Laman

Sabtu, November 30

TUHAN DAN YESUS

Hanya karena Firman Allah disampaikan Allah melalui utusan-Nya manusia melalui Lidah Yesus, Yesusnya dianggap Tuhan
Pada mulanya lapar tdk ada tempat memasak dia bikin priuk lalu dia ambil tanah liat untuk membuat Priuk lama-lama dia meleleh melebur menyatu dengan priuk itu, Priuk itu dia adalah Tukang Priuk.

Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah #tanah_liat (yesus ) dapat dianggap sama seperti #tukang_periuk, ( Pencipta ) sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang #dibentuk berkata tentang yang #membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? buat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"?  [Yesaya 29:16 ]

Islam itu Allah Turunkan Menjaga agar ajaran nabi-nabi tetap lurus seperti sebelum ada kisah Yesus diyakini mati di tiang salib, itulah merupakan penyimpangan yang di lakukan para pembunuh para nabi-nabi utusan Allah pendahulu-pendahulu mereka, mereka membuat Dua mahluk disamping Allah itulah penyimpangan yang mereka lakukan, perbuatan demikian itu kelak sangat di murkai Allah, Allah menyuruh manusia selalu berpikir, Iblis itu tahu dan mengenal Allah begitupun mahluk lain hewan bagaimana dengan manusia tidak mensyukuri segala sesuatu pemberian-Nya pemberian nikmat-Nya bahkan sekedipan mata dan tarikan napas pun manusia tak kuasa jika bukan karena nikmat pemberian-Nya, kok malah manusia itu ingkar malah menyekutukan Dia bayangkan murka-Nya Dia.

Kaum Yahudi dan Nasrani telah melalui masa yang panjang mereka banyak berbuat dosa sehingga HATI mereka manjadi keras. Sebagian besar dari umat Yahudi dan Nasrani menjadi orang yang menyimpang dari Taurat dan Injil [ Surat Dari Allah 57:16]
"Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu." [QS. 02: 147]

Allah SWT berfirman:
وَمَا كَا نَ هٰذَا الْقُرْاٰ نُ اَنْ يُّفْتَـرٰى مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰـكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ 
"Dan tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi (Al-Qur'an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya. Tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam."(QS. Yunus 10: 37)

#Isa #Akhirzaman #Yesus #Alkitab #Perjanjian #Hakim #Maria

Kamis, Mei 30

SUAMI TELAH DI IKAT DENGAN ZIGOT TAKLIK

Laki-laki sudah di ikat dengat zigot taklik maka jika suami melanggarnya istri boleh menggungat cerai suaminya, di luar ini di duga haram hukumnya.

Buku Nikah : Bab Nikah

Zigot ta'lik.
1. Meninggalkan istri dua tahun berturut-turut,
2. Tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya,
3. Menyakiti badan/jasmani istri
4. Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan) istri enam bulan lamanya.


Hukum islam apabila istri yang meninggalkan rumah suaminya, suami tidak wajib membelanjainya.

“Wanita mana saja yang meminta talak kepada suaminya tanpa ada alasan (yang dibenarkan oleh syar’i), maka haram baginya mencium wangi Surga.” [Hadits shahih. Riwayat Abu Dawud (no. 2226)

“Para istri yang minta cerai (pada suaminya) adalah wanita-wanita munafik.” [Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1186)

Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele https://bincangsyariah.com/nisa/istri-yang-minta-cerai/

Enam Keadaan Istri Boleh Meminta Cerai Kepada Suami https://bincangsyariah.com/ubudiyah/enam-keadaan-istri-boleh-meminta-cerai-kepada-suami/

Karena 6 Alasan Ini, Istri Boleh Meminta Cerai https://www.islampos.com/karena-6-alasan-ini-istri-boleh-meminta-cerai-46700/

Alasan-alasan syari yang membolehkan seorang istri minta cerai khulu- dari suaminya

Istri Minta Cerai ? Ini Syaratnya
http://percikaniman.id/2018/09/21/hukum-istri-minta-cerai-tanpa-alasan-yang-jelas/

Jadi pada dasarnya, belum juga mempunyai anak bukan merupakan alasan yang sah secara hukum bagi suami-istri untuk melakukan perceraian.
Hakim tidak akan menceraikan pasangan jika pernikahan mereka sebenarnya harmonis.
https://m.hukumonline.com/klinik/detail/lt5177845bd55d4/tidak-bisa-punya-anak-sebagai-alasan-perceraian/

Kenapa banyak wanita penghuni neraka karena mereka lemah akal dan agamanya.
“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). Yang dimaksud kufur dalam hadits bukanlah maksudnya keluar dari Islam. Namun yang dimaksud adalah kufronul huquq, yaitu istri tidak mau memenuhi kewajiban terhadap suami.

Allah SWT berfirman:
"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya. Dan mereka berkata, Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."(QS. Al-Baqarah : 285)

Apabila bersaksi Palsu di Pengadilan Agama.

“Barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.”
https://m.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5379929e4b94d/bisakah-melaporkan-istri-karena-isi-gugatan-cerai-tidak-sesuai-fakta/


SAKSI PALSU HUKUM ISLAM

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An Nisaa’: 65)


HUKUMNYA HARAM BILA ISTIRI

Apabila ada istri yang meminta gugatan cerai, padahal rumah tangga dalam keadaan baik, tidak ada suatu permasalahan serius dan tidak ada alasan kuat/syar’i yang membolehkan adanya khulu’, maka hal ini dilarang.

Sebagaimana sabda Rasululloh ﷺ.
Semua wanita yang minta cerai (gugat cerai) kepada suaminya tanpa alasan, maka #haram baginya aroma surga” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam kitab Irwa’ul Ghalil, no. 2035]


HUKUMNYA HARAM BILA SUAMI

Jika suami dengan sengaja memutuskan komunikasi dengan istri, menyusahkannya karena tidak memberikan nafkah dan tidak memberikan kewajiban suami dengan tujuan agar mendapatkan tebusan sebab sang istri meminta khulu’.

Maka khulu’ yang seperti itu adalah bathil tidak benar dan tebusan wajib dikembalikan pada wanita. Sedangkan status wanita itu tetap seperti asalnya jika Khulu’ tidak dilakukan dengan lafazh thalak, karena Allah ﷻ berfirman.

“Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian kecil dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata”. QS An-Nisa: 19.

