Laman

Sabtu, Juli 17

Generasi Muslim Akhir Zaman Yang Terasing

“Jika kamu menaati kebanyakan manusia di bumi

niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”

Menjelang Sayyidul Ayyam (Hari Jum’at) pekan ini, penulis mengajak untuk bermuhasabah terhadap amaliyah yang telah kita kerjakan paling tidak sepekan yang lalu sebagai bahan evaluasi agar hari esok, lusa dan kemuadian menjadi lebih baik, sesuai dengan penegasan Allah SWT. dalam al-Qur’an surat al-Hasyr ayat 18 :


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Sebagai bahan muhasabah kali ini, penulis mengajak marilah sejenak kita fahami dan kita renungkan salahsatu sabda Rasulullah SAW. berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ. رواه مسلم

“Dari Abi Hurairah dia berkata, "Rasulullah S.A.W. bersabda : "Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing." (H.R. Muslim)

Ketika Islam datang ke dunia pertama kali dianggap asing, bahkan masyarakat arab  ketika itu menganggapnya Islam sebagai agama yang tidak masuk akal, karena Islam membawa ajaran yang sangat berbeda bahkan bertentangan dengan apa yang telah masyarakat arab lakukan pada waktu itu. Islam membawa kebenaran dan akan memberantas penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan. Benar-benar saat itu Islam dianggap asing karena membawa kebenaran dan yang ada pada diri mereka adalah kebathilan. Apabila kita analogikan; kita pergi ke suatu desa atau pemukiman yang primitif/terbelakang dan kita membawa sesuatu yang baru dan mereka tidak mengenal itu sebelumnya, maka bagi mereka apa yang kita bawa itu amatlah asing, dan akan ada penolakan dari mereka.

Begitu pula Islam pada saat pertamakali datang pada masyarakat arab. Islam membawa kebenaran (al-haq) dari rabb semesta alam, mengajak mereka kepada Tauhid (pengesaan) yakni menyembah Allah SWT sebagai tuhan yang ESA, dan memberantas semua penyimpangan, penyelewengan dan keburukan-keburukan yang telah mendarah daging pada diri mereka.

Selanjutnya kata Nabi, وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ  “Dan Islam akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana mulanya ia datang”.

Di abad modern ini lebih parah daripada zaman jahiliyah dulu. Kalau dulu Islam dianggap asing oleh orang-orang kafir quraisy, sekarang ini Ajaran Islam yang sesungguhnya justru dianggap asing oleh pemeluknya sendiri, oleh orang-orang yang telah mengaku sebagai muslim, bahkan telah berlabel muslim sejak lahir karena orang tuanya, nenek moyangnya telah terlebih  dahulu memeluk Islam. Sekarang ini pemeluk Islam (Muslim) kadang merasa asing akan kebenaran ajarannya, asing dalam mengamalkan ajaran dan tuntunannya. Ajaran Islam dianggap sebagai penghalang untuk meraih apa yang diinginkan, sehingga tidak segan-segan aturan atau ajaran Islam yang sudah jelas dan tegas mengajak dan akan membawa kepada keselamatan-pun dilanggar, ditinggalkan dan bahkan dibuang jauh-jauh. Kalaupun ada orang yang teguh pendiriannya untuk menegakkan tuntunan Islam, menentang perbuatan atau kebijakan yang tidak sesuai prinsip-prinsip dan ajaran Islam dianggap sebagai orang aneh atau orang asing. Hal tersebut sudah ditegaskan oleh Rasulullah S.A.W. فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ  maka beruntunglah orang-orang yang terasing”.

Sumber : Mahkamah Agung .go.id 


Dakwah Tauhid dakwah Jalan bertauhid Dakwah Jalan menuju Allah Jalan berarti Tarekat, Karena Tarekat itu berarti Jalan, atau cara, dalam bahasa Inggrisnya metode, Orang Yang Bertarekat Adalah orang yang punya metode menuju Allah untuk apa untuk berma'rifat, apa perlu ma'rifat?

Apa syaratnya dakwah Tarekoh?

