Laman

Kamis, Agustus 13

KEHIDUPAN DUNIA BAGI ORANG KAFIR



Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.[QS. Al-Baqarah: Ayat 212]

Sesuai dengan kejujuran Ayat Paulus dalam Bibel Roma 1:23, Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 

Roma 1.25. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk ( yesus ) dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya.*)Peciptanya = Allah

Roma 1.28. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

Roma 1. 30. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,

Roma 1.32. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya. *) seperti hukum Taurat yang wajib di ikuti menurut Yesus tetapi mereka mengikuti Paulus yang mebatalkan hukum agama itu

Allah berfirman ; (Dikatakan kepada orang-orang kafir): “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.” (Q.S. Al-Mursalat: 46)

“Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.” (QS. Yunus: 11)

“Biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” (QS. Al-An’aam: 91)

“Dan janganlah sekali-kali orang kafir mengira bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka melainkan supaya bertambah tambah dosa mereka.” (QS. Ali Imran:178)

Dari beberapa ayat di atas, jelas terlihat bahwa Allah mengabaikan orang kafir bukan karena menyayangi mereka, namun sebaliknya, karena Allah tak lagi mau menunjukkan Jalan lurusNya pada mereka.