Jika suami menceraikannya, maka ia tidak mempunyai hak mengambil tebusan tersebut. Tetapi, jika istri berzina kemudian suami membuatnya susah agar isteri tersebut membayar terbusan dengan Al Khulu, maka diperbolehkan berdasarkan ayat di atas.
Sumber Faceebok ; Tamara

“Dan sebagian besar manusia tidakakan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya”[Yusuf/12 : 103]
Dan firmanNya,
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”[Al-An’am/6 : 116]




AKIBAT HUKUM TERHADAP PENGAJUAN CERAI (KHULUK) OLEH ISTRI YANG MENINGGALKAN RUMAH TANPA IZIN SUAMI (NUSYUZ) DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BAMBANG SUMARDIANTO - A11110173

Skripsi ini membahas tentang akibat hukum terhadap pengajuan cerai (khuluk) oleh isteri yang meninggalkan rumah
tanpa izin suami (nusyuz) menurut perspektif hukum Islam. Di samping itu juga mempunyai tujuan yaitu untuk
mengetahui dan menganalisis pengajuan cerai (khuluk) oleh isteri yang meninggalkan rumah tanpa izin suami
(nusyuz) menurut hukum Islam serta akibat hukum terhadap pengajuan cerai (khuluk) oleh isteri yang meninggalkan
rumah tanpa izin suami (nusyuz) menurut perspektif hukum Islam. Metode penelitian dalam penulisan skripsi ini
adalah metode penelitian hukum normatif. Di dalam masyarakat sekarang ini, tindakan isteri yang meninggalkan
rumah tanpa izin suami ini sering dianggap ringan atau sepele oleh sebagian wanita yang tidak mengerti hukum Islam,
tetapi jika tindakan ini dilakukan terhadap seorang pria muslim yang paham hukum agama akan sangat fatal dan
berat akibatnya karena agama Islam melarang dengan keras hal tersebut. Seorang isteri yang meninggalkan rumah
tanpa izin suaminya merupakan sikap pembangkangan (nusyuz) dari isteri dengan tidak melaksanakan kewajibannya
kepada suami. Bahkan banyak terjadi, sikap pembangkangan (nusyuz) dari isteri ini berakhir dengan perceraian, di
mana si isteri mengajukan permohonan cerai ke Pengadilan Agama. Pengajuan permohonan cerai yang dilakukan
oleh isteri terhadap suami dalam hukum Islam dikenal dengan istilah khuluk. Khuluk adalah perceraian atas
permintaan pihak istri dengan mengembalikan mas kawin (mahar) yang diterimanya. Pengembalian mas kawin
(mahar) ini bisa seluruh atau sebagian yang pernah diterima sang istri, tetapi juga bisa dengan harta lain selain mas
kawin. Pengajuan cerai (khuluk) oleh isteri yang meninggalkan rumah tanpa izin suami (nusyuz) menurut hukum Islam
harus berdasarkan putusan Pengadilan Agama sesuai dengan ketentuan Pasal 116 dan Pasal 148 Kompilasi Hukum
Islam Atas adanya pengajuan permohonan cerai (khuluk) yang dilakukan oleh isteri yang meninggalkan rumah tanpa
izin dari suaminya (nusyuz), tentu saja akan memberikan akibat hukum terhadap pihak isteri. Akibat hukum dari
pengajuan permohonan cerai (khuluk) yang dilakukan oleh isteri yang meninggalkan rumah tanpa izin dari suaminya
(nusyuz) ini adalah: (a) Perkawinan putus dengan talak ba’in sughra; (b) Berkurangnya jumlah talak dan tidak dapat
dirujuk; (c) Istri menjalani iddah talaq biasa; (d) Bekas suami bebas dari kewajiban untuk membayar
nafkah iddah terhadap bekas istri; (e) Tidak ada hak mut’ah (berupa uang atau benda) bagi si isteri. Perkawinan
merupakan perbuatan yang penting dalam kehidupan manusia, karena merupakan bentuk pergaulan hidup manusia
dalam lingkungan masyarakat sosial yang terkecil, tetapi juga lebih dari itu bahwa perkawinan merupakan perbuatan
hukum dan perbuatan keagamaan. Negara mempunyai kepentingan pula untuk turut mencampuri urusan masalah
perkawinan dengan membentuk dan melaksanakan peraturan perundang-undangan tentang perkawinan. Tujuannya
untuk memberi perlindungan terhadap rakyat sebagai salah satu unsur negara, melalui hukum yang berlaku dan
diberlakukan terhadap mereka. Sebagaimana tujuan perkawinan yang disebutkan dalam Pasal 1 Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yaitu untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian Pasal 2 Kompilasi Hukum Islam, menyatakan bahwa perkawinan
menuruthukunIslam adalah pernikahan, yaitu akad yang sangat kuat atau mitssaqan ghalidzan untuk mentaati
perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah. Menciptakan sebuah rumah tangga yang damai
berdasarkan kasih sayang merupakan impian bagi setiap pasangan suami isteri, namun hal itu tidak mudah karena
tidak sedikit pasangan suami isteri yang gagal dan berakhir dengan sebuah perceraian Sebelum terjadinya suatu
perceraian seringkali terdapat beberapa hal yang melatarbelakanginya, terutama bagi isteri yang merasa tidak cocok
dengan perilaku suaminya yang dianggap kasar atau karena masalah ekonomi atau bisa juga karena hasutan pihak
keluarga, sehingga ia berusaha mencari alasan atau cara untuk bercerai. Dari adanya sikap suami yang bertindak
kasar atau karena masalah ekonomi atau kondisi perkawinan yang mulai tidak harmonis, maka si isteri akhirnya
meninggalkan rumah tanpa izin suami. Contoh tindakan isteri yang meninggalkan rumah tanpa izin suami adalah si
isteri pergi selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun menjadi TKI di luar negeri atau sengaja meninggalkan
suaminya dengan cara tinggal dengan kedua orang tuanya. Padahal dalam suatu perkawinan, suami maupun isteri
mempunyai hak dan kewajiban yang harus diperhatikan satu sama lain. Suami istri harus memahami hak dan
kewajibannya sebagai upaya membangun sebuah keluarga yang harmonis. Kewajiban tersebut harus dimaknai secara
timbal balik, yang berarti bahwa yang menjadi kewajiban suami merupakan hak istri dan yang menjadi kewajiban istri
adalah menjadi hak suami. Suami istri harus bertanggung jawab untuk saling memenuhi kebutuhan pasangannya
untuk membangun keluarga yang harmonis dan tentram. Tindakan isteri yang meninggalkan rumah tanpa izin suami
ini sering dianggap ringan atau sepele oleh sebagian wanita yang tidak mengerti hukum Islam, tetapi jika tindakan ini
dilakukan terhadap seorang pria muslim yang paham hukum agama akan sangat fatal dan berat akibatnya karena
agama Islam melarang dengan keras hal tersebut. Isteri yang meninggalkan rumah tidak akan menyelesaikan
masalah justru akan memperberat masalah, suami akan mempunyai kesan istri lari dari tanggung jawab dan
kewajibannya. Pada intinya, seorang isteri tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suaminya, jadi meskipun
dinasehati dan kurang diperhatikan suami bukan berarti isteri bisa melanggar aturan Allah.

Minggu, April 7

Mengikuti Hawa Nafsu Adalah Bentuk Kesombongan

Rendahkan Hatimu Jangan Pernah Berbuat Dzalim

Perintah Rendah Hati
Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim no. 2865).

Dalam surat al-Baqarah, dijumpai firman Allah yang menasehati kita untuk istiqamah dan secara menyeluruh tunduk terhadap segenap syariat yang dibawa nabi kami, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tanpa harus memilah dan memilih mana yang sesuai dengan selera maupun tidak

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(QS al-Baqarah: 208).
Jangan ikuti hawanafsumu itu bentuk langkah² syetan menyesatkan manusia.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar..." (QS.An-nur 21)
Ketahuilah Bahwa "Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman.( QS.5 :55 )

Salah satu dari 7 langkah-langkah Syetan Menuntun manusia adalah untuk masuk pada lingkaran dosa-dosa besar, ia akan memperindah dosa ini bagi dirinya, membisikkannya agar terus menerus menunda taubat, dan merasukkan keyakinan dalam hatinya bahwa ampunan Allah lebih luas.