Tidak ada karena Tarekoh adalah pengamalan kumpulan orang-orang yang belajar tak seorangpun yang belajar Tarekoh mengaku bahkan merasa lebih pintar mengetahui ilmu semua merasa kelas Play Grup TK, PAUD karena mereka merasa tak memiliki dan punya apa-apa. banyak orang salah menilai Tarekoh karena hasil doktrin peninggalan para penjajah kolonial. jangan berpikir bertapa seperti jaka Tingkir dll itu kan baru cerita dan di TV 🙂 sesuai kemampuan


Apa perlunya ma'rifat?

perlu dalam setiap ibadah perlu ma'rifat untuk mensucikannya,

Ma'rifat adalah Ilmu dasar dari Agama Dasar Tauhid Agama, Semua Orang punya Ilmu ma'rifat karena Ilmu ma'rifat adalah Ilmu fitrah manusia, manusia mengetahui antara Tuhan dengan mahluk, atau antara pencipta yang tak bermula dengan ciptaan yang di awali dengan di di ciptakan di mulai punya permulaan, setiap yang bermula pasti berakhir (fana, binasa)


Dengan melakukan Torekoh itu apakah harus mengtahui fikih ?

Harus Itu Wajib

Apakah yang dimaksud dengan Tarekoh?

Sebenarnya yang dikatakan torekoh itu adalah lanjutan dari pada Syariat.

" Ilmu Tauhid fikih tasawuf selagi ia belajar di ranah ilmu maka di sebutnya syariat 

Tauhid fikih tasawuf kalau sudah diamalkan menjadi Torekot, bila diamalkan bila diamalkan akan menghasilkan ma'rifat "

melihat Allah sedekat dekatnya

Apa hubungannya tirikoh dengan tasawuf ?

Torekot adalah pengamalan tasawuf lanjutan daripada tasawuf

orang disebut ahli tasawuf padahal dia baru mengkaji mendengar ceramah ilmu tasawuf hati-hati nggak apa baca ihya Ulumuddin 

Tarekoh nya apa?

belum sih nggak pake torikot!

a ini namanya ahli Ilmu tasawuf

bagus?

bagus!

hormati 

hormati

tapi jangan disebut ahli tasawuf dalam arti pengamall tasawuf.

sombong dengki serakah dendam itu Ilmu tasawuf itu.

apakah punya Ilmu tasawuf?

Apakah sudah berupa untuk dibesihkan?

apa alatnya dzikir

dzikirnya jalur mana ?


punya pembimbingnya?

lengkapreferensinya?

di akui pembimbingnya?

10 tahun belajar Tarekoh kok masih belum terbang 

juga ?

aa ini terpengaruh film juga 🙂


Disini Admin mengajak kepada Tauhid

Masuk kedalam Islam secara Kaffah sesuai perintah Allah denganbmenjalankan Rukun Agama secara utuh Islam Iman Ihsan tiga pokok pilar tiang agama.

Firman Allah SWT: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ 

Artinya, “Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Surat Al-Baqarah ayat 208).


Islam, Iman, dan Ihsan tak Bisa Dipisahkan

https://www.republika.co.id/berita/qcjm5u366/islam-iman-dan-ihsan-tak-bisa-dipisahkan


Mari Kita Mengenal Kesempurnaan Ajaran Islam Lebih Jelas lagi antara ke 3 rukun agama Islam

Pada Saat Malaikat Jibril mengenalkan agama ini kepada para sahabat yang terkenal dengan Hadis ini adalah Hadis Jibril


Islam Terdiri Dari 3 Rukun 

Rukun Islam, Rukun Iman, dan Rukun Ihsan


Malaikat Jibril Datang Untuk Mengajarkan Agama Ini Kepada Sahabat dan kita ummat Islam ". 

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه أَيضاً قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَم، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البيْتَ إِنِ اِسْتَطَعتَ إِليْهِ سَبِيْلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآَخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسئُوُلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ: أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي البُنْيَانِ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيَّاً ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرُ أتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟ قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

" Dari Umar radhiyallahu ‘anhu pula dia berkata; pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya, kemudian ia duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendekatkan lututnya lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, seraya berkata:

‘Wahai Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

1⃣ ” Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah Al Haram jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.” Laki-laki tersebut berkata: ‘Engkau benar.’ Maka kami pun terheran-heran padanya, dia yang bertanya dan dia sendiri yang membenarkan jawabannya. 

Dia berkata lagi: “Jelaskan kepadaku tentang iman?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

2⃣ “(Iman itu adalah) Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.” Ia berkata: ‘Engkau benar.’ Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi: 

‘Jelaskan kepadaku tentang ihsan?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

3⃣ “(Ihsan adalah) Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu.” 

Yang kita garis bawahi di sini adalah Rukun Ihsan yang berarti ( baik)

Dia berkata: “Beritahu kepadaku kapan terjadinya kiamat?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.” Ia berkata: “Jelaskan kepadaku tanda-tandanya!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Jika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak pakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan.”

