Laman

Minggu, April 7

Mengikuti Hawa Nafsu Adalah Bentuk Kesombongan

Rendahkan Hatimu Jangan Pernah Berbuat Dzalim

Perintah Rendah Hati
Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim no. 2865).

Dalam surat al-Baqarah, dijumpai firman Allah yang menasehati kita untuk istiqamah dan secara menyeluruh tunduk terhadap segenap syariat yang dibawa nabi kami, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tanpa harus memilah dan memilih mana yang sesuai dengan selera maupun tidak

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(QS al-Baqarah: 208).
Jangan ikuti hawanafsumu itu bentuk langkah² syetan menyesatkan manusia.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar..." (QS.An-nur 21)
Ketahuilah Bahwa "Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman.( QS.5 :55 )

Salah satu dari 7 langkah-langkah Syetan Menuntun manusia adalah untuk masuk pada lingkaran dosa-dosa besar, ia akan memperindah dosa ini bagi dirinya, membisikkannya agar terus menerus menunda taubat, dan merasukkan keyakinan dalam hatinya bahwa ampunan Allah lebih luas.

Sombong terhadap Al-Haq Kebenaran
“Dan tidaklah patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab: 36)
Sombong itu menolak kebenaran yang datang dari Allah, dan merendahkan manusia apalagi misalkan suami.
Sombong itu menolak kebenaran dengan takabbur dan merendahkan orang lain. (HR. Muslim 275)

Allah tidak menyukai itu “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

Tidak ada bantahan manusia terhadap Haq Kami dengar kamai taat " sami'na wato'na " tidak ada Rahasia bagi Allah, apa kita mau menipu hukum²nya?
“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa lasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-klai tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mnedengar lagi Maha Melihat” (QS. Ghafir:56)

Kenapa Waniata Banyak  Penghuni Neraka ?
“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). Yang dimaksud kufur dalam hadits bukanlah maksudnya keluar dari Islam. Namun yang dimaksud adalah kufronul huquq, yaitu istri tidak mau memenuhi kewajiban terhadap suami. 

Ancaman Allah bagi istri yang meminta cerai alasan sepele.
“Wanita mana saja yang meminta talak kepada suaminya tanpa ada alasan (yang dibenarkan oleh syar’i), maka haram baginya mencium wangi Surga.” [Hadits shahih. Riwayat Abu Dawud (no. 2226)
Para istri yang minta cerai (pada suaminya) adalah wanita-wanita munafik.” [Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1186)
“Tidak ada ketaatan kepada seseorang dalam hal kemaksiatan terhadap Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam hal yang ma’ruf (baik).” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4340, 7257), Muslim (no. 1840)
Jangan mencari dunia yang hanya sesat 1½ jam kita hidup di dunia padahal hatimu yakin ini kebenaran.!
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)
Mereka (fira’un dan pengikutnya) mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. (QS. an-Naml: 14)

Hakekatnya orang seperti ini orang yabg tidak beriman.
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An Nisaa’: 65)

Sombong Kepada Alllah
“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina. (QS Lukman, ayat 60).
Amalan Pengikut Hawa Nafsu Binasa
Rasulullah SAW bersabda yang artinya;
“Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.” (H. R. Thabrani)

Orang-orang sombong yang Memperturutkan hawa nafsu.
Orang yang sombong akan selalu bertindak sesuai dengan apa yang ia kehendaki tanpa memikirkan atau memerdulikan sekitar. Akibatnya, mereka sering bertindak tanpa berpikir dan hanya mengandalkan hawa nafsu. Mereka akan melakukan apapun yang penting bisa membuat mereka puas dan bangga.
Dalam keadaan seperti itu, mereka akan cenderung berbuat serakah dan mudah dihasut oleh setan dan iblis sehingga yang mereka lakukan tak lain hanyalah maksiat semata.

Sombong menolak Kebenaran termasuk bagi wanita yg sombong.
”Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi.” (H. R. Muslim).
Sombong Kepada Allah  Membuat *Hati Terkunci.*

“Orang-orang yang bersikap sombong dimuka bumi tanpa alasan yang benar, mereka akan Aku palingkan dari kebenaran sehingga mereka tidak dapat memahami bukti-bukti kekuasaan-Ku. Sekalipun orang-orang yang sombong itu menyaksikan bukti-bukti kekuasaan-Ku, mereka tetap tidak mau beriman. Jika mereka melihat jalan sesat justru mereka mau mengikutinya. Begitulah karakter orang-orang yang sombong, mereka telah mendustakan agama Kami, dan mereka telah melalaikan bukti-bukti kekuasan Kami. (Q. S.  Al-A’raf, ayat 146).