Sombong terhadap Al-Haq Kebenaran
“Dan tidaklah patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab: 36)
Sombong itu menolak kebenaran yang datang dari Allah, dan merendahkan manusia apalagi misalkan suami.
Sombong itu menolak kebenaran dengan takabbur dan merendahkan orang lain. (HR. Muslim 275)

Allah tidak menyukai itu “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

Tidak ada bantahan manusia terhadap Haq Kami dengar kamai taat " sami'na wato'na " tidak ada Rahasia bagi Allah, apa kita mau menipu hukum²nya?
“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa lasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-klai tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mnedengar lagi Maha Melihat” (QS. Ghafir:56)

Kenapa Waniata Banyak  Penghuni Neraka ?
“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). Yang dimaksud kufur dalam hadits bukanlah maksudnya keluar dari Islam. Namun yang dimaksud adalah kufronul huquq, yaitu istri tidak mau memenuhi kewajiban terhadap suami. 

Ancaman Allah bagi istri yang meminta cerai alasan sepele.
“Wanita mana saja yang meminta talak kepada suaminya tanpa ada alasan (yang dibenarkan oleh syar’i), maka haram baginya mencium wangi Surga.” [Hadits shahih. Riwayat Abu Dawud (no. 2226)
Para istri yang minta cerai (pada suaminya) adalah wanita-wanita munafik.” [Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1186)
“Tidak ada ketaatan kepada seseorang dalam hal kemaksiatan terhadap Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam hal yang ma’ruf (baik).” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4340, 7257), Muslim (no. 1840)
Jangan mencari dunia yang hanya sesat 1½ jam kita hidup di dunia padahal hatimu yakin ini kebenaran.!
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)
Mereka (fira’un dan pengikutnya) mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. (QS. an-Naml: 14)

Hakekatnya orang seperti ini orang yabg tidak beriman.
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An Nisaa’: 65)

Sombong Kepada Alllah
“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina. (QS Lukman, ayat 60).
Amalan Pengikut Hawa Nafsu Binasa
Rasulullah SAW bersabda yang artinya;
“Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.” (H. R. Thabrani)

Orang-orang sombong yang Memperturutkan hawa nafsu.
Orang yang sombong akan selalu bertindak sesuai dengan apa yang ia kehendaki tanpa memikirkan atau memerdulikan sekitar. Akibatnya, mereka sering bertindak tanpa berpikir dan hanya mengandalkan hawa nafsu. Mereka akan melakukan apapun yang penting bisa membuat mereka puas dan bangga.
Dalam keadaan seperti itu, mereka akan cenderung berbuat serakah dan mudah dihasut oleh setan dan iblis sehingga yang mereka lakukan tak lain hanyalah maksiat semata.

Sombong menolak Kebenaran termasuk bagi wanita yg sombong.
”Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi.” (H. R. Muslim).
Sombong Kepada Allah  Membuat *Hati Terkunci.*

“Orang-orang yang bersikap sombong dimuka bumi tanpa alasan yang benar, mereka akan Aku palingkan dari kebenaran sehingga mereka tidak dapat memahami bukti-bukti kekuasaan-Ku. Sekalipun orang-orang yang sombong itu menyaksikan bukti-bukti kekuasaan-Ku, mereka tetap tidak mau beriman. Jika mereka melihat jalan sesat justru mereka mau mengikutinya. Begitulah karakter orang-orang yang sombong, mereka telah mendustakan agama Kami, dan mereka telah melalaikan bukti-bukti kekuasan Kami. (Q. S.  Al-A’raf, ayat 146).

Sesuai apa yang tertera dalam Al-Qur’an surah Mukmin Ayat 35, dikatakan bahwa Allah SWT akan menutup rapat pintu hati seseorang yang bersikap sombong sehingga ia tidak akan bisa menerima kebenaran. 😓
Orang yang memiliki sifat sombong akan dibenci dan ditutup hatinya oleh Allah SWT. Maka jadilah mereka pengikut iblis yang senang berbuat sekehendak hati dan tidak akan pernah taat terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya.

Dijauhi Sesama Manusia
Tidak ada seorang pun yang menyukai sesamanya yang memiliki sifat sombong. Maka, mereka yang sombong pasti akan dijauhi oleh sesama manusia karena yang sombong selalu saja memandang lemah orang lain dan menganggap dirinya lebih tinggi. Wajar jika mereka ditinggalkan dan tidak ada yang mau berteman dengan orang yang sombong.
Menjadi Penghuni Neraka
Maka tiada lain tempatnya kecuali di neraka. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
”Para penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombong.” (H. R. Bukhari dan Muslim).

Sombong kepada Rasulullah
Seseorang yang tidak mau mengikuti ajaran Rasulullah, merasa bahwa apa yang diajarkan Nabi Muhammad tidak benar dan tidak sedikitpun peduli atau mau taat terhadap ajaran beliau, berarti orang tersebut telah memiliki sifat sombong terhadap Rasulullah di dalam hatinya.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Surga dan neraka Istri
Dari al-Husain bin Mihshan Radhiyallahu 'Anhu, bahwa bibinya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallamuntuk satu keperluan. Setelah selesai, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, “Apakah kamu punya suami?” Ia menjawab, “ya.”
“Bagaimana sikapmu terhadapnya?” tanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Ia menjawab, “Aku selalu melayaninya, kecuali apa yang tak kumampu.”
Kemudian beliau bersabda,
“Perhaitkan posisimu terhadapnya, karena dia adalah surgamu dan nerakamu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Tiga orang yang shalat mereka tidak akan terangkat melebihi kepala mereka walau sejengkal saja: seseorang yang mengimami satu kaum semetara mereka membencinya, wanita yang tidur semetara suaminya marah kepadanya, dan dua saudara yang saling memutuskan hubungan.”
Dalam hadits ini, dapat juga dipahami, bahwa tanda diterimanya shalat seorang istri adalah dengan ridha suaminya kepadanya. Bahwa shalat seorang istri akan diangkat kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala jika suaminya ridha kepadanya.
”Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke syurga dari pintu mana sahaja kamu suka.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani)
”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah)

Kerugian-Kerugian yang Bakal Kamu Dan Orang Lain Derita Karena Kamu Suka Berpura-pura Bahagia

Jadi Kamu Nggak usah pake topeng lagi ya ?

Pikirkanlah bahwa dunia ini tidak selamanya berisi tawa dan bahagia. Adalah hal yang sangat wajar untuk kamu bersedih dan menangis. Segala hal buruk yang terjadi justru membuat kamu lebih memahami kehidupan ini.

Ketika sedang dalam suasana hati yang tidak baik, beberapa orang memilih menutupi kesedihannya dengan berpura-pura bahagia untuk tujuan yang berbeda-beda. Mereka cenderung tidak ingin terlihat lemah, berusaha terlihat bahagia di depan orang lain, atau mencari perasaan yang aman dan nyaman.

