Laman

Sabtu, Mei 9

BENARKAH HUKUM KASIH MENGGENAPI TAURAT MUSA?



Berkurban untuk Tuhan biasanya memakai binatang seperti yang dilakukan khabil yaitu Domba tujuannya sebagai bentuk Rasa syukur atas anugrah rezeky yang diperoleh dari Tuhan dan daging kurban domba tersebut di berikan kepada yang berhak mendapatkannya seperti para fakir miskin, kalau didalam Kekristenan untuk membebaskan mereka dari dosa maka mereka mengurbankan manusia karena dosa adalah maut alsannya mati dalam dosa slah satunya harus menerima hukum kasih pengorbanan Yesus yang adalah Paulus mengadopsi korban binatang domba di Perjanjian Lama menggantinya dengan manusia yaitu si Yesus sebagai persembahan kepada Tuhan ke 1 si Bapa, entah apa si Bapa atau Iblis kurang jelas untuk siapa karena juga menurut iman percaya mereka adalah satu ayat emas bagi mereka adalah Yoh 10:30 Aku dan Bapa adalah satu, entah apa si Bapa adakah memintakan Tumbal kepada manusia sebagai penghapus dosa manusia yang juga pada dasarnya dosa itu sejatinya terjadi atas kehendak-Nya sehingga manusia mengikuti petunjuk siapa sebenarnya untuk menjadikan tumbal dosanya adalah manusia yaitu Yesus atau Tuhan ke 2, untuk menghapus dosa manusia, atau ini hanya akal busuknya Paulus.

Ajaran penebusan dosa dengan  darah dan nyawa binatang sangat jelas sekali dilakukan oleh nabi Harun, dalam kita taurat Musa,  sebagaimana ayat dibawah ini:

“Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan , ia harus menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengandakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya menyembelih lembu jantan itu”. (Imamah 16:11)

Ajaran penebusan dosa dengan darah dan nyawa binatang, sangat mempengaruhi paulus, sebab dia hidup di zaman kepercayaan agama  kafir kuno (paganisme) yang masih sangat kental. Maka tidak heran jika dalam surat kepada jemaat Ibrani, Paulus menulis sebagai berikut :

“Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan”. (Ibrani  9:22)

Menurut logika Paulus, kalau darah dan nyawa hewan saja bisa menghapus dosa-dosa manusia, betapa lebihnya darah dan nyawa Yesus, sebagai korban yang paling sempurna dan tak bercacat. Maka ditulislah surat kepada jemaat Ibrani sebagai berikut :

“Dan ia (Yesus)    telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri.  Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jjika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah kristus, yang oleh Roh yang kekal telah memperembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagi persembahan yang tak ber cacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup”.  (Ibrani 9:12-14)

Bukti-bukti lain bahwa ajaran penebusan dosa adalah ajaran Paulus, simaklah surat-surat kiriman Paulus lainnya :

Kolose 1 : 13-14 :

(13) Ia telah melepskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih.

(14)Di dalam Dia (Yesus), kita memiliki penebusan kita, yuaitu pengampunan dosa.

1 Timotius 2 : 5-6

(5) Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesu,

(6) yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia : itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Ibrani 9 : 28
Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekai lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia”.

Itulah  bukti-bukti bahwa ajaran penebusan dosa adalah ajaran Paulus dan penulis Injil lainnya, bukan ajaran Allah maupun Yesus. Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang sejatinya itu buatan Paulus.

Padahal sudah jelas bahwa dengan konsep penebusan dosa, tetap saja dosa menghampiri anak manusia baik ia seorang Kristen sendiri karena masih hidup di dunia sebagaimana Iblis ( ular🐍 tua) berjanji menjadi ujian bagi manusia dan keturunannya.

Dijelaskan dalam gospel (Lukas 22 31) “Simon, Simon, dengarkan! Iblis sudah diberi izin untuk menguji kalian; seperti gandum dipisahkan dari kulit sehingga yang baik dipisahkan dari yang buruk.
****
Perumpamaan : Gandum ( bagi yang taat perintah Allah)
Kulit gandum yg meninggalkan, membuang, mengganti,meniadakan perintah Allah (buruk )
****
Iblis sebagai UJIAN bagi manusia !
Sudah menjadi karakter iblis yg selalu membangkang menentang Allah. Iblis sebenarnya musuh semua manusia sejak dari masa adam.

Sebagaimana dijelaskan Allah dalam Al-Qur'an :
Iblis berkata: Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, [ Surah Al-A'raf 18 ]
*
Dan yang sangat tidak logis bagaimana mungkin orang bisa baik dan benar tingkah laku hidupnya jika tubuh Yesus dianggap representasi Injil pendapat mereka seperti ini justru lebih konyol lagi, sebab hal ini berakibat bahwa banyak dari kalangan Kristen mengatakan Tuhan tidak menurunkan agama, tapi disisi lain mereka tahu bahwa Tuhan menurunkan Kitab wahyu-Nya contohnya kitab Taurat kepada Musa yang berisi pedoman ajaran agama dalam aqidah Islam disebut ( Syariat agama ) karena berisi hukum agama, maka dengan membatalkan hukum Taurat Musa dengan hukum Kasih atau Penebusan Dosa menurut dan karya Paulus ini, maka anak manusia yang jadi korban penebusan dosa telah menggantikan atau menggenapi hukum Taurat Musa, yang mana sama halnya membuang, melanggar perintah Tuhan di dalam Taurat itu sendiri, siapa yang berani membuang dan membatalkan hukum syariat agama dalam Taurat pastilah sumber utamanya Iblis ( ular🐍 tua) yang bersekongkol dengan manusia pemuja hawa nafsu, yaitu tokoh paling menonjol dalam Kekristenan yaitu Paulus sendiri karena ajaran ini melampaui jauh dari ajaran-ajaran yang di ajarkan oleh Musa maupun Yesus sendiri, dialah orang paling berjasa pada Iblis untuk menyesatkan manusia dari petunjuk Allah atau dari jalan yang lurus jalan yang ditempuh para nabi-nabi-nabi, sebagaimana kata Yesus:

Mat. 19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, #turutilah_segala_perintah_Allah."

Dalam hal ini termasuk hukum agama pada Taurat mengingat kembali pernyataan Yesus :
(Matius. 5:18 ) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Matius 15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu. 

Dan apabila dikatakan kepada mereka ( Kafir), "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab, "(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya🏴‍☠️)." Padahal, nenek moyang mereka itu  #tidak mengetahui apa pun dan #tidak_mendapat_petunjuk.[QS.02: 170].

"Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah."(QS. An-Naba' 78: Ayat 40).

Padahal dalam kitab Kekristenan juga dikatakan bahwa Tuhan Maha Pengampun dan lagi Maha Penyayang.

Mazmur 78(38) Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia #mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka;

Pada Kejadian 18 (26) TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka."

Dan (Bilangan 14:20) Berfirmanlah TUHAN: "Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu.
*
2 Tawarikh 7(14) ..Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
Nehemia 9:17 .. "Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya.
*
Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur'an:
"..Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Lagi Maha Penyayang ( Al-Baqarah 173).

Sangat banyak kita temukan penjelasan-penjelasan dari kalangan para pakar ahli study Bible salah satunya yaitu :
"Paulus adalah perusak pertama ajaran-ajaran Yesus".
(Thomas Jefferson, Presiden AS ke-3)
Paul was the first corrupter of the doctrines of jesus
https://www.azquotes.com/quote/679863
.
Lihat HUKUM TAURAT DALAM QUR'AN