Sesuai apa yang tertera dalam Al-Qur’an surah Mukmin Ayat 35, dikatakan bahwa Allah SWT akan menutup rapat pintu hati seseorang yang bersikap sombong sehingga ia tidak akan bisa menerima kebenaran. 😓
Orang yang memiliki sifat sombong akan dibenci dan ditutup hatinya oleh Allah SWT. Maka jadilah mereka pengikut iblis yang senang berbuat sekehendak hati dan tidak akan pernah taat terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya.

Dijauhi Sesama Manusia
Tidak ada seorang pun yang menyukai sesamanya yang memiliki sifat sombong. Maka, mereka yang sombong pasti akan dijauhi oleh sesama manusia karena yang sombong selalu saja memandang lemah orang lain dan menganggap dirinya lebih tinggi. Wajar jika mereka ditinggalkan dan tidak ada yang mau berteman dengan orang yang sombong.
Menjadi Penghuni Neraka
Maka tiada lain tempatnya kecuali di neraka. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
”Para penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombong.” (H. R. Bukhari dan Muslim).

Sombong kepada Rasulullah
Seseorang yang tidak mau mengikuti ajaran Rasulullah, merasa bahwa apa yang diajarkan Nabi Muhammad tidak benar dan tidak sedikitpun peduli atau mau taat terhadap ajaran beliau, berarti orang tersebut telah memiliki sifat sombong terhadap Rasulullah di dalam hatinya.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Surga dan neraka Istri
Dari al-Husain bin Mihshan Radhiyallahu 'Anhu, bahwa bibinya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallamuntuk satu keperluan. Setelah selesai, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, “Apakah kamu punya suami?” Ia menjawab, “ya.”
“Bagaimana sikapmu terhadapnya?” tanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Ia menjawab, “Aku selalu melayaninya, kecuali apa yang tak kumampu.”
Kemudian beliau bersabda,
“Perhaitkan posisimu terhadapnya, karena dia adalah surgamu dan nerakamu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Tiga orang yang shalat mereka tidak akan terangkat melebihi kepala mereka walau sejengkal saja: seseorang yang mengimami satu kaum semetara mereka membencinya, wanita yang tidur semetara suaminya marah kepadanya, dan dua saudara yang saling memutuskan hubungan.”
Dalam hadits ini, dapat juga dipahami, bahwa tanda diterimanya shalat seorang istri adalah dengan ridha suaminya kepadanya. Bahwa shalat seorang istri akan diangkat kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala jika suaminya ridha kepadanya.
”Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke syurga dari pintu mana sahaja kamu suka.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani)
”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah)

Kerugian-Kerugian yang Bakal Kamu Dan Orang Lain Derita Karena Kamu Suka Berpura-pura Bahagia

Jadi Kamu Nggak usah pake topeng lagi ya ?

Pikirkanlah bahwa dunia ini tidak selamanya berisi tawa dan bahagia. Adalah hal yang sangat wajar untuk kamu bersedih dan menangis. Segala hal buruk yang terjadi justru membuat kamu lebih memahami kehidupan ini.

Ketika sedang dalam suasana hati yang tidak baik, beberapa orang memilih menutupi kesedihannya dengan berpura-pura bahagia untuk tujuan yang berbeda-beda. Mereka cenderung tidak ingin terlihat lemah, berusaha terlihat bahagia di depan orang lain, atau mencari perasaan yang aman dan nyaman.

Semua itu sebenarnya tidak salah, namun alangkah lebih baik jika kita bisa mengutamakan kejujuran dan bersikap apa adanya. Karena pura-pura bahagia hanya akan memberimu enam kerugian berikut. Yuk stop dari sekarang!

1. Membohongi dirimu sendiri

Menutupi kesedihan dengan berpura-pura bahagia artinya kamu telah menipu dan berbohong pada diri sendiri. Sedangkan segala kebohongan itu selalu lebih banyak menimbulkan dampak buruk daripada keuntungannya.

Ketika kamu berusaha memperbaiki keadaan dengan mencoba untuk terlihat bahagia, hatimu sebenarnya sedang dibohongi dan malah membuat keadaannya menjadi semakin sakit.