Semua itu sebenarnya tidak salah, namun alangkah lebih baik jika kita bisa mengutamakan kejujuran dan bersikap apa adanya. Karena pura-pura bahagia hanya akan memberimu enam kerugian berikut. Yuk stop dari sekarang!

1. Membohongi dirimu sendiri

Menutupi kesedihan dengan berpura-pura bahagia artinya kamu telah menipu dan berbohong pada diri sendiri. Sedangkan segala kebohongan itu selalu lebih banyak menimbulkan dampak buruk daripada keuntungannya.

Ketika kamu berusaha memperbaiki keadaan dengan mencoba untuk terlihat bahagia, hatimu sebenarnya sedang dibohongi dan malah membuat keadaannya menjadi semakin sakit.

Menutupi kesedihan dengan berpura-pura bahagia artinya kamu telah menipu dan berbohong pada diri sendiri. Sedangkan segala kebohongan itu selalu lebih banyak menimbulkan dampak buruk daripada keuntungannya.

Ketika kamu berusaha memperbaiki keadaan dengan mencoba untuk terlihat bahagia, hatimu sebenarnya sedang dibohongi dan malah membuat keadaannya menjadi semakin sakit.

2. Menyebabkan emosimu tidak stabil dan berubah secara tiba-tiba

Saat kamu berusaha menghilangkan kesedihan dengan pura-pura bahagia, sebenarnya perasaan yang tengah kamu rasakan itu tidak akan sepenuhnya hilang, melainkan akan ditekan ke alam bawah sadar yang sewaktu-waktu bisa muncul bahkan di saat yang tidak tepat.

Jika hal ini dilakukan terus menerus, akhirnya emosimu menjadi tidak stabil dan kamu bisa saja mengalami perasaan sedih secara tiba-tiba, yang diakibatkan oleh rasa yang selama ini kamu tahan.

3. Melukai jiwa kamu sendiri

Bukan hanya rasa bahagia saja lho yang perlu kamu keluarkan. Akan tetapi, hati juga perlu meluapkan kesedihan dan perasaan negatif yang menimpanya. Jika kamu hanya memendam dan tidak mengeluarkan itu, tanpa sadar kamu telah melukai jiwa sendiri. Karena beban yang seharusnya jiwa keluarkan malah semakin kamu tekan.

4. Kamu melakukan hal yang sia-sia

Pura-pura bahagia sama sekali tidak akan merubah rasa sakit yang kamu alami. Masalah akan tetap ada sekalipun kamu berusaha untuk menutupinya.

Jika penilaian baik dari orang lain yang kamu kejar, itupun sama sekali tak berarti karena hal yang kamu tunjukan bukan mencerminkan dirimu yang asli. Jadi buat apa melakukannya saat tau hal itu hanyalah pekerjaan sia-sia?

5. Malah membuatmu lebih stres bahkan depresi

Secara kesehatan emosional dan mental, perasaan bahagia yang dipaksakan lebih beresiko membuat orang stres dan depresi serta tidak puas dalam hidup. Perasaan sedih yang ditutupi justru akan membuatmu makin intens untuk memikirkan hal itu.

Seperti yang dikutip New York Times, sebuah hasil penelitian yang terbitkan oleh Academy of Journal menyebutkan bahwa berpura-pura tersenyum saat suasana hati sedang tidak baik, atau berusaha menekan pikiran negatif, ternyata bisa jadi membuat pikiran-pikiran negatif tersebut menjadi lebih kuat, alhasil bukannya kebahagiaan sesungguhnya yang kamu rasakan, namun justru sebaliknya.

6. Pura-pura bahagia membuat kamu tidak menghargai rasa

Semua rasa yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, baik itu rasa sedih, marah, bersalah, malu, maupun senang, haruslah kita hargai keberadaannya karena Tuhan menciptakan itu bukanlah tanpa alasan yang indah.

Pikirkanlah bahwa dunia ini tidak selamanya berisi tawa dan bahagia. Adalah hal yang sangat wajar untuk kamu bersedih dan menangis. Segala hal buruk yang terjadi justru membuat kamu lebih memahami kehidupan ini.

Cobalah lebih terbuka dan realistis. Jika kamu tidak ingin kesedihan itu berefek pada orang lain, ambil waktu untuk sendiri sejenak dan luapkan segala perasaan dalam hatimu. Jujur dan mengakui adanya masalah adalah lebih baik daripada berpura-pura bahagia yang justru akan menjadi bumerang dan merugikan diri sendiri. [ idntimes. Sumber : idtimes.com idtimes ]

Senin, April 1

Demi Keinginan Kuat Memiliki Si Buah Hati & Melindungi Perasannya Ia Harus Minta Cerai

Demi Keinginan Kuat Memiliki Sibuah Hati & Melindungi Perasannya Ia Minta Cerai.

Seorang Istiri berinisial S demi ambisinya memiliki anak dan menjaga hatinya yang terlanjur sakit karena omongan mertua dan impiannya sendiri ia memilih pergi mengabaikan kewajibannya terhadap suaminya memilih pergi dari suaminya yang begitu tulus mencintainya jujur dan sabar tak ada khianat, walaupun suaminya menurut istirinya kurang peka selama ini terhadap keinginannya untuk fokus masalah berobat proses kehamilan tapi Allah menyaksikan suaminya bukan orang yang berpangku tangan saja hanya menunggu segala ikhtiar telah dan mereka lakukan
 "istiriku terserah kamulah aku tak bisa memaksamu perasaanmu yang mesti tak ada maaf dan cara lagi menurutmu tapi menurutku masih ada waktu dan kesempatan, mempertahankan hubungan ini dan aku kecewa setelah belasan tahun kita berumah tangga tak pernah kuberpikkr engkau pergi meninggalkanku begitu saja dan mendadadak pula tanpa ada sebelumnya pemberitahuan padaku kapan dan bagaimana, demi hatimu yang terlanjur sakit tak boleh hatimu tergores dalam menjalani hidup dan ujian rumah tangga ini, hubungan itu harusnya bukan di ceraikan tapi di perjuangkan masih ada kesempatan orang tuaku juga menemanimu waktu kita pulang karena berjanji bersama belum cerai, namun kamu  turun tidak mau kerumahku, sudah tak percaya ada jalan dan kebaikan bagi rumah tangga kita, bahkan bertemupun dengan ibuku kamu tidak mau walau aku menjemputmu sampai empat kali krrimahmu engksu tegas menolaknya, ingat do'a dalam buku nikah janji setia dunia akhirat sehabis nikah ujian itu di buat Allah untuk meningkatkan keimanan kita, abang ini hanya mengingatkanmu meskipun kamu tak lagi menerimanya dan tak berarti lagi bagi hatimu bukan obat hati lagi bagimu nasehat ini, ku bilang engkau putus asa bukan katamu , kibilang engkau tidak mau bersabar kau bilang kita ini manusia biasa katamu, padahal sabar itu tiada batasnya, pun sudah kusampaikan padamu, Apakah kamu tidak mau mentaati ini dan msu bersama Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
 “Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.
(QS. Al Anfal [8] : 46)

Dalam hukumnya seorang istiri minta cerai bukan karena alasan syar'i haram mencium bau surga dan dia termasuk wanita munafik kecuali krn dikhawatirkan tdk ada lg keharmonisan karena takut tdk menjalankan perintah Allah kufur

Istiri Minta Cerai Kepada Suami Tanpa Alasan Syar'i Haram Mencium Bau surga

Dalam riwayat lain disebutkan,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ .

