Laman

Minggu, Mei 10

HUKUM TAURAT MUSA DALAM AL-QUR'AN

Sebelum menyimak ulasan video ini alangkah lebih baiknya membaca ulasan artikel-artikel dibawah ini. 


10 HUKUM TAURAT MUSA

1. TIADA TUHAN SELAIN ALLAH
Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al-hasyr: 23)

2. JANGAN MENYEMBAH BERHALA
Qs.Al-Baqarah 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[1], padahal kamu mengetahui. (QS.Al-Baqarah: 22)

3. JANGAN MEMPERSUKUTUKAN TUHAN
Qs. An-nisaa 116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS. An-nisaa: 116)

4. KUDUSKAN HARI SABAT
Dalam hal ini setiap Rasul-Nyaberbeda Syaratnya Syariat Nabi Muhammad SAW untuk umat berbeda yaitu hari Jum'at sedangkan Rasulullah Isa Ibnu Maryam Hari Sabtu. 
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[2]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al Jumu’ah: 9)

5. HORMATI ORANG TUAMU
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia[3].(QS. Al-Israa’: 23).

6. JANGAN MEMBUNUH
#Mememilhara_semua_manusia
Al-Ma'idah:  32) Allah berfirman :
Yang Artinya "Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka #seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa #memelihara_kehidupan_seorang manusia, maka #seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."
Yaitu membunuh para nabi termasuk nabi Isa (yesus ). 
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An-Nisa:93)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu[4]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisaa:29)

7. JANGAN BERZINAH
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin[5]. (QS. An-Nuur: 3)

8. JANGAN MENCURI
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Maa’idah: 38)

9. JANGAN BERSUMPAH PALSU
 Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri[6] dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (QS. At-Taubah:42)

10. JANGAN MENGINGINKAN MILIK ORANG LAIN
Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma'ruf[7], (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah:180)

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu[8]. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar. (Qs. An Nisaa’: 2).


Mari kita tinjau pernyataan Yesus sendiri pada ayat-ayat Bibel berikut ini:

Cek Matius 5 ayat 17-20 :
5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Ayat-ayat diatas ini apabila dibaca tidak dengan pemikiran dibawah doktrin, melainkan dengan pemikiran yang jernih dan kritis, akan jelas menyatakan tetap berlakunya hukum Taurat. Bagaimana penjelasannya?

🎆“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘁𝗮𝗯 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺𝗸𝘂, yaitu 𝗧𝗮𝘂𝗿𝗮𝘁, dan memberi 𝗸𝗵𝗮𝗯𝗮𝗿 𝗴𝗲𝗺𝗯𝗶𝗿𝗮 dengan (datangnya) 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹 yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul (Muhammad ) itu datang kepada mereka (orang kafir) dengan membawa bukti-bukti yang nyata, (Al-Qur'an) mereka (orang Kafir) berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-Shaff’ 61:6) (dituduh fitnah nabi palsu dll) 

Allah tegaskan bahwa !!! 
🎆Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan 𝗽𝗲𝗿𝗸𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” padahal sudah sangat jelas keterangan Isa/Jesus dan jelas pula tipu daya Paulus terhadap mereka namun mereka masih saja percaya tipu dayanya menolak Isa(jesus) (QS. Maryam’ 19:34

Kita lihat dalam pembahasan berikut :

5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Yesus sangat jelas menyatakan di ayat ini bahwa ia datang adalah untuk menggenapi hukum Taurat, bukan untuk meniadakannya. Masalah yg sangat penting di sini adalah pada kata “menggenapi”. Apa yg dimaksud dengan menggenapi di sini? Orang Kristen yang berpikir di bawah doktrin akan langsung dengan mudah menyatakan bahwa kata menggenapi yang dimaksud adalah penggenapan janji Tuhan untuk kedatangan-Nya(?) atau anak-Nya(?) untuk melakukan karya penebusan untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa, atau untuk menyelamatkan manusia dari cengkeraman maut sehingga maut tidak lagi menguasainya sehingga manusia akan beroleh hidup yang kekal, atau agar manusia dapat hidup di bawah kasih karunia bukan dibawah hukum Taurat lagi, dll dsbnya… yg inti semua itu dalam konteks bahasan kita ini adalah bahwa dengan kedatangan Yesus, maka hukum Taurat menjadi batal, (tidak berlaku lagi), digantikan oleh hukum kasih karunia melalui diri dan pengorbanan Yesus.

Sangat mengherankan mendengar penjelasan dari umat Kristen tentang kedatangan Yesus yang merupakan penggenapan itu, yang mana membuat tidak berlakunya lagi hukum Taurat. Hal ini mengingat bahwa masih di ayat yang sama Yesus sudah memberikan sebuah informasi yg sangat penting tentang maksud dari kata “menggenapi” tersebut. Syarat itu adalah pada kata “…Aku datang bukan untuk meniadakannya (hukum Taurat),…” yg sangat jelas merupakan syarat dari “menggenapi” itu tadi.

Jadi penggenapan yang dimaksud Yesus dalam ayat tersebut haruslah dilakukan dengan syarat tidak meniadakan hukum Taurat itu sendiri, melainkan melengkapi dan menyempurnakannya. Dan cara yang di maksudkan Yesus menggenapinya adalah dengan memasukkan atau menambah hukum kasih. Bahwa dalam penerapan hukum Taurat sekalipun, berlaku hukum kasih merupakan adalah lebih pada diutamakan. Hal ini sangat mudah dipahami oleh pola pikir manusia yang normal (bukan doktrinal), karena kata “menggenapi” memang berkonotasi melengkapi dan menyempurnakan. Seperti terdapat pada kalimat “Ia menggenapi"

Coba Di Cermati Lagi
𝗠𝘂𝘀𝗮 Ul 27:26 Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! "

𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀/𝗜𝘀𝗮 [ Matius 5 : 18 ] Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini {Kyamat}, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.(Kiyamat) 

𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀/𝗜𝘀𝗮 (Yoh 5:24 ) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia (Ul 27:26☝🏻) yang mengutus Aku, ia mempunyai #hidup_yang_kekal (sorga) dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut (mati /neraka)ke dalam hidup (surga) 

" 𝗜𝘀𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝘁𝗮 ; " Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imran’ 3:50-51)

𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀/𝗜𝘀𝗮 Yoh 5 45. Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang MENDAKWA KAMU adalah 𝗠𝗨𝗦𝗔, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.
->> 46. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.

->> 47. Tetapi jikalau kamu (Kristen) tidak percaya AKAN APA YANG DITULISNYA,𝗠𝘂𝘀𝗮 bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"

Kis 7: 53 Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu ❓ tidak menurutinya."

𝗬𝗲𝘀𝘂𝘀/𝗜𝘀𝗮->> Matius [ 16]:27] Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu (Kiyamat)Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.( #amal_jasmaninya ) 
👇🏻😈
𝗣𝗮𝘂𝗹𝘂𝘀 Gal. 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. ..❗🚮👹

𝗣𝗮𝘂𝗹𝘂𝘀 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿 Rm. 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. 👂