Menutupi kesedihan dengan berpura-pura bahagia artinya kamu telah menipu dan berbohong pada diri sendiri. Sedangkan segala kebohongan itu selalu lebih banyak menimbulkan dampak buruk daripada keuntungannya.

Ketika kamu berusaha memperbaiki keadaan dengan mencoba untuk terlihat bahagia, hatimu sebenarnya sedang dibohongi dan malah membuat keadaannya menjadi semakin sakit.

2. Menyebabkan emosimu tidak stabil dan berubah secara tiba-tiba

Saat kamu berusaha menghilangkan kesedihan dengan pura-pura bahagia, sebenarnya perasaan yang tengah kamu rasakan itu tidak akan sepenuhnya hilang, melainkan akan ditekan ke alam bawah sadar yang sewaktu-waktu bisa muncul bahkan di saat yang tidak tepat.

Jika hal ini dilakukan terus menerus, akhirnya emosimu menjadi tidak stabil dan kamu bisa saja mengalami perasaan sedih secara tiba-tiba, yang diakibatkan oleh rasa yang selama ini kamu tahan.

3. Melukai jiwa kamu sendiri

Bukan hanya rasa bahagia saja lho yang perlu kamu keluarkan. Akan tetapi, hati juga perlu meluapkan kesedihan dan perasaan negatif yang menimpanya. Jika kamu hanya memendam dan tidak mengeluarkan itu, tanpa sadar kamu telah melukai jiwa sendiri. Karena beban yang seharusnya jiwa keluarkan malah semakin kamu tekan.

4. Kamu melakukan hal yang sia-sia

Pura-pura bahagia sama sekali tidak akan merubah rasa sakit yang kamu alami. Masalah akan tetap ada sekalipun kamu berusaha untuk menutupinya.

Jika penilaian baik dari orang lain yang kamu kejar, itupun sama sekali tak berarti karena hal yang kamu tunjukan bukan mencerminkan dirimu yang asli. Jadi buat apa melakukannya saat tau hal itu hanyalah pekerjaan sia-sia?

5. Malah membuatmu lebih stres bahkan depresi

Secara kesehatan emosional dan mental, perasaan bahagia yang dipaksakan lebih beresiko membuat orang stres dan depresi serta tidak puas dalam hidup. Perasaan sedih yang ditutupi justru akan membuatmu makin intens untuk memikirkan hal itu.

Seperti yang dikutip New York Times, sebuah hasil penelitian yang terbitkan oleh Academy of Journal menyebutkan bahwa berpura-pura tersenyum saat suasana hati sedang tidak baik, atau berusaha menekan pikiran negatif, ternyata bisa jadi membuat pikiran-pikiran negatif tersebut menjadi lebih kuat, alhasil bukannya kebahagiaan sesungguhnya yang kamu rasakan, namun justru sebaliknya.

6. Pura-pura bahagia membuat kamu tidak menghargai rasa

Semua rasa yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, baik itu rasa sedih, marah, bersalah, malu, maupun senang, haruslah kita hargai keberadaannya karena Tuhan menciptakan itu bukanlah tanpa alasan yang indah.

Pikirkanlah bahwa dunia ini tidak selamanya berisi tawa dan bahagia. Adalah hal yang sangat wajar untuk kamu bersedih dan menangis. Segala hal buruk yang terjadi justru membuat kamu lebih memahami kehidupan ini.

Cobalah lebih terbuka dan realistis. Jika kamu tidak ingin kesedihan itu berefek pada orang lain, ambil waktu untuk sendiri sejenak dan luapkan segala perasaan dalam hatimu. Jujur dan mengakui adanya masalah adalah lebih baik daripada berpura-pura bahagia yang justru akan menjadi bumerang dan merugikan diri sendiri. [ idntimes. Sumber : idtimes.com idtimes ]

Senin, April 1

Demi Keinginan Kuat Memiliki Si Buah Hati & Melindungi Perasannya Ia Harus Minta Cerai

Demi Keinginan Kuat Memiliki Sibuah Hati & Melindungi Perasannya Ia Minta Cerai.