“Wanita mana saja yang meminta talak kepada suaminya tanpa ada alasan (yang dibenarkan oleh syar’i), maka haram baginya mencium wangi Surga.” [Hadits shahih. Riwayat Abu Dawud (no. 2226)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

الْمُخْتَلِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ .

“Para istri yang minta cerai (pada suaminya) adalah wanita-wanita munafik.” [Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1186)

Sedangkan alasan yang banyak dikemukakan oleh para wanita yang menuntut cerai dari suaminya pada zaman sekarang ini, datang dari hawa nafsunya sendiri. Karena kurangnya pemahaman terhadap agama dan tidak adanya rasa qana’ah (merasa puas) terhadap suami, sehingga mengakibatkan timbulnya konflik di dalam rumah tangga. Dan seorang istri yang bertakwa kepada Allah Ta’ala, sekali-kali tidak akan meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at, meskipun orang tuanya memerintahkan hal itu kepadanya.

Karena suami memiliki hak yang lebih besar atas dirinya melebihi orang tuanya sendiri. Dengan demikian, apabila wanita tersebut lebih memilih untuk mengabulkan keinginan kedua orang tuanya dan merelakan kehancuran rumah tangganya, maka dia telah bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Lihat Ensiklopedi Fiqh Wanita(II/423-424) dan Panduan Lengkap Nikah (hal. 101-102)]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لاَ طَاعَةَ لِبَشَرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ، إِنَّمَا الطَاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ .

“Tidak ada ketaatan kepada seseorang dalam hal kemaksiatan terhadap Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam hal yang ma’ruf (baik).” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4340, 7257), Muslim (no. 1840),
Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/1792-talak-bagian-4-sebab-talak-khulu.html
Hukum Wanita Minta Cerai Tanpa Alasan Syar'i Ustadz Adi Hidayat
Al-Majlis https://youtu.be/NeAfZ24a01Q
Sudah aku sudah cukup upaya mempertahankan ini semoga Allah menjadikan ini sebagai amal solehku. Aamin " Ttd Suami

Jumat, Maret 29

Jangan Mudah Berharap Maaf Dari Suamimu

Jangan mudah berharap diberikan maaf serta ikhlas dari suami, tapi engkau sadar sengaja menyakiti dan mendurhakainya, jangan mudah juga engkau berharaf maaf dari-Nya tapi engkau dengan mudah tanpa rasa bersalah melanggar aturan perintah dan laranganNya.

Durhaka kepada suami adalah menolak untuk melakukan apa yang diminta oleh suami. Adalah kewajiban istri untuk melaksanakan perintah suaminya selama itu adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah ‘Azza wa jalla. Begitu besarnya kewajiban istri untuk mengikui suami sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menyampaikan bahwa jika sekiranya beliau diperbolehkan memerintahkan seorang manusia untuk bersujud kepada manusia yang lain, maka beliau akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suami-suami mereka.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Artinya “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi)

“Seorang wanita tidak boleh mentaati kedua orangtuanya untuk berpisah dengan suaminya, tidak pula mengunjunginya dan semisalnya. Bahkan ketaatan kepada suaminya lebih wajib.”

Terdapat satu hadits dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebagian ulama statusnya hasan, menguatkan hal ini.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, berkata: "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Siapakah manusia paling besar haknya atas wanita?” Beliau menjawab: “Suaminya.”

Dan salah satu wanita yang tidak ajan mencium bau surga adalah Wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan

*“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan yang jelas, maka bau Surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)*



Minggu, Maret 24

Apakah Memilih Cerai & Janda Solusi Mengatasi Masalah



Ketika Istri Memilih Menjanda


Usaha setan bisa dikatakan sukses besar bila berhasil menjadikan wanita itu cerai dan berpredikat janda karena wanita ini akan lebih mudah digoda sebab tidak ada yang menjaganya (suami) . Wanita ini akan merasa bebas tidak ada ikatan, lebih nyaman karena tidak ada yang mengontrol (suami), selanjutnya jika tidak kuat imannya (kebanyakan tidak kuat) akan timbul banyak fitnah dan dosa bagi wanita itu di kemudian hari. Godaan setan akan lebih kuat pada saat janda karena faktor alami kebutuhan batin selain itu akan banyak lelaki yang merayu yang memanfaatkan kondisi janda sehingga menyeret wanita itu dalam lembah dosa yang tiada berkesudahan sampai wanita itu sadar jika suatu saat sakit atau sudah berumur tidak ada yang menemani sampai meninggal. Pada umumnya Wanita yang menjanda karena tergoda pria lain akan lebih mudah tergoda nafsunya apalagi jika dicerai pada umur 40 tahun kebawah.

Pernikahan adalah hal yang suci melibatkan keluarga, handai taulan dan tetangga jadi tidak sepantasnyalah jika seorang isteri meninggalkan suaminya untuk alasan emosi pribadi dengan meninggalkan perasaan kebahagiaan keluarganya sendiri atau keluarga pasangannya.

Atas kehendak Allah, rezeki yang lebih bisa diberikan pada isteri bukan pada suami, jadi janganlah menjadi tinggi hati jika suatu saat rezki isteri melebihi suami, merasa lebih bermanfaat dari suami, merasa bisa hidup sendiri dan dapat mengatasi sendiri segala hal, tidak mau diatur sehingga tidak patuh kepada suami. Inilah tanda-tanda kehancuran suatu kapal pernikahan karena ada 2 nahkoda yang mengendalikan kapal dengan arah berlawanan. Kapal Pernikahan akan bisa selamat sampai tujuan (surga dunia akhirat) jika hanya punya satu arah yang disepakati dan diusahakan bersama. Bagaimanapun juga tujuan hidup akan lebih mudah dicapai jika ada keharmonisan sejati yang hanya dapat dicapai dalam suatu keluarga yang lengkap ada suami. Harta yang dibanggakan dan dikumpulkan bisa hilang dalam sekejab (kebakaran, tsunami dll) tapi mempunyai suami atau isteri yang sholeh adalah harta tidak ternilai yang tidak akan hilang kecuali mati. Oleh karena itulah peran isteri terhadap suami sangat besar dalam mengarungi samudera kehidupan agar tujuan akhir bahagia dunia akhirat dapat segera tercapai sehingga Allah pun akan memberi pahala yang besar untuk isteri yang taat dan patuh kepada suaminya

Banyak Hadist yang menjelaskan pahala seorang Istri yang taat pada suaminya :

”Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke syurga dari pintu mana sahaja kamu suka.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani)

”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah)

Jika isteri memang tidak taat kepada suaminya, setelah dinasehati secara halus, berpisah ranjang dan dinasihati secara keras tidak berhasil maka renungkanlah ayat ini :

Surat An Nur ayat 3 yaitu :

“Orang laki-laki pezina, yang dinikahinya ialah perempuan pezina pula atau perempuan musyrik. Perempuan pezina jodohnya ialah laki-laki pezina pula atau laki-laki musyrik , dan diharamkan yang demikian itu atas orang yang beriman”.

