Apakah Ilmu Tasawuf bukan bagian dari agama Islam sehingga banyak ummat Islam tidak bertasawuf ?
Sombong, serakah dengki, dendam, pelit dll itukan Ilmu Tasawuf!
Bicara Tasawuf bicara pengamalan Tharekat, bicara Tharekat bicara rukun Agama, bicara Rukun Agama bicara Rukun Islam, Rukun Iman, dan Rukun Ihsan Bicara Tharekat bicara pengamalan Tasawuf dalam Rukun Ihsan.
Pada saat malaikat Jibril memperkenalkan agama Islam kepada para sahabat melalui Rasulullah SAW. sesudah menjelaskan Tentang Islam dan Iman.
Kemudian Ia (Jibril) berkata: Beritahukan kepadaku apakah Ihsan itu? Nabi bersabda:
قلﷺ أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك
( Ihsan ialah) " Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya. Jika engkau tidak bisa melihatnya, sesungguhnya Ia melihatmu (HR Muslim )
*) Seolah-olah melihat Allah = Ma'rifatullah (Taqarrub Ilallah)
*) Sesungguhnya Ia melihatmu = Qolbu inti ruhanimu merasa selalu diawasi Allah ( muraqabah) sepanjang hayat, merasa bersama Allah)
Allah yang menyaksikan dan yang disaksikan (QS Al-Buruj: 3).
Hal ini menunjukkan bahwa sebuah kedekatan atau taqarrub sampai-sampai seakan-akan melihatNya, adalah akibat dari kesadaran kuat bahwa "Dialah yang melihat kita." Kesadaran jiwa bahwa Allah SWT melihat kita terus menerus, menimbulkan pantulan pada diri kita, yang membukakan mata hati kita dan sirr kita untuk memandangNya.
Ahli Tasawuf & Defenisi Tasawuf - Imu untuk mengetahui keadaan qobu baik dan buruknya
serta upaya membersihkannya
dan perjalanan menuju Allah ( Kitab Tanwirul Qulub). Sebagaimana Allah SWT :
Ke mana pun engkau menghadap, di situlah wajah Allah (QS Al-Baqarah: 115).
"Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepatuhan." (Al-An'aam 79). Dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu (QS Saba’: 47).
Dialah yang Maha Awal dan Maha Akhir, Maha Lahir dan Maha Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS Al-Hadid: 3).
Sebagaimana firman Allah :
ان الله كان عليكم رقىبا
" Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ". (QS. An-Nisa 1).
Allah menjaga karena kamu ingat Allah, dzikrullah. Allah mengawasi karena kamu ingat Allah, dzikrullah.
" dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata "Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan. (QS. Al-Anfal 8: 21).
" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.(QS. Al-Anfal 8:27).
Allah yang menyaksikan dan yang disaksikan (QS Al-Buruj: 3).
Ibnu Athaillah menggambarkan secara bijak:
"Alam semesta ini gelap, dan sebenarnya menjadi terang karena dicahayai Allah di dalamnya. Karena itu siapa yang melihat semesta, namun tidak menyaksikan Allah di dalamnya, atau di sisinya, atau sebelum dan sesudahnya, benar-benar ia telah dikaburkan dari wujud Cahaya, dan tertutup dari matahari ma'rifat oleh mendung-mendung duniawi semesta."
Ada cahaya yang diperkenankan masuk, ada yang diperkenankan sampai.
Kadang-kadang cahaya mendatangimu, tapi hatimu dipenuhi gambaran mahluk sehingga cahaya itu pergi lagi.
Kosongkan hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Dia akan mengisinya dengan segala ma'rifat dan rahasia ( Ibnu Athaillah).
Bagi mereka yang dicahayai oleh Allah maka digambarkan oleh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam:
"Telah terpancar cahayanya dan jelaslah kegembiraanya, lalu ia pejamkan matanya dari dunia dan berpaling darinya, sama sekali dunia bukan tempat tinggal dan bukan tempat ketentraman. Namun ia jiwanya bangkit di dalam dunia itu, semata menuju Allah Ta'ala, berjalan di dalamnya sembari memohon pertolongan dari Allah untuk datang kepada Allah.
Indonesia sekarang banyak bermunculan pemikiran seperti Ilmu Tharekat yang isinya padahal Tasawufmengatakan tidak ada dalam Al-Quran, hati-hati, karena sudah disebutkan Rasulullah SAW tidak ada yang aku tinggalkan diperagakan oleh rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Dalam Kata-katanya, perilakunya dan ketetapan-ketetapannya, kalau kita bicara soal sunnah pasti bicara tentang hadits, bicara tentang hadits bicara induk hadist atau Ummul Hadits, Al-Quran ada ummulnya yaitu Al-Fatihah, begitu juga hadist ada Ummulnya, Ummul hadistnya lebih dikenal dengan Islam, Iman, Ihsan.
Mari kita melihat kepada keadaan di masyarakat kita kalau mereka minta do'a kepada seorang Kyai misalnya yang disebut cuma 2 " Kyai mohon do'anya, semoga saya dan keluarga dikuatkan Iman dan Islamnya, Ihsan nggak disebut ? ini kira-kira disebut karena nggak perlu tidak disebut? atau karena nggak tahu nggak disebut? atau karena yang 3 itu masuk dalam satu dua saya dari situ dulu ngobrolnya membahas Kitab Miftahus Sudur Kunci Pembuka Dada ) sebenarnya akan menjadi keperluan ummat sebenarnya, karena Miftahus Sudur adalah bicara Tharekat, bicara Tharekat bicara Tasawuf, bicara Tasawuf bicara Rukun Ihsan.
