Ilmu Syariat & Ilmu Ma'rifat Ada Pada Satu Tempat Tak Bisa Terpisah.
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (Az Zaariyat 51: 49).
Sebagaimana Tubuh dengan Ruh dan sebagaimana Rukun Islam Iman Adalah Syari'at & Rukun Ihsan adalah Ma'rifat Ilmu tentang Akhlak/Adab/Tasawuf pengamalannya adalah menempuh jalan ( ber-Tharekat /jalan, metode, cara) dengan bimbingan guru ruhani hasilnya adalah Ma'rifat ( Seolah-olah Melihat Allah ) dan merasa selalu diawasi Allah ( Muraqabah ) bersama Allah.
Tujuan manusia dihidupkan adalah Ibadah,(Ma'rifat) QS.5156 ibadah yang di sertai ma'rifat ibadah tanpa ma'rifat adalah gerak gerik ritual kosong tak bermakna.
Rukun Ihsan : “ Ihsan itu adalah kalian beribadah/menyembah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya. Kalaupun kalian tidak bisa melihat-Nya, maka ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Melihat kalian (apa yang kalian kerjakan).” ( HR Muslim).
Sebagaimana pula tentang talqin, talqin bagi ilmu syari'at dan talqin dalam ilmu tasawuf, ayat yang sama mengenai talqin yaitu : Laqinu mautakum Laa Ilaha Illallah artinya : Talqinlanlah/bimbinglah orang yang akan mati dengan Laa Ilaha Illallah yang men talqin/membimbing orang sembarangan itu talqin bagi ilmu syari'at untuk orang sakaratulmaut, sedangkan talqin dalam ilmu rukun Ihsan/ ilmu tasawuf adalah talqinlanlah/ bimbinglah orang yang akan mati ( calon mati semua orang yang akan mati namun berfokus pada hati yang lalai banyak lupa mengingat Allah hati yang mati mengingati Allah agar hati itu hidup mengingat Allah yang membimbingkan talqin pun bukan sembarangan orang tetapi adalah oleh guru ruhani pula yang bersih hatinya pilihan Allah Waliyullah Wali Mursyid sebagaimana pada ( QS.18: 17) & ( QS. 5: 35 ) & (QS. 10:62) dengan tujuan utamanya agar menghadap Allah sudah terbiasa lisan dan hatinya menyebut Allah dan menghadap Allah dalam dalam keadaan bersih ( QS.26: 88-89)
Syariat merupakan penyembahan mahluk kepada Sang Khalik. Sedangkan Hakikat adalah kesaksian mahluk terhadap kehadiran-Nya. ( Imam Al-Qusyairi ).
" Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, (Syari'at & Hakikat) antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing ( QS.19:20).
Allah membatasi manusia dengan hati-nya artinya ilmu pengetahuan lahir-nya tubuh jasmani-nya dengan Ilmu pengetahuan batin-nya tubuh ruhani-nya
" ... sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hati (qolbu-nya )dan sesungguhnya kepadanyalah kamu akan dikumpulkan. (QS Al Anfal 8: 24).
" barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hati (qolbu-nya). QS. 64:11).
Tonton video berikut ini https://youtu.be/gBQoOgIkCbs
Baca juga Kewajiban Seorang muslim dituntut berjihad melawan hawa nafsunya