Pikirkanlah kembali apakah wanita ini cocok dijadikan pasangan / isteri bagi pria beriman, dan dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri dan keluarga, ikhlaskan saja wanita ini jika ingin berpisah mungkin jodohnya adalah sesuai dengan apa yang di firmankan Allah diatas.

Ingatlah isterimu bukanlah Siti Khadijah yang baik, taat dan penuh cinta kasih pada suaminya, Istrimu adalah wanita jaman sekarang yang butuh bimbingan untuk menjadi wanita yang solehah.


Sabtu, Maret 23

Salah Satu Tanda-Tanda Hati Kita Telah Mati Namun Tidak Kita Sadari

Tenang tanpa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar " Adzdzabul bil farhi "

Puisi Terakhir Pesan Suami Kepada Istri Yang Hatinya Mungkin Mati Dan Lalai.

Nasehatilah isterimu dengan sabar dan penuh cinta kasih, minta maaflah kepada isteri jika menyakiti hati isteri, bagaimanapun juga mutiara yang kotor jika digosok tiap hari akan menjadi berkilauan. Hasilnya mutiara ini bisa benar-benar menjadi perhiasan dan surga dunia bagimu.

Buat Istiriku Aku selalu Mengingatkanmu Biarpun Engkau Harus Pergi Meninggalkanku Dengarkanlah Aku Mungkin Ini Terakhir Kali Nasehatku Padamu Jangan Lupakan Nasehatku Tapi Tidak Apa Lupakan Aku, Setiap Nasehatku Baik Dan Datangnya Dari Allah Suatu Hari Engkau Akan Ingat Terus Akan Nasehatku.

Apabila Seorang Istiri Bersandiwara, Menipu, Mendzalimi, Membohongi, Ingkar Janji, Suami Merasa Teraniaya, Menyakiti Hati Suami, Mengecewakan Suami, Durhaka Terhadap Suami, Membuat Suami Merasa Tidak Dihormati, Berhianat Terhadap Suami Mempolitiki Suami Demi Tujuannya Tercapai, Ini Semua Dosa Besar Kepada Suami Membuat Hati Suami Terluka Dan Kecewa, Sekaligus Bermaksiat Kepada Allah ta'ala & Allah Ta'ala Akan Bisa Murka Kepada Istri Tersebut

Tenangnya orang yang sedang berbuat dosa dan maksiat karena hatinya tidak lagi mersakan jeleknya perbuatan dosa dan maksiat itu karena hatinya tidak merasakan jeleknya perbuatan dosa yang dilakukannnya, sehingga dosa yang dikerjkan bisa menjadi suatu kebiasaan baginya. Lebih parah lagi dia tidak lagi perduli dengan pandangan Allah dan Rasul dan dia tidak akan malu pada manusia serta mengacuhkannya,. Dia justru ada rasa bangga terhadap maksiat yang dilakukannya.

Jika sudah seperti ini dia tidak akan di maafkan.

Sebagaimana berita dari Rasulullah :



كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْـمُجَاهِرِيْنَ، وَإِنَّ مِنَ الْـمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَََّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ عَلَيْهِ فيَقُوْلُ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَة كَذَا وَكَذَا. وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ

“Setiap umatku akan dimaafkan kesalahan/dosanya kecuali orang-orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan. Dan termasuk berbuat dosa dengan terang-terangan adalah seseorang melakukan suatu dosa di waktu malam dan Allah menutup perbuatan jelek yang dilakukannya tersebut namun di pagi harinya ia berkata pada orang lain, “Wahai Fulan, tadi malam aku telah melakukan perbuatan ini dan itu.” Padahal ia telah bermalam dalam keadaan Tuhannya menutupi kejelekan yang diperbuatnya. Namun ia berpagi hari menyingkap sendiri tutupan (tabir) Allah yang menutupi dirinya.”
(HR. Al-Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 7410)

Bila dosa telah menumpuk, hatipun akan tertutup dan mati, hingga ia termasuk orang-orang yang lalai.

Allah berfirman:

كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (Al-Muthaffifin: 14)

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab ‘Tentu saja wahai Rasulullaah.’ Nabi berkata: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata, ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabrani dalam)

Hadis di atas mengingatkan para istri agar selalu mengharap ridha suami sebelum ia tidur. Seorang istri yang paham betul bahwa ridha suami akan mengantarkannya ke syurga Allah, pastilah ia akan selalu berusaha menyejukkan hati suaminya. Terlebih lagi, lidah istri adalah sembilu bagi hati suami.

Untuk diketahui, malaikat pun akan melaknat istri yang durhaka kepada suami. Rasulullaah saw. bersabda

, وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan terhadapnya), maka penghuni langit murka kepadanya hingga suaminya ridha kepadanya.” (HR. Bukhari no. 5194 dan Muslim no.1436).

Bahwa Ridho Suami Diatas Ridho Allah Dan Orang Tua, Benarkah..?

Ridhonya Allah Tergantung Pada Ridho Suami Seorang Istiri.

Andaikan seorang Istri sadar akan dirinya atas besarnya kekecewaan seorang suami karena kebohonganya pada suami sehingga suami merasa sakit hatinya bahkan gelisah dan menderitanya suami atas sikap seorang istri yang pergi meninggalkannya begitu saja mungkin seorang stiri itu akan menangis bertahun-tahun lamanya apalagi seorang suaminya yang selalu mengingatkannya tentang agama ia akan menyesali karena takutnya kepada murka Allah kepadanya.

Isteri pergi meninggalkan suami artinya dia tidak taat kepada suaminya padahal jika seorang isteri tahu bahwa taat pada suami bisa mengantar dia ke surga pastilah dia akan menyesal melakukan hal itu sesuai dengan hadist Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :

Dari Husain bin Muhshain dari bibinya berkata: “Saya datang menemui Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wasallam. Beliau lalu bertanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” Saya menjawab: “Ya”. Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam bertanya kembali: “Apa yang kamu lakukan terhadapnya?” Saya menjawab: “Saya tidak begitu mempedulikannya, kecuali untuk hal-hal yang memang saya membutuhkannya” . Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam bersabda kembali: “Bagaimana kamu dapat berbuat seperti itu, sementara suami kamu itu adalah yang menentukan kamu masuk ke surga atau ke neraka” (HR. Imam Nasai, Hakim, Ahmad dengan Hadis Hasan).