Iman dari seluruh ayat-ayat Iman atau b hadist-hadist Iman jadilah Ilmu Tauhid Ilmu Ushuluddin Ilmun Kalam.
Islam digali oleh para ahli dari Al-Qur'an dan Sunnah jadilah Ilmu Fiqih sering disebut Ilmu Syari'at, itu untuk mempermudah mahasiswa dan siswa saja karena Syari'ah, Tharekat, Makrifat sering di bagi pada dua yaitu Ilmu Dzahir dan Batin.
dirujuk aja Kitab Tanwirul Qulub Syeh Amin Alkurdi.
Ilmu Islam, Apakah dia Tauhid Fiqih Tasawuf selagi dia berada di ranah Ilmu disebutnya Syari'at.
Kalau sudah bergeser kepada pengamalan maka dia menjadi Tharekat, Tharekat adalah pengamalan terpadu, antara Tauhid Fiqih dan Tasawuf, kalau merujuk kepada referensi kitabnya syeh Al Kurdi.
Bicara Ihsan dikalangan masyarakat, jangankan bisa mengurai Ihsan panjang lebar bahkan kepada prakteknya saja tidak tahu apalagi takhrifnya saja banyak yang belepotan kalau ditanya rukun ihsan kebanyakan tidak jelas menguraikannya.
Kita lihat masyarakat kita
Tentang Rukun agama Islam, Kalau ditanya rukun agama Islam berapa ? banyak yang tidak tahu ! tahunnya Rukun Islam ?
Dinul Islam ada 3 Islam Iman Ihsan
Dengan Kaki Tiga (Tripod ) islam Iman Ihsan satu patah pasti roboh, itu sudah hukum alam, karena kakinya tinggal dua mari kita melihat dalam keadaan di masyarakat kita, kalau mereka minta doa ke kyai yang disebut cuma 2 " Kyai minta do'anya dikuatkan Iman Islamnya, Ihsannya tidak disebut ini kira-kira nggak disebut apa karena tidak perlu atau karena tidak tahu atau yang ketiga ini masuk kepada ketagori Rukun yang ke satu atau yang kedua?
Membahas kitab Miftahus sudur ( Kunci pembuka dada) sebenarnya keperluan umum, keperluan ummat sebenarnya, karena kitab Miftahus shudur bicara Tharekat atau Jalan bicara Tharekat bicara Tasawuf, bicara Tasawuf bicara Rukun Ihsan.
Iman dari seluruh ayat-ayat ayat Iman Alquran dan hadis-hadis iman digali oleh para ahli maka jadilah Ilmu Tauhid Ilmu ushuluddin Ilmu kalam.
Islam dari seluruh ayat-ayat quran & hadis digali oleh ahli maka jadilah Ilmu Fiqih atau peraturan namun sering disebut Ilmu Syari'at untuk mempermudah mahasiswa saja atau untuk mempermudah saja sering disebut Ilmu Zahir. Rujukannya Tanwirul Qulub Syekh Amin Al Kurdi.
Ilmu Islam Tauhid Fiqih Tasawuf selagi dia berada di wilayah ilmu maka dinamakan Syari'at. Akan tetapi Ilmu Islam Tauhid Fiqih Tasawuf jika bergeser kepada pengamalan maka disebut Tharekat. Jadi Tharekot adalah pengamalan terpadu antara Tauhid Fiqih dan Tasawuf.
Bicara Ihsan di kalangan masyarakat jangankan menguraikan secara panjang lebar tahrifnya aja masih banyak yang gagigu sering di tanyakan dalam majlis-majlis Ilmu dalam pengajian pengajian umum.
Kalau menjelaskan rukun Islam yang lima banyak yang tahu begitupun rukun Iman yang enam kalau ditanya tentang rukun yang ketiga yaitu Ihsan banyak yang bingung menunjukkan bahwa pelajaran Ihsan tidak tembus ke masyarakat
Alkisah ada Rombongan-rombongsn 9 dokter bertanya kenapa pesantren perguruan di mana² ? Karena tidak mendalalami Tharekat karenarukun agama ada yang kurang diperhatikan satu
Sebenarnya sudah 1500 tahun hadits ini menyebar ke seluruh dunia namun tidak banyak dipahami definisi ihsan padahal ini salah satu dasarnya (Rukun) Agama.
Seharusnya ini Ilmu anak ibtidai'ah TK sekarang banyak yang sudah ubanan dan ulama-ulama dipesantren sekalipun jarang di ajarkan dan banyak yang tidak mengetahuinya.
Defenisi Ihsan.
" Kamu beribadah kepada Allah dengan Keyakinan seakan-seakan-akan kamu melihat Allah kalaupun tidak mampu mencapai tingkatan seakan-akan melihat Allah, maka yakini Allah maha melihat kepadamu. (HR Muslim).
Ummat sekarang Emergency gawat darurat
Apakah itu cukup sebagai hafalan pengetahuan? tidak! selain pengetahuan di otak dan lidahnya harus tembus ke dalam ==>> rasanya.( KH Zezen Zaenal Abidin ).
Kita Butuh Wasilah Perantara Untuk Mengetahuinya
