Inilah yang disebut ma'rifat tapi bukan ma'rifat Sekedar Sifat-sitlfatnya yang di bahas dalam sifat 20 maupun nama-nama-nya tapi ma'rifat Dzat-Nya itulah Rukun Ihsan. Dengan berma'rifat merasa seolah-olah melihat (Ma'rifat) dan di lihat Allah (Muroqobah) merasakan terus di awasi karena hatinya ingat (dzikir) kepada Allah dengan mengikat diri ke Allah tentu juga untuk membersihkan dan menghindari segala bujukan hawa nafsu dan dosa-dosa, dengan cara yang di ajarkan oleh Guru yang sudah punya resep metodenya untuk membersihkan dosa-dosa kita sendiri dengan dzikir
Allah berfirman :
(يَوْمَ لَا الٌ لَا (88) لَّا اللَّهَ لْبٍ لِيمٍ (89
“(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵.💦 ( QS. Asy-Syu'ara 88-89).
Orang Arif bijaksana berkata :
" Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila ".
(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih 💦 (dari syirik). ” (QS. az Zumar:3).
TALQIN kan : artinya : Ajarkan-lah/ tuntun-lah
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ
Laqinu mautaakum Laa Ilaha Illalloh
Artinya : " TALQINKANLAH
𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗡𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟
dengan "𝗟𝗔𝗔 𝗜𝗟𝗔𝗛𝗔 𝗜𝗟𝗟𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛 " ".
Orang Arif Memahami Mengajarkan Laa Ilaha Illallah Adalah kepada Hati Yang Mati
𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 [ 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽] yang 𝗵𝗮𝘁𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵
" Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, 𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗟𝗔𝗛 Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. (QS.An-Nisa’ 103)
Tidak akan baik sebuah kalbu kecuali apabila menetap padanya ma’rifatullah ma'rifat Dzat (mengenal Dzat Allah ‘azza wa jalla ), Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, mengetahui keagungan-Nya, cinta dan takut kepada-Nya, berharap dan tawakal kepada-Nya.
Inilah hakikat tauhid yang merupakan makna La ilaha illallah. Tidak ada kebaikan bagi kalbu kecuali saat menjadikan Allah Yang Maha Esa sebagai sesembahan yang diibadahi, yang dicintai, dan ditakuti, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Yaitu dengan menerima Talqin Dzikir "Laa Ilaha Illallah" yang ditanamkan di dalam hati orang yang berjalan menuju keridhaan Allah oleh guru rohani bukan guru dzahir tapi guru batin, dan untuk membersihkannya hati kita, " Hendaklah engkau bersama Allah, jika tidak mampu, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat kepada Allah, karena sesungguhnya orang itulah yang akan menyampaikanmu kepada Allah (HR. Abu Daud).
Dan yang paling utama untuk menyambungkan ruh kita kepada Rasulullah SAW.
Yaitu Bertarekat, tujuannya untuk Menjalankan Rukun Agama Yang Ke tiga Yaitu Rukun Ihsan Diatas
Rasulullah SAW. telah Bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).
Pendidikan Ahlak hanya bisa didapatkan dari Rukun ini Ihsan, Ihsan yang berarti Baik.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu 𝘀𝘂𝗿𝗶 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗱𝗮𝗻 yang 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗯𝗮𝗴𝗶𝗺𝘂 (yaitu) bagi orang yang 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗮𝗽 (𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝘁) 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 dan (kedatangan) hari kiamat dan dia 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵”. (QS Al-Ahzab: 21).
Banyak menyebut Allah
Banyak menyebut Allah, artinya dengan Rukun Ihsan yaitu agar selalu merasa dilihat Allah dengan apa❓ tentunya Ingat senantiasa selalu terhubung dengan Allah, atau ingat itu qolbu dzikrullah, Dzikrullah Ibadah Yang Tak pernah putus, dan Sesungguhnya Tujuan Jin dan Manusia di ciptakan Allah tidak lain untuk Ini, Ibadah Wama Holaqotul Jinna Wal Insa Illa liya'budun (QS. Ad Dzariyat 56.)
Dan dzikir adalah benteng diri manusia dari hawa nafsunya. dimana syetan selalu berusaha untuk mendatangi manusia lewat muka belakang kiri dan kanannya, kalau bukan karena Nabi Yusuf Ingat Allah Dzikrullah dia mungkin sudah tergoda oleh Zulaikha.
Dan dengan dzikirlah pencuci hati yang kotor,
Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya bagi tiap-tiap sesuatu ada pengilapnya (pembersihnya). Sesungguhnya pengilap hati adalah dzikrullah.'' (HR Ibnu Abidunya dan Baihaqi dari riwayat Said bin Sinan. Lihat at-Targhib wa at-Tarhib juz 11 hal 243).
Dzikir adalah isi daripada Rukun Ihsan, tentu dengan bimbingan oleh guru yang juga hatinya sudah bersih bukan guru sembarang saja, banyak pintu masuk ke Baitullah Kabbah, tetapi kita hanya butuh satu pintu, banyak guru mengajarkan hati agar bersih karena Qalbu mukmin Baitullah, tapi kita hanya butuh satu orang Guru, bukan guru zhahir, tapi Guru Rohani, Karena Rukun Ihsan Ini adalah amalnya Ruhani jati diri manusia, sedangkan Rukun Islam amal dzahir dan Rukun Iman amal Hati iqtiqad keyakinan Tauhid saja.
“Ketahuilah, sungguh di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah kalbu .” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan : Ihsan itu adalah Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, Qolbu bukan hati daging fisik, Qolbu Yang Benar (Qolbu Yang Abstarak) Bashirah Mata Bhatin (Qolbu) Pusat inti Ruh Manusia.
Klik link jika video tidak muncul https://youtu.be/lxIMcbz8RZU
Dengan hati yang bersih, kita akan mudah mengakses hidayah Allah SWT.
"Barang siapa bertasawuf tanpa fiqih maka akan menjadi zindiq, barang siapa berfiqih tanpa tasawuf maka akan menjadi fasiq, dan barang siapa mengamalkan keduanya maka akan mencapai hakikat." (Imam Malik)
"Intinya Islam, iman dan ihsan adalah satu kesatuan yang dinamakan agama Islam,
Islam, Iman, dan Ihsan tak Bisa Dipisahkan
Islam, iman, dan ihsan adalah satu kesatuan yang disebut agama Islam. Semuanya berjalan bersama beriringan, barang siapa memisahkannya maka telah berkurang sebagian dari agama,"
Baca Tentang Jalan Menuju Ma'rifat Disini
Namun Kenyataan Kebanyakan Ummat Islam Meninggalkan Rukun Ihsan.
Tasawuf Tanpa Thariqah sama dengan Nol
Link 🔗 https://www.nu.or.id/post/read/38418/tasawuf-tanpa-thariqah-sama-dengan-nol