Mataku Tidak Bisa Terpejam Sebelum Engkau Ridho

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Selengkapnya https://muslimah.or.id/3066-mataku-tidak-bisa-terpejam-sebelum-engkau-ridha.htmlhttps://muslimah.or.id/3066-mataku-tidak-bisa-terpejam-sebelum-engkau-ridha.html

Jumat, Maret 22

Hukum Istri Pergi Meninggalkan Rumah

Hukum Istri Pergi Meninggalkan Rumah

Istri yang pergi dari rumah, meninggalkan suami menginap di tempat lain dan meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sedangkan suami tidak ridho apapun alasannya, bagi wanita yang mengerti hukuman Allah sangat berat pasti akan sangat menyesal dan tidak akan pernah berani satu kalipun melakukannya karena jika seorang Isteri pergi meninggalkan rumah dan suaminya artinya :

1. Isteri tersebut bukan seorang wanita yang baik .

Isteri meninggalkan suami atau pergi tanpa izin suami bukanlah termasuk golongan wanita yang baik karena isteri yang baik akan menghormati pemimpinnya (suaminya). Pemimpin rumah tangga dalam Islam adalah suami bukan Isteri karena Suami mempunyai kedudukan setingkat lebih tinggi dari isterinya. Dan yang paling penting adalah suami telah memberi makan maupun tempat tinggal bagi isterinya jadi sudah sewajarnya jika isteri berkewajiban untuk taat pada suaminya selama suami menyuruh dalam kebaikan (bukan kemaksiatan) Firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 34 dan Al Baqoroh ayat 228:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisa 34)

Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “ Surat Al Baqoroh ayat 228

Seorang isteri yang pergi meninggalkan rumah tanpa izin suami dengan alasan apapun dan dalam kepergiannya tidak bermaksiatpun tetap saja termasuk wanita tidak baik (pembangkang) apalagi jika dia pergi dengan berpakaian yang tidak sopan seperti wanita pada jaman Jahiliyah

Dan Surat Al Ahzab ayat 33 yaitu :

Menetaplah di rumah kalian ( para wanita ), dan jangan berdandan sebagaimana dandanan wanita-wanita jahiliyah. Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan patuhilah ( wahai para wanita) Allah dan rasul-Nya.

Sabda Nabi Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada ALLAH, dan barangsiapa yang tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada ALLAH. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan (Islami) maka berarti ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa yang tidak taat kepada pimpinan (islami) maka berarti ia telah tidak taat kepadaku.”HR Bukhari, kitab al-Jihad, bab Yuqatilu min Wara’il Imam, juz-IV, hal.61

Jika seorang suami karena suatu hal (Penghasilan kurang, PHK, Kecelakaan dll) suami menjadi kurang / tidak dapat memberikan kewajibannya terhadap isteri bukan berarti isteri boleh meninggalkan rumah, karena memang tidak ada hukum Islam yang membolehkan seorang Isteri meninggalkan rumah tanpa izin karena faktor tersebut, karena jika suami tidak dapat melakukan kewajibannya maka gugatan cerai pada suami adalah jalan terbaik bukan malah pergi meninggalkan rumah atau suaminya

2. Isteri meninggalkan rumah tanpa izin suami akan dilaknat oleh Allah dan dimarahi oleh para malaikat.

Sabda Rasullulah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :

”Hak suami terhadap isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta , tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali , sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim.” (Hadist riwayat Abu Daud Ath-Thayalisi daripada Abdullah Umar)

3. Isteri meninggalkan suami sama saja dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke neraka karena suami berperan apakah isterinya layak masuk surga atau neraka.

Isteri pergi meninggalkan suami artinya dia tidak taat kepada suaminya padahal jika seorang isteri tahu bahwa taat pada suami bisa mengantar dia ke surga pastilah dia akan menyesal melakukan hal itu sesuai dengan hadist Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :

Dari Husain bin Muhshain dari bibinya berkata: “Saya datang menemui Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam. Beliau lalu bertanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” Saya menjawab: “Ya”. Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam bertanya kembali: “Apa yang kamu lakukan terhadapnya?” Saya menjawab: “Saya tidak begitu mempedulikannya, kecuali untuk hal-hal yang memang saya membutuhkannya” . Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam bersabda kembali: “Bagaimana kamu dapat berbuat seperti itu, sementara suami kamu itu adalah yang menentukan kamu masuk ke surga atau ke neraka” (HR. Imam Nasai, Hakim, Ahmad dengan Hadis Hasan).

4. Memusuhi suami sama saja dengan memusuhi Allah.

Seorang isteri yang meninggalkan suami dan memusuhi suaminya padahal suami baik pada isterinya. Sangatlah tidak mungkin masuk surga karena bagaimana mungkin seorang isteri berharap masuk surga jika Allah memusuhinya. Bahkan jika sampai suami terluka hati / fisiknya maka Allah dan Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam akan memisahkan diri dari isteri tersebut. Hal ini dijelaskan dalam Hadist Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :

“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah tidak memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. HR. Tirmidzi dari Muadz bin Jabal.

5. Isteri meninggalkan suami tidak ada nafkah baginya dan layak mendapat azab.

Seorang Ulama dan pemikir Islam yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat dikagumi oleh para ulama pada waktu itu, penghafal Quran dan Ribuan Hadist, ahli Tafsir dan Fiqh dari Harran, Turki yaitu Ibnu Taimiyah sampai berkata: “Jika isteri keluar rumah suami tanpa seijinnya maka tidak ada hak nafkah dan pakaian”. Tidak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami), Dan apabila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.”

Ibnu Taimiyah (1263-1328) adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan Allah, mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia pernah berkata: ”Jika dibenakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan hal itu merupakan masalah yang muskil bagiku, maka aku akan beristighfar seribu kali atau lebih atau kurang. Sampai dadaku menjadi lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu aku lakukan baik di pasar, di masjid atau di madrasah. Semuanya tidak menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar hingga terpenuhi cita-citaku.”

6. Taat kepada suami pahalanya seperti Jihad di jalan Allah

Jika seorang isteri taat kepada suaminya serta tidak pergi meninggalkan suami maka pahalanya sama dengan jihad di jalan Allah. Perhatikan hadist berikut: Al- Bazzar dan At Thabrani meriwayatkan bahwa seorang wanita pernah datang kepada Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam lalu berkata : “ Aku adalah utusan para wanita kepada engkau untuk menanyakan : Jihad ini telah diwajibkan Allah kepada kaum lelaki, Jika menang mereka diberi pahala dan jika terbunuh mereka tetap diberi rezeki oleh Rabb mereka, tetapi kami kaum wanita yang membantu mereka , pahala apa yang kami dapatkan? Nabi Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam menjawab :” Sampaikan kepada wanita yang engkau jumpai bahwa taat kepada suami dan mengakui haknya itu adalah sama dengan pahala jihad di jalan Allah, tetapi sedikit sekali di antara kamu yang melakukanya.

Jadi akan sangat tidak mungkin bagi seorang isteri yang mengaku mengerti hukum agama Islam tapi pergi meninggalkan tanggung jawab sebagai isteri meninggalkan suaminya dari rumah.

Oleh karena itulah sangatlah penting untuk memilih istri yang mengerti akan hukum agama dan memilih isteri itu bukan karena kecantikan atau hartanya tapi dipilih karena agamanya agar selamat tidak terjerumus kedalam panasnya Api neraka. Sabda Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :“Wanita itu dinikahi karena: hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya. maka pilihlah agamanya agar kamu selamat” Hadist Shahih Bukhari.

“Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah isteri yang baik (sholehah) ” Hadist Shahih Muslim.

