Seandainya Taurat dan Injil masih sesuai dengan aslinya niscaya tidak akan menyelisihi hakikat-hakikat ilmiah.
Menurut Pakar Alkitab Bibel Sendiripun Telah Jujur Menglgakuinya ; Kesaksian Penelitian Pakar Bibel
Dr. G.C. Van Niftrik dan Dr. B.J. Bolland. Keduanya mengatakan, “Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan dalam Bibel; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta….”
Dr. Welter Lemp berkata, “Susunan semesta alam diuraikan dalam kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern.” “Pandangan Kejadian I dan seluruh al-Kitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan zaman.”
Sebenarnya, tidak perlu seorang Teolog Nasrani berbicara, kaum awam nasrani pun seandainya mereka membaca Bibel akan terheran dengan beragam kontradiksi yang tidak mungkin dikompromikan.
Mungkin inilah salah satu alasan kenapa keumuman kaum Nasrani dilarang untuk membaca kitab mereka dengan serius. Pembacaan al-Kitab dibatasi pada para penginjil.
Taurat dan Injil yang ada saat ini banyak bertentangan dengan kenyataan-kenyataan ilmiah.
Telah kita baca perkataan Welter sebagai pengakuannya akan ketidakcocokan Injil dengan ilmu pengetahuan. Demikian pula seorang ilmuwan Maurice Bucaille menyebutkan banyak contoh dalam bukunya La Bible, Le Coran et la Science diterbitkan dalam bahasa Arab dengan judul Al-Qur’an al-Karim at-Taurat wal Injil wal-‘Ilm.
Lihatlah al-Qur’an dan Hadits, betapa semua yang tertera dalam dua wahyu ini mengagumkan para pembacanya. Bukan hanya kaum muslimin. Ilmuwan kafir pun sebenarnya terheran dan tercengang, namun demikianlah ketika hati telah terkunci, dan mata telah buta. Mereka tidak mau menerima Islam dan tidak mau beriman dengan al-Qur’an.
.
Dr. Welter Lemp berkata, “Susunan semesta alam diuraikan dalam kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern.” “Pandangan Kejadian I dan seluruh al-Kitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan zaman.”
Sebenarnya, tidak perlu seorang Teolog Nasrani berbicara, kaum awam nasrani pun seandainya mereka membaca Bibel akan terheran dengan beragam kontradiksi yang tidak mungkin dikompromikan.
Mungkin inilah salah satu alasan kenapa keumuman kaum Nasrani dilarang untuk membaca kitab mereka dengan serius. Pembacaan al-Kitab dibatasi pada para penginjil.
Taurat dan Injil yang ada saat ini banyak bertentangan dengan kenyataan-kenyataan ilmiah.
Telah kita baca perkataan Welter sebagai pengakuannya akan ketidakcocokan Injil dengan ilmu pengetahuan. Demikian pula seorang ilmuwan Maurice Bucaille menyebutkan banyak contoh dalam bukunya La Bible, Le Coran et la Science diterbitkan dalam bahasa Arab dengan judul Al-Qur’an al-Karim at-Taurat wal Injil wal-‘Ilm.
Lihatlah al-Qur’an dan Hadits, betapa semua yang tertera dalam dua wahyu ini mengagumkan para pembacanya. Bukan hanya kaum muslimin. Ilmuwan kafir pun sebenarnya terheran dan tercengang, namun demikianlah ketika hati telah terkunci, dan mata telah buta. Mereka tidak mau menerima Islam dan tidak mau beriman dengan al-Qur’an.
.