Seorang Istiri berinisial S demi ambisinya memiliki anak dan menjaga hatinya yang terlanjur sakit karena omongan mertua dan impiannya sendiri ia memilih pergi mengabaikan kewajibannya terhadap suaminya memilih pergi dari suaminya yang begitu tulus mencintainya jujur dan sabar tak ada khianat, walaupun suaminya menurut istirinya kurang peka selama ini terhadap keinginannya untuk fokus masalah berobat proses kehamilan tapi Allah menyaksikan suaminya bukan orang yang berpangku tangan saja hanya menunggu segala ikhtiar telah dan mereka lakukan
 "istiriku terserah kamulah aku tak bisa memaksamu perasaanmu yang mesti tak ada maaf dan cara lagi menurutmu tapi menurutku masih ada waktu dan kesempatan, mempertahankan hubungan ini dan aku kecewa setelah belasan tahun kita berumah tangga tak pernah kuberpikkr engkau pergi meninggalkanku begitu saja dan mendadadak pula tanpa ada sebelumnya pemberitahuan padaku kapan dan bagaimana, demi hatimu yang terlanjur sakit tak boleh hatimu tergores dalam menjalani hidup dan ujian rumah tangga ini, hubungan itu harusnya bukan di ceraikan tapi di perjuangkan masih ada kesempatan orang tuaku juga menemanimu waktu kita pulang karena berjanji bersama belum cerai, namun kamu  turun tidak mau kerumahku, sudah tak percaya ada jalan dan kebaikan bagi rumah tangga kita, bahkan bertemupun dengan ibuku kamu tidak mau walau aku menjemputmu sampai empat kali krrimahmu engksu tegas menolaknya, ingat do'a dalam buku nikah janji setia dunia akhirat sehabis nikah ujian itu di buat Allah untuk meningkatkan keimanan kita, abang ini hanya mengingatkanmu meskipun kamu tak lagi menerimanya dan tak berarti lagi bagi hatimu bukan obat hati lagi bagimu nasehat ini, ku bilang engkau putus asa bukan katamu , kibilang engkau tidak mau bersabar kau bilang kita ini manusia biasa katamu, padahal sabar itu tiada batasnya, pun sudah kusampaikan padamu, Apakah kamu tidak mau mentaati ini dan msu bersama Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
 “Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.
(QS. Al Anfal [8] : 46)

Dalam hukumnya seorang istiri minta cerai bukan karena alasan syar'i haram mencium bau surga dan dia termasuk wanita munafik kecuali krn dikhawatirkan tdk ada lg keharmonisan karena takut tdk menjalankan perintah Allah kufur

Istiri Minta Cerai Kepada Suami Tanpa Alasan Syar'i Haram Mencium Bau surga

Dalam riwayat lain disebutkan,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ .

“Wanita mana saja yang meminta talak kepada suaminya tanpa ada alasan (yang dibenarkan oleh syar’i), maka haram baginya mencium wangi Surga.” [Hadits shahih. Riwayat Abu Dawud (no. 2226)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

الْمُخْتَلِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ .

“Para istri yang minta cerai (pada suaminya) adalah wanita-wanita munafik.” [Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi (no. 1186)

Sedangkan alasan yang banyak dikemukakan oleh para wanita yang menuntut cerai dari suaminya pada zaman sekarang ini, datang dari hawa nafsunya sendiri. Karena kurangnya pemahaman terhadap agama dan tidak adanya rasa qana’ah (merasa puas) terhadap suami, sehingga mengakibatkan timbulnya konflik di dalam rumah tangga. Dan seorang istri yang bertakwa kepada Allah Ta’ala, sekali-kali tidak akan meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at, meskipun orang tuanya memerintahkan hal itu kepadanya.

Karena suami memiliki hak yang lebih besar atas dirinya melebihi orang tuanya sendiri. Dengan demikian, apabila wanita tersebut lebih memilih untuk mengabulkan keinginan kedua orang tuanya dan merelakan kehancuran rumah tangganya, maka dia telah bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Lihat Ensiklopedi Fiqh Wanita(II/423-424) dan Panduan Lengkap Nikah (hal. 101-102)]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لاَ طَاعَةَ لِبَشَرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ، إِنَّمَا الطَاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ .

“Tidak ada ketaatan kepada seseorang dalam hal kemaksiatan terhadap Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam hal yang ma’ruf (baik).” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4340, 7257), Muslim (no. 1840),
Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/1792-talak-bagian-4-sebab-talak-khulu.html
Hukum Wanita Minta Cerai Tanpa Alasan Syar'i Ustadz Adi Hidayat
Al-Majlis https://youtu.be/NeAfZ24a01Q
Sudah aku sudah cukup upaya mempertahankan ini semoga Allah menjadikan ini sebagai amal solehku. Aamin " Ttd Suami