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Kemudian laki-laki itu pergi, aku pun terdiam sejenak.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku: 


“Wahai ‘Umar, tahukah engkau siapa orang tadi?” Aku pun menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Dia adalah Jibril yang datang untuk 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗶𝗻𝗶 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 .” (HR Muslim)

Itulah yang di sebut Islam 3 rukun agama Islam Iman Dan Ihsan

Inti Daripada Ajaran Agama Adalah Untuk Bertaqwa dengan berjalan Menuju Allah Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah agar timbul ketaqwaan lahir maupun bhatin

Bagaimana Cara Bertaqwa Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah Tidak Ada Cara Lain Kecuali Di Bimbing Oleh Guru Waliyullah Sebagai penerus Rasulullah SAW.

" Warosatul Anbiya" tentu mereka Orang Yang Yang Sudah Dekat dan sampai Kepada Allah

Yaitu orang yang banyak mengingat Allah Dengan apa ❓

Dengan banyak ingat kepada Allah karena inilah inti daripada semua amal perbuatan di dunia ini sesuai dengan tujuan Allah menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah dalam surah (Ad-Dzariyat 56 )

Tujuan Beribadah adalah semurni-murninya Ibadah pengabdian kepada Allah mengenalnya ma'rifat dzat -Nya karena Allah ingin di ketahui  dikenal (Ma'rifat) maka dari itu Allah menciptakan ciptaanNya selain dirin-Nya dan adanya agama karena mengenal Allah disebut juga Awaludin Ma'rifatullah.

Maka dalam Rukun Ihsan yang berbunyi beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya  

Inilah yang disebut ma'rifat tapi bukan ma'rifat Sekedar Sifat-sitlfatnya yang di bahas dalam sifat 20 maupun nama-nama-nya tapi ma'rifat Dzat-Nya itulah Rukun Ihsan. Dengan berma'rifat merasa seolah-olah melihat (Ma'rifat) dan di lihat Allah (Muroqobah) merasakan terus di awasi karena hatinya ingat (dzikir) kepada Allah dengan mengikat diri ke Allah tentu juga untuk membersihkan dan menghindari segala bujukan hawa nafsu dan dosa-dosa, dengan cara yang di ajarkan oleh Guru yang sudah punya resep metodenya untuk membersihkan dosa-dosa kita sendiri dengan dzikir 

Allah berfirman :

(يَوْمَ لَا الٌ لَا (88) لَّا اللَّهَ لْبٍ لِيمٍ (89

“(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵.💦 ( QS. Asy-Syu'ara 88-89).


Orang Arif bijaksana berkata : 

" Orang yang tidak tahu kotor diri tidak akan mau membersihkan diri lihatlah orang gila ".

(Bijak melihat hikmah di balik kata-kata orang Arif )


“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih 💦 (dari syirik). ” (QS. az Zumar:3).


TALQIN kan : artinya : Ajarkan-lah/ tuntun-lah


لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ 

Laqinu mautaakum Laa Ilaha Illalloh

Artinya : " TALQINKANLAH

𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗡𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟

dengan "𝗟𝗔𝗔 𝗜𝗟𝗔𝗛𝗔 𝗜𝗟𝗟𝗔𝗟𝗟𝗔𝗛 " ".

Orang Arif Memahami Mengajarkan Laa Ilaha Illallah Adalah kepada Hati Yang Mati 

𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 [ 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽] yang 𝗵𝗮𝘁𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵


" Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, 𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗟𝗔𝗛 Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. (QS.An-Nisa’ 103)

Tidak akan baik sebuah kalbu kecuali apabila menetap padanya ma’rifatullah ma'rifat Dzat (mengenal Dzat Allah ‘azza wa jalla ), Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, mengetahui keagungan-Nya, cinta dan takut kepada-Nya, berharap dan tawakal kepada-Nya.

https://m.tribunnews.com/tribunners/2021/03/17/islam-kaffah-syariat-tarekat-hakikat-dan-marifat?page=all

Inilah hakikat tauhid yang merupakan makna La ilaha illallah. Tidak ada kebaikan bagi kalbu kecuali saat menjadikan Allah Yang Maha Esa sebagai sesembahan yang diibadahi, yang dicintai, dan ditakuti, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Yaitu dengan menerima Talqin Dzikir "Laa Ilaha Illallah" yang ditanamkan di dalam hati orang yang berjalan menuju keridhaan Allah oleh guru rohani bukan guru dzahir tapi guru batin, dan untuk membersihkannya hati kita, " Hendaklah engkau bersama Allah, jika tidak mampu, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat kepada Allah, karena sesungguhnya orang itulah yang akan menyampaikanmu kepada Allah (HR. Abu Daud).