Lebih mulia seorang wanita memberi nasehat atau berbicara dari hati ke hati dengan suami bukan kepada orang lain jika terjadi ketidak adilan pada dirinya daripada langsung pergi meninggalkan suaminya . Seorang isteri yang benci terhadap suaminya dan memang berniat meninggalkan suami supaya di cerai dan kemudian berharap memperoleh pasangan pengganti atau sudah ada pengganti yang lebih baik menurut dirinya, jelas sekali wanita itu digoda setan agar wanita ini melihat lelaki lain lebih menarik dari suaminya sehingga timbul rasa bosan, cekcok dll dan akhirnya berbuntut pada perceraian.

Allah Subhanahu`Wa Ta`Ala, telah mengingatkan kita agar tidak membenci atau menyukai sesuatu padahal kita tidak tahu rahasia dibalik itu, dalam Al Baqoroh ayat 216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

Saya lanjutkan, Usaha setan bisa dikatakan sukses besar bila berhasil menjadikan wanita itu cerai dan berpredikat janda karena wanita ini akan lebih mudah digoda sebab tidak ada yang menjaganya (suami) . Wanita ini akan merasa bebas tidak ada ikatan, lebih nyaman karena tidak ada yang mengontrol (suami), selanjutnya jika tidak kuat imannya (kebanyakan tidak kuat) akan timbul banyak fitnah dan dosa bagi wanita itu di kemudian hari. Godaan setan akan lebih kuat pada saat janda karena faktor alami kebutuhan batin selain itu akan banyak lelaki yang merayu yang memanfaatkan kondisi janda sehingga menyeret wanita itu dalam lembah dosa yang tiada berkesudahan sampai wanita itu sadar jika suatu saat sakit atau sudah berumur tidak ada yang menemani sampai meninggal. Pada umumnya Wanita yang menjanda karena tergoda pria lain akan lebih mudah tergoda nafsunya apalagi jika dicerai pada umur 40 tahun kebawah.

Pernikahan adalah hal yang suci melibatkan keluarga, handai taulan dan tetangga jadi tidak sepantasnyalah jika seorang isteri meninggalkan suaminya untuk alasan emosi pribadi dengan meninggalkan perasaan kebahagiaan keluarganya sendiri atau keluarga pasangannya.

Atas kehendak Allah, rezeki yang lebih bisa diberikan pada isteri bukan pada suami, jadi janganlah menjadi tinggi hati jika suatu saat rezki isteri melebihi suami, merasa lebih bermanfaat dari suami, merasa bisa hidup sendiri dan dapat mengatasi sendiri segala hal, tidak mau diatur sehingga tidak patuh kepada suami. Inilah tanda-tanda kehancuran suatu kapal pernikahan karena ada 2 nahkoda yang mengendalikan kapal dengan arah berlawanan. Kapal Pernikahan akan bisa selamat sampai tujuan (surga dunia akhirat) jika hanya punya satu arah yang disepakati dan diusahakan bersama. Bagaimanapun juga tujuan hidup akan lebih mudah dicapai jika ada keharmonisan sejati yang hanya dapatdicapai dalam suatu keluarga yang lengkap ada suami. Harta yang dibanggakan dan dikumpulkan bisa hilang dalam sekejab (kebakaran, tsunami dll) tapi mempunyai suami atau isteri yang sholeh adalah harta tidak ternilai yang tidak akan hilang kecuali mati. Oleh karena itulah peran isteri terhadap suami sangat besar dalam mengarungi samudera kehidupan agar tujuan akhir bahagia dunia akhirat dapat segera tercapai sehingga Allah pun akan memberi pahala yang besar untuk isteri yang taat dan patuh kepada suaminya

Banyak Hadist yang menjelaskan pahala seorang Istri yang taat pada suaminya :

”Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke syurga dari pintu mana sahaja kamu suka.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani)

”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah)

Jika isteri memang tidak taat kepada suaminya, setelah dinasehati secara halus, berpisah ranjang dan dinasihati secara keras tidak berhasil maka renungkanlah :

Surat An Nur ayat 3 yaitu :

“Orang laki-laki pezina, yang dinikahinya ialah perempuan pezina pula atau perempuan musyrik. Perempuan pezina jodohnya ialah laki-laki pezina pula atau laki-laki musyrik , dan diharamkan yang demikian itu atas orang yang beriman”.

Pikirkanlah kembali apakah wanita ini cocok dijadikan pasangan / isteri bagi pria beriman, dan dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri dan keluarga, ikhlaskan saja wanita ini jika ingin berpisah mungkin jodohnya adalah sesuai dengan apa yang di firmankan Allah diatas.

Nasehatilah isterimu dengan sabar dan penuh cinta kasih, minta maaflah kepada isteri jika menyakiti hati isteri, bagaimanapun juga mutiara yang kotor jika digosok tiap hari akan menjadi berkilauan. Hasilnya mutiara ini bisa benar-benar menjadi perhiasan dan surga dunia bagimu.

Ingatlah isterimu bukanlah Siti Khadijah yang baik, taat dan penuh cinta kasih pada suaminya, Istrimu adalah wanita jaman sekarang yang butuh bimbingan untuk menjadi wanita yang solehah. (Akhwatmuslimah)
Sumber: sujanews hukum istiri pergi meninggalkan rumah.

Selasa, Maret 19

Aku bukanlah wanita seperti yang kalian kira, tapi aku ingin wanita itu lebih terhormat dan mulia

Aku bukanlah wanita seperti yang kalian kira, tapi aku hanya ingin wanita itu lebih terhormat dan mulia menjaga dirinya . Jika ia tidak mau berusaha menjadi wanita yang berakhlak lebih terhormat dan mulia ia tak merasa bersalah walaupun membuat kecewa ia tak merasa bersalah walaupun menyakiti juga membohongi serta banyak berpura-pura dan tidak mau berusaha jadi wanita yang mulia mengabdi pada jalan ketaatan kepada Allah & Rasul-Nya, mungkin lebih baik ia jika mau pergi daripada membuatmu bertambah dosa karena tak mampu menjaganya dalam ketaatan dan nasehat kebenaran yang selalu kau sampaikan kepadanya.
Gambar : Hanya Ilustrasi Saja


JANGAN MENCOBA MENGANIIAYA SUAMIMU DENGAN DZALIM

Aku ingin kembali di jalan Ilahi
Walaupun engkau kusakiti tapi engkau masih perduli setelah aku meninggalkanmu, sampe sa'at ini ternyata engkau masih menjaga cinta dan kesetianmu untukku, dan kau masih mengharapkan kesadaranku atas berbagai kesalahan²ku meskipun engkau tau engkau bukan siapa" lagi bagiku karena meninggalkanmu .mungkin kamu tau, aku ini terlalu bodoh bagimu atau kamu yang bodoh..masih mengejarku yang tega meninggalkanmu yang bener"tulus menyayangiku

Ternyata engkau masih inginkan cinta itu terulang kembali dalam mencari ridha Ilahi
Doakan aku kembali dijalan yang di ridhai Ilahi
Mungkin aku Sudah Tak pantas bagimu walaupun penampilanku sopan di mata orang lain.