Laman

Jumat, Maret 29

Jangan Mudah Berharap Maaf Dari Suamimu

Jangan mudah berharap diberikan maaf serta ikhlas dari suami, tapi engkau sadar sengaja menyakiti dan mendurhakainya, jangan mudah juga engkau berharaf maaf dari-Nya tapi engkau dengan mudah tanpa rasa bersalah melanggar aturan perintah dan laranganNya.

Durhaka kepada suami adalah menolak untuk melakukan apa yang diminta oleh suami. Adalah kewajiban istri untuk melaksanakan perintah suaminya selama itu adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah ‘Azza wa jalla. Begitu besarnya kewajiban istri untuk mengikui suami sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menyampaikan bahwa jika sekiranya beliau diperbolehkan memerintahkan seorang manusia untuk bersujud kepada manusia yang lain, maka beliau akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suami-suami mereka.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Artinya “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi)

“Seorang wanita tidak boleh mentaati kedua orangtuanya untuk berpisah dengan suaminya, tidak pula mengunjunginya dan semisalnya. Bahkan ketaatan kepada suaminya lebih wajib.”

Terdapat satu hadits dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebagian ulama statusnya hasan, menguatkan hal ini.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, berkata: "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Siapakah manusia paling besar haknya atas wanita?” Beliau menjawab: “Suaminya.”

Dan salah satu wanita yang tidak ajan mencium bau surga adalah Wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan

*“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan yang jelas, maka bau Surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)*