Dan yang paling utama untuk menyambungkan ruh kita kepada Rasulullah SAW.

Yaitu Bertarekat, tujuannya untuk Menjalankan Rukun Agama Yang Ke tiga Yaitu Rukun Ihsan Diatas


Rasulullah SAW. telah Bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

Pendidikan Ahlak hanya bisa didapatkan dari Rukun ini Ihsan, Ihsan yang berarti Baik. 

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu 𝘀𝘂𝗿𝗶 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗱𝗮𝗻 yang 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝗯𝗮𝗴𝗶𝗺𝘂 (yaitu) bagi orang yang 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗮𝗽 (𝗿𝗮𝗵𝗺𝗮𝘁) 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 dan (kedatangan) hari kiamat dan dia 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵”. (QS Al-Ahzab: 21).

Banyak menyebut Allah

Banyak menyebut Allah, artinya dengan Rukun Ihsan yaitu agar selalu merasa dilihat Allah dengan apa❓ tentunya Ingat senantiasa selalu terhubung dengan Allah, atau ingat itu qolbu dzikrullah, Dzikrullah Ibadah Yang Tak pernah putus, dan Sesungguhnya Tujuan Jin dan Manusia di ciptakan Allah tidak lain untuk Ini, Ibadah Wama Holaqotul Jinna Wal Insa Illa liya'budun (QS. Ad Dzariyat 56.) 

Dan dzikir adalah benteng diri manusia dari hawa nafsunya. dimana syetan selalu berusaha untuk mendatangi manusia lewat muka belakang kiri dan kanannya, kalau bukan karena Nabi Yusuf Ingat Allah Dzikrullah dia mungkin sudah tergoda oleh Zulaikha. 

Dan dengan dzikirlah pencuci hati yang kotor, 

Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya bagi tiap-tiap sesuatu ada pengilapnya (pembersihnya). Sesungguhnya pengilap hati adalah dzikrullah.'' (HR Ibnu Abidunya dan Baihaqi dari riwayat Said bin Sinan. Lihat at-Targhib wa at-Tarhib juz 11 hal 243). 

Dzikir adalah isi daripada Rukun Ihsan, tentu dengan bimbingan oleh guru yang juga hatinya sudah bersih bukan guru sembarang saja, banyak pintu masuk ke Baitullah Kabbah, tetapi kita hanya butuh satu pintu, banyak guru mengajarkan hati agar bersih karena Qalbu mukmin Baitullah, tapi kita hanya butuh satu orang Guru, bukan guru zhahir, tapi Guru Rohani, Karena Rukun Ihsan Ini adalah amalnya Ruhani jati diri manusia, sedangkan Rukun Islam amal dzahir dan Rukun Iman amal Hati iqtiqad keyakinan Tauhid saja. 

“Ketahuilah, sungguh di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging tersebut baik, baiklah seluruh tubuh. Jika rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah kalbu .” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan : Ihsan itu adalah Kemampuan Qalbumu Melihat Allah (Ma'rifat) Terbukanya Penghalang Qolbu, Qolbu bukan hati daging fisik, Qolbu Yang Benar (Qolbu Yang Abstarak) Bashirah Mata Bhatin (Qolbu) Pusat inti Ruh Manusia.

Klik link jika video tidak muncul https://youtu.be/lxIMcbz8RZU


Dengan hati yang bersih, kita akan mudah mengakses hidayah Allah SWT.


"Barang siapa bertasawuf tanpa fiqih maka akan menjadi zindiq, barang siapa berfiqih tanpa tasawuf maka akan menjadi fasiq, dan barang siapa mengamalkan keduanya maka akan mencapai hakikat." (Imam Malik) 


"Intinya Islam, iman dan ihsan adalah satu kesatuan yang dinamakan agama Islam,

Islam, Iman, dan Ihsan tak Bisa Dipisahkan

Islam, iman, dan ihsan adalah satu kesatuan yang disebut agama Islam. Semuanya berjalan bersama beriringan, barang siapa memisahkannya maka telah berkurang sebagian dari agama," 

Baca Tentang Jalan Menuju Ma'rifat Disini

Namun Kenyataan Kebanyakan Ummat Islam Meninggalkan Rukun Ihsan. 

Tasawuf Tanpa Thariqah sama dengan Nol

Link 🔗 https://www.nu.or.id/post/read/38418/tasawuf-tanpa-thariqah-sama-